Pemain Liverpool Diogo Jota dan Saudaranya Dimakamkan di Portugal

Duka mendalam menyelimuti dunia sepak bola, khususnya Liverpool, saat penyerang andalan mereka, Diogo Jota, dimakamkan di kampung halamannya di Gondomar, p

Pemain Liverpool Diogo Jota dan Saudaranya Dimakamkan di Portugal

Duka mendalam menyelimuti dunia sepak bola, khususnya Liverpool, saat penyerang andalan mereka, Diogo Jota, dimakamkan di kampung halamannya di Gondomar, pinggiran Porto, Portugal, pada Sabtu (5/7/2025). Prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat itu dihadiri langsung oleh Kepala Eksekutif Liverpool, Michael Edwards, serta sejumlah pemain inti The Reds yang terbang khusus untuk memberikan penghormatan terakhir. Jota (28) dan saudara laki-lakinya, Andre Silva, meninggal dunia dua hari sebelumnya dalam kecelakaan mobil tragis di jalan raya wilayah Spanyol utara, tepat pada 3 Juli 2025. Ironisnya, kecelakaan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Jota mengikat janji suci pernikahan dalam sebuah upacara tertutup yang semula menjadi awal kisah bahagia baru dalam hidupnya.

Kronologi Kecelakaan yang Merenggut Dua Nyawa

Berdasarkan laporan awal otoritas lalu lintas Spanyol, kendaraan yang ditumpangi Diogo Jota dan Andre Silva mengalami kecelakaan tunggal di sebuah tikungan tajam di wilayah Cantabria. Cuaca buruk dengan hujan deras dan kabut tebal diduga kuat menjadi faktor utama yang membuat mobil kehilangan kendali dan menghantam pembatas jalan sebelum terperosok ke jurang dangkal. “Ini adalah kehilangan yang sangat menyakitkan. Diogo adalah sosok pekerja keras yang selalu memberikan segalanya di lapangan,” ujar seorang sumber internal Liverpool yang enggan disebutkan namanya. Tim penyelamat membutuhkan waktu hampir satu jam untuk mengevakuasi kedua korban, namun nyawa mereka tak tertolong. Berita duka ini sontak mengguncang Portugal dan Inggris, mengingat Jota adalah salah satu pemain kunci tim nasional Portugal yang baru saja merayakan gelar juara bersama Liverpool musim lalu.

Prosesi Pemakaman yang Penuh Haru

Upacara pemakaman diadakan di Gereja Paroki Gondomar, kota kecil tempat Jota menghabiskan masa kecilnya. Ribuan pelayat memadati area gereja dan jalanan sekitar, menandakan betapa besar cinta masyarakat Portugal kepada sang penyerang. Karangan bunga dari klub-klub besar Eropa, termasuk dari FC Porto, Wolverhampton Wanderers, dan federasi sepak bola Portugal, berjajar rapi di depan altar. Michael Edwards, yang datang mengenakan setelan hitam, terlihat beberapa kali menyeka air mata. Ia didampingi kapten Liverpool Virgil van Dijk, Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold, serta pelatih Arne Slot. Kehadiran para bintang ini menegaskan bahwa Jota bukan sekadar rekan setim, melainkan bagian dari keluarga besar Anfield.

"Diogo lebih dari sekadar pemain sepak bola. Dia adalah spirit perjuangan yang selalu menyala. Kepergiannya meninggalkan lubang besar di hati kami. Kami akan memastikan warisannya tetap hidup di Liverpool," kata Edwards dalam pidato singkatnya yang terbata-bata.

Di luar gereja, para penggemar membentangkan spanduk bertuliskan “Obrigado, Diogo” (Terima kasih, Diogo) dan menyanyikan lagu kebangsaan Portugal dengan suara bergetar. Peti mati Jota dan sang saudara diusung bersama-sama oleh para pemain Liverpool dan anggota keluarga, sebuah pemandangan yang membuat banyak orang tak kuasa menahan tangis. Setelah misa, keduanya dimakamkan di pemakaman keluarga Silva-Jota yang terletak di perbukitan hijau Gondomar, ditemani alunan musik tradisional Portugis yang sayu.

Reaksi Dunia Sepak Bola dan Duka Liverpool

Kabar meninggalnya Diogo Jota memicu banjir ucapan belasungkawa dari berbagai penjuru dunia. Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut Jota sebagai “duta besar sepak bola yang rendah hati.” Sementara itu, rival sekota Liverpool, Everton, juga mengirimkan pesan duka melalui media sosial, menunjukkan solidaritas di atas rivalitas. Mantan klub Jota, Wolverhampton, mengheningkan cipta selama satu menit di tempat latihan mereka. Di media sosial, tagar #RIPJota dan #YNWA menggema, menempati posisi trending global.

Liga Premier mengeluarkan pernyataan resmi bahwa semua pertandingan pada pekan pembuka musim 2025/2026 akan diawali dengan mengheningkan cipta untuk menghormati Jota. Liverpool sendiri menyatakan akan memensiunkan nomor punggung 20 yang biasa dikenakan Jota selama satu musim penuh sebagai bentuk penghormatan. “Kami kehilangan seorang pejuang. Tapi semangatnya akan terus bersama kami di setiap laga,” tulis akun resmi Liverpool.

Kenangan Manis di Lapangan Hijau

Diogo Jota dikenal sebagai penyerang serba bisa yang kerap mencetak gol-gol krusial. Bersama Liverpool, ia mencatatkan 112 penampilan dan 48 gol di semua kompetisi, termasuk gol kemenangan di semifinal Liga Champions musim 2023/2024. Duetnya dengan Salah dan Darwin Nunez menjadi momok bagi pertahanan lawan. Tak heran, banyak analis menyebut kepergiannya sebagai pukulan telak bagi ambisi Liverpool di musim baru. Di level internasional, Jota juga menjadi andalan Portugal dengan 35 caps dan 14 gol, membela negaranya di Piala Dunia 2022 dan Euro 2024.

Namun, di balik ketangguhannya di lapangan, rekan-rekannya selalu mengenang Jota sebagai pribadi yang hangat dan jenaka. “Dia selalu punya cara untuk mencairkan suasana ruang ganti. Hari-hari tanpa candaannya akan terasa sunyi,” kenang Mohamed Salah dalam unggahan Instagram pribadinya. Kenangan-kenangan inilah yang kini menjadi penguat bagi keluarga Liverpool untuk terus melangkah, sembari menyimpan duka mendalam atas tragedi yang merenggut dua saudara sekaligus.

[SOCIAL_TWEET]: Duka mendalam menyelimuti Liverpool. Diogo Jota dan saudaranya Andre Silva dimakamkan di Gondomar, Portugal. Michael Edwards dan skuad The Reds hadir beri penghormatan terakhir. #DiogoJota #LFC #YNWA[SOCIAL_TG]: 😢 Pemakaman Diogo Jota dan saudaranya di Portugal kemarin berlangsung penuh tangis. Michael Edwards dan pemain Liverpool hadir langsung. Selamat jalan, pahlawan Anfield… 🕊️ #RIPJota

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User