Lionel Messi Terharu Antarkan Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Stadion MetLife, New Jersey, bergemuruh pada Senin malam (6/7/2026). Di tengah keriaan 82.000 penonton, Lionel Messi tertunduk. Air mata mengalir di pipiny

Lionel Messi Terharu Antarkan Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Stadion MetLife, New Jersey, bergemuruh pada Senin malam (6/7/2026). Di tengah keriaan 82.000 penonton, Lionel Messi tertunduk. Air mata mengalir di pipinya yang mulai keriput. Meski usianya telah mencapai 39 tahun, sang kapten Tim Tango baru saja mempersembahkan satu tiket bersejarah: Argentina melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kroasia 3-1 melalui drama yang menguras emosi.

Babak Pertama: Ketika Sepak Bola Menjadi Drama

Laga hidup-mati ini berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit pertama. Argentina, yang turun dengan formasi 4-3-3, tampil dominan dengan menguasai 61% penguasaan bola hingga turun minum. Namun, Kroasia—yang masih diperkuat Luka Modric sebagai gelandang 40 tahun—justru unggul lebih dulu lewat skema serangan balik mematikan pada menit ke-23. Bek Josko Gvardiol melepaskan umpan silang yang disambar tandukan Josip Brekalo, membuat Emiliano Martinez tak berdaya.

  1. Menit 12: Messi melepaskan tendangan bebas melengkung yang membentur tiang kanan.
  2. Menit 23: Gol Brekalo membungkam pendukung Argentina.
  3. Menit 37: Julian Alvarez menyamakan kedudukan lewat assist ciamik Messi dari sisi kiri.

Di tengah tekanan tinggi, Messi memperlihatkan kelasnya. Assist yang ia berikan kepada Julian Alvarez pada menit ke-37 adalah sihir murni—umpan terobosan dengan kaki kiri yang membelah tiga pemain lawan. “Ketika Leo menguasai bola, saya hanya perlu berlari. Dia akan menemukan saya,” kata Alvarez usai pertandingan.

Babak Kedua: Sang Legenda Menulis Sejarah

Memasuki babak kedua, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Statistik mencatat 14 tembakan ke gawang Dominik Livakovic sepanjang 90 menit, dengan 8 di antaranya tepat sasaran. Gol kemenangan lahir pada menit ke-64. Messi menerima bola di luar kotak penalti, mengecoh dua bek, dan melepaskan tendangan kaki kiri melengkung ke pojok kiri bawah gawang. Skor menjadi 2-1.

Selebrasi gol itu menjadi momen emosional pertama. Messi berlari ke sudut lapangan sambil menunjuk ke langit—dedikasi untuk mendiang Diego Maradona yang wafat lima tahun lalu. Air matanya mulai terlihat, tetapi ia segera mengusapnya dan kembali bermain.

“Saya terus teringat perjalanan kami di final 2022 malam itu di Qatar. Saya merasa harus memberikan yang terbaik, terlepas dari apa pun yang terjadi sebelumnya. Hari ini, kami melakukannya lagi,” ujar Messi dalam konferensi pers.

Peluit Akhir: Argentina di Tengah Luapan Euforia

Enzo Fernandez memastikan kemenangan Argentina pada menit ke-82 melalui gol jarak jauh yang tak mampu dijangkau Livakovic. Skor 3-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Saat itu, Messi yang berdiri di tengah lapangan tak sanggup menahan tangis. Para pemain mengelilinginya, sementara suporter serempak menyanyikan “Muchachos”.

Momen ini memiliki bobot emosional yang dalam bagi Messi. Ini adalah Piala Dunia terakhirnya—pernyataan yang telah ia tegaskan sejak awal turnamen. Dengan hasil ini, Argentina menjaga asa untuk menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar juara dunia sejak Brasil pada 1962.

Jalan Menuju Semifinal: Tantangan Klasik

Di perempat final, Argentina akan menghadapi Brasil yang sukses menyingkirkan Uruguay lewat adu penalti. Duel klasik Amerika Selatan ini dijadwalkan pada Jumat (10/7/2026) di Stadion AT&T, Dallas. Pelatih Lionel Scaloni menegaskan timnya siap tempur, dengan catatan 15 laga tak terkalahkan di fase gugur Piala Dunia sejak 2018.

Rekor Messi sendiri terus bertambah. Gol semalam adalah gol Piala Dunia ke-17 sepanjang kariernya, membuatnya semakin kokoh sebagai pencetak gol terbanyak Argentina di turnamen ini. Assist-nya bagi Alvarez adalah assist ke-8 di ajang Piala Dunia, melampaui rekor Maradona yang bertahan puluhan tahun.

Reaksi Publik dan Penghargaan Pemain Terbaik

  • FIFA Man of the Match: Lionel Messi (1 gol, 1 assist, 89% umpan akurat)
  • Jumlah penonton: 82.462 orang, rekor baru untuk laga Argentina di Amerika Serikat
  • Data Opta: Messi menciptakan 6 peluang emas, terbanyak oleh seorang pemain dalam satu pertandingan di Piala Dunia 2026 sejauh ini

Media sosial langsung dibanjiri pujian. Tagar #Messi2026 dan #ArgentinaEnCuartos menjadi trending global dalam hitungan menit. Mantan pemain Brasil, Ronaldo Nazario, bahkan menulis di Instagram: “Tidak ada kata untuk menggambarkan pria ini. Hormat setinggi-tingginya.”

Ketika meninggalkan stadion malam itu, Messi hanya memberikan satu pesan singkat kepada awak media: “Ini belum selesai.” Di usianya yang ke-39, sang jenius masih punya misi terakhir: mempersembahkan trofi Piala Dunia kedua berturut-turut bagi Albiceleste.

[SOCIAL_TWEET]: Lionel Messi tak kuasa menahan tangis setelah Argentina kalahkan Kroasia 3-1 dan lolos ke perempat final Piala Dunia 2026. Satu gol, satu assist, dan jutaan harapan. #Messi2026 #Argentina #WorldCup2026 [SOCIAL_TG]: 😭🇦🇷 Lionel Messi menangis setelah Argentina lolos perempat final Piala Dunia 2026! 3-1 atas Kroasia. Gol dan assist dari sang kapten. Brasil sudah menanti di Dallas! #Messi #PialaDunia2026

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User