Sapna Chadha Paparkan Laporan Gemini SEA, Ungkap Potensi AI Asia Tenggara

Jakarta – Vice President for Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha, menggelar konferensi pers virtual bertajuk Press Briefing Gemini

Sapna Chadha Paparkan Laporan Gemini SEA, Ungkap Potensi AI Asia Tenggara

Jakarta – Vice President for Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha, menggelar konferensi pers virtual bertajuk Press Briefing Gemini SEA Report pada Kamis (20/6). Acara ini menyajikan hasil riset terbaru Google mengenai lanskap kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menandai komitmen perusahaan dalam mempercepat transformasi digital di negara-negara ASEAN.

Dalam pemaparannya, Chadha menegaskan bahwa kawasan ini telah memasuki fase akselerasi digital yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Asia Tenggara bukan lagi pasar berkembang; ia adalah pusat inovasi global,” ujarnya membuka sesi. Briefing yang dihadiri oleh puluhan jurnalis dan analis teknologi ini berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab langsung.

Kronologi Briefing Virtual Gemini SEA Report

Acara yang dimoderatori oleh tim komunikasi Google Asia Pasifik ini mengikuti alur yang terstruktur. Berikut urutan kejadian penting dalam briefing tersebut:

  1. Pembukaan dan pengantar – Sapna Chadha menyampaikan visi Google terhadap kawasan dan alasan di balik penyusunan laporan Gemini SEA.
  2. Pemaparan temuan kunci – Data-data riset diproyeksikan dalam bentuk infografik interaktif, mencakup tingkat adopsi AI, kontribusi ekonomi digital terhadap PDB, serta proyeksi pertumbuhan hingga 2030.
  3. Studi kasus lokal – Google menampilkan contoh sukses dari Indonesia, Vietnam, dan Thailand dalam mengintegrasikan solusi AI pada sektor UMKM, pertanian, dan layanan kesehatan.
  4. Sesi diskusi dan tanya jawab – Para jurnalis diberi kesempatan bertanya langsung tentang tantangan infrastruktur, kesenjangan digital, dan risiko etika AI.
  5. Penutup dan pengumuman inisiatif baru – Chadha mengumumkan program Google AI Sprint yang akan melatih 100.000 talenta digital di ASEAN selama dua tahun ke depan.

Temuan Kunci Laporan Gemini SEA

Laporan Gemini SEA menyoroti beberapa data penting yang menjadi fondasi optimisme Google. Ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan mencapai US$300 miliar pada 2025, dengan kontribusi terbesar berasal dari e-commerce dan layanan berbasis cloud. Lebih lanjut, tingkat adopsi AI oleh pelaku usaha di kawasan meningkat tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir, terutama pada sektor ritel dan logistik.

“Kami melihat adopsi AI di Indonesia meningkat hingga 67% di kalangan perusahaan menengah. Ini menunjukkan bahwa hambatan tradisional seperti biaya dan keahlian perlahan mulai teratasi,” ujar Chadha.

Riset ini juga mengungkap bahwa 70% konsumen di ASEAN kini lebih menyukai layanan yang didukung AI, mulai dari rekomendasi produk hingga asisten virtual. Namun, tantangan seperti ketersediaan talenta digital, regulasi lintas batas, dan keamanan data tetap menjadi pekerjaan rumah kolektif.

Transformasi Digital Asia Tenggara dalam Angka

Untuk memperkuat argumennya, Google memaparkan data komparatif yang menunjukkan posisi ASEAN dalam peta digital global. Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di kawasan, mencatat 213 juta pengguna internet pada 2024—sebuah lonjakan 14% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, penetrasi smartphone di Filipina dan Malaysia telah melampaui 85%, menciptakan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan AI.

Chadha menekankan bahwa infrastruktur digital yang terus membaik, didukung oleh investasi pemerintah dan swasta, menjadi katalis utama. “Ketika akses internet semakin merata, AI bisa menjadi alat pemerataan ekonomi, bukan sekadar kemewahan kota besar,” tambahnya.

Komitmen Google untuk Kawasan

Menutup sesi, Google mengumumkan perluasan program Gemini Academy yang akan menyediakan pelatihan AI gratis bagi 500 universitas di seluruh ASEAN. Inisiatif ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus mengurangi kesenjangan keterampilan digital. “Kami percaya bahwa masa depan Asia Tenggara sangat cerah. Gemini SEA bukan sekadar laporan; ia adalah peta jalan menuju ekonomi berbasis pengetahuan,” pungkas Chadha.

Dengan laporan ini, Google ingin menegaskan bahwa Asia Tenggara—dan khususnya Indonesia—berada di titik kritis yang memerlukan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan untuk memaksimalkan potensi AI secara bertanggung jawab dan inklusif.

[SOCIAL_TWEET]: VP Google Sapna Chadha ungkap laporan Gemini SEA: AI dorong ekonomi digital ASEAN capai US$300 M di 2025. Simak detailnya! #GeminiSEA #AI #TransformasiDigital[SOCIAL_TG]: 📊 Laporan Gemini SEA dari Google: AI melesat di Asia Tenggara, UMKM mulai panen manfaat. Sapna Chadha juga umumkan program pelatihan 100.000 talenta digital. Klik untuk baca detailnya 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User