Satelit Cermin Matahari Disetujui Meluncur, Malam Terang Picu Polemik
Malam hari yang biasanya gulita bisa segera berubah menjadi temaram senja. Bayangkan, di tengah gelapnya malam, tiba-tiba seberkas cahaya seterang Matahari menyapu permukiman, membangunkan ayam jago, ...
Malam hari yang biasanya gulita bisa segera berubah menjadi temaram senja. Bayangkan, di tengah gelapnya malam, tiba-tiba seberkas cahaya seterang Matahari menyapu permukiman, membangunkan ayam jago, atau mengubah lapangan sepak bola menjadi layaknya stadion siang bolong. Itulah visi yang diusung oleh Reflect Orbital, perusahaan rintisan asal Amerika Serikat, yang baru saja mengantongi izin dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk meluncurkan satelit Eärendil-1. Misi utamanya sederhana namun revolusioner: memantulkan sinar Matahari langsung ke titik-titik tertentu di Bumi pada malam hari. Ibarat kaca pembesar raksasa yang diarahkan oleh remote control dari luar angkasa, proyek ini langsung memantik imajinasi sekaligus kontroversi di kalangan ilmuwan, pegiat lingkungan, dan komunitas astronomi amatir. Jika berhasil, umat manusia akan memiliki "tombol saklar" untuk menerangi malam tanpa perlu listrik. Tapi, harga yang harus dibayar mungkin lebih mahal dari sekadar mengganti lampu taman.
Baca juga:
Comments (0)