AS Hantam 140 Target Iran, Iran Balas Serangan Rudal Skala Besar

Ketegangan di Timur Tengah melonjak drastis setelah militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara dan laut yang menyasar sekitar 140 target di berbagai lokasi yang menjadi pusat kekuata...

AS Hantam 140 Target Iran, Iran Balas Serangan Rudal Skala Besar

Ketegangan di Timur Tengah melonjak drastis setelah militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara dan laut yang menyasar sekitar 140 target di berbagai lokasi yang menjadi pusat kekuatan Iran dan jaringan proksinya. Operasi yang berlangsung dalam beberapa jam pada Minggu dini hari itu langsung memicu respons keras dari Teheran, yang dalam hitungan jam membalas dengan serangan rudal dan drone dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Operasi Militer Terkoordinasi: Lumpuhkan Pusat Komando Iran

Menurut pemaparan resmi Komando Pusat Amerika Serikat, serangan dilakukan dengan melibatkan puluhan pesawat tempur siluman F-35, pesawat pengebom B-2, serta kapal perusak berpeluncur rudal jelajah yang beroperasi dari Laut Mediterania dan Teluk Persia. Target yang dihantam mencakup fasilitas penyimpanan rudal balistik, pusat logistik canggih, instalasi pertahanan udara, serta sejumlah pusat komando dan kendali yang diduga digunakan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk mengarahkan serangan terhadap kepentingan Amerika dan sekutunya.

Pentagon mengonfirmasi bahwa sasaran tersebar di tiga negara: Irak, Suriah, dan—untuk pertama kalinya secara terbuka—beberapa titik langsung di dalam wilayah Iran dekat perbatasan barat. Gedung Putih menyebut operasi ini sebagai "tanggapan tegas atas eskalasi berkelanjutan terhadap warga sipil dan aset militer Amerika di kawasan," merujuk pada serangkaian serangan drone dan roket yang menewaskan tiga tentara AS di pangkalan Tower 22, Yordania, beberapa hari sebelumnya. Lebih dari 60% target yang dihantam, lanjut pernyataan itu, diyakini lumpuh total, namun penilaian kerusakan masih terus berjalan karena banyaknya titik serangan.

Data awal dari Pusat Intelijen Strategis menyebutkan bahwa serangan AS terjadi dalam tiga gelombang utama. Gelombang pertama menghantam sistem deteksi dini dan radar, gelombang kedua melumpuhkan gudang persenjataan dan jalur logistik, sementara gelombang ketiga menargetkan personel kunci serta pusat komunikasi. Belum ada angka resmi korban jiwa dari pihak Iran maupun proksi, tetapi laporan lapangan dari aktivis lokal menyebutkan sejumlah fasilitas militer di provinsi al-Anbar Irak dan Deir ez-Zor Suriah mengalami kerusakan berat.

Teheran Tak Tinggal Diam: Rudal Balistik dan Drone Kamikaze Diterbangkan

Tak sampai enam jam setelah serangan AS berhenti, Iran meluncurkan balasan. Melalui pernyataan yang dibacakan di televisi nasional, komandan tinggi IRGC mengumumkan dimulainya "Operasi Janji Sejati II," yakni peluncuran puluhan rudal balistik jarak menengah serta ratusan drone kamikaze Shahed-136 menuju pangkalan militer Amerika di Irak, Kuwait, dan pangkalan laut di Bahrain. Teheran menyebut aksi ini sebagai pembalasan yang sah berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.

Laporan intelijen dari Pusat Studi Pertahanan Regional mencatat bahwa rudal Ghadr-110 dan Emad yang digunakan dalam serangan balasan memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer dan mampu membawa hulu ledak konvensional berat. Sebagian besar proyektil diarahkan ke pangkalan udara al-Asad di Irak, yang masih menampung ribuan personel Amerika, serta pangkalan Ali al-Salem di Kuwait. Sistem pertahanan udara Patriot dan C-RAM yang dioperasikan koalisi berhasil mencegat sekitar 40% ancaman, namun belasan rudal dan drone lolos, menghantam fasilitas penampungan dan landas pacu.

Kementerian Pertahanan Irak menyatakan wilayahnya menjadi medan perang tak diundang, dengan serpihan puing berjatuhan di dekat permukiman warga. Sementara itu, video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan kilatan besar dan suara ledakan di langit Erbil serta Bagdad. Empat personel koalisi dilaporkan luka ringan akibat serangan balasan ini, demikian konfirmasi awal dari Komando Pusat. Iran kemudian memperingatkan bahwa jika AS kembali membalas, maka target selanjutnya adalah infrastruktur energi dan militer di seluruh kawasan.

Goncangan Geopolitik dan Reaksi Global

Eskalasi ini langsung memicu gelombang kekhawatiran global. Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat atas permintaan Rusia dan Tiongkok, dengan Sekretaris Jenderal mendesak penghentian segera aksi saling serang. "Kawasan ini berada di ambang perang regional yang tak terkendali," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, seraya menyerukan jalur diplomasi.

Dari sisi ekonomi, harga minyak mentah jenis Brent melonjak 7,2% dalam perdagangan pembukaan Asia, menembus angka 94 dolar AS per barel, tertinggi dalam enam bulan terakhir. Investor khawatir bahwa gangguan lebih lanjut di Selat Hormuz—jalur vital sepertiga pasokan minyak dunia—akan melumpuhkan rantai pasokan global. Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan siaga pasokan dan memonitor dampak terhadap harga BBM domestik.

Analis keamanan Timur Tengah, Dr. Nadia Al-Rashid, menilai bahwa putaran ini berbeda dari aksi balas-hantam sebelumnya karena untuk pertama kalinya serangan langsung menyentuh teritori Iran dan balasan Iran langsung mengancam aset AS secara terbuka, bukan melalui proksi anonim. "Keduanya kini kehilangan lapis penyangkal. Ini adalah ujian paling serius bagi diplomasi jalur belakang yang selama ini menahan perang total. Jika respons berikutnya lebih besar, kita akan menyaksikan dinamika perang yang tak bisa lagi direm," ujarnya.

Di dalam negeri, Presiden AS menghadapi tekanan dari Kongres untuk segera melaporkan kerangka strategi menyeluruh terhadap Iran, sementara di Teheran, faksi konservatif mendesak pimpinan tertinggi untuk memperluas target ke instalasi nuklir dan pangkalan utama di kawasan. Masyarakat Internasional masih menunggu apakah eskalasi ini akan berlanjut ke babak baru yang lebih destruktif atau justru membuka celah gencatan senjata setelah kedua pihak menunjukkan kekuatan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User