Aurelie Moeremans Rilis Buku Memoar Perdana Berjudul Broken Strings
JAKARTA — Aktris serba bisa Aurelie Moeremans resmi melebarkan sayapnya ke dunia literasi dengan merilis buku memoar perdananya yang berjudul "Broken Strin
JAKARTA — Aktris serba bisa Aurelie Moeremans resmi melebarkan sayapnya ke dunia literasi dengan merilis buku memoar perdananya yang berjudul "Broken Strings". Peluncuran buku ini menjadi tonggak karier baru bagi Aurelie yang selama lebih dari satu dekade dikenal luas sebagai pemain film, model, dan penyanyi berbakat di industri hiburan Tanah Air.
Perjalanan Karier di Dunia Hiburan
Nama Aurelie Moeremans mulai mencuri perhatian publik sejak awal tahun 2010-an. Perempuan kelahiran Belgia, 8 Agustus 1993, ini mengawali kiprahnya sebagai model cilik sebelum akhirnya terjun ke dunia akting. Debut layar lebarnya dimulai lewat film "5 cm" pada tahun 2012, yang menjadi batu loncatan bagi kariernya di perfilman nasional. Sejak saat itu, Aurelie terus membintangi puluhan judul film dan serial televisi populer, termasuk "Cahaya dari Timur: Beta Maluku", "My Stupid Boss", serta sejumlah produksi horor dan drama romantis yang sukses di pasaran.
Menulis buku ini seperti membuka kembali lembaran-lembaran lama yang selama ini saya simpan rapat-rapat. Ada bagian dari hidup saya yang belum pernah saya bagikan ke publik sebelumnya.
Dalam perbincangan eksklusif usai acara peluncuran buku di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Aurelie mengungkapkan bahwa proses penulisan "Broken Strings" memakan waktu hampir dua tahun. Ia menulis sendiri setiap babnya—tanpa bantuan ghost writer—sebuah keputusan berani yang diambilnya demi menjaga autentisitas cerita yang ingin ia sampaikan. "Saya tidak ingin ada perantara antara isi hati saya dan pembaca. Setiap kata yang tertuang di buku ini murni berasal dari pengalaman pribadi saya," tegasnya.
"Broken Strings" sebagai Metafora Kehidupan
Judul "Broken Strings" dipilih Aurelie bukan tanpa alasan mendalam. Sebagai seorang musisi yang juga mahir bermain gitar, Aurelie menggunakan metafora senar gitar yang putus untuk menggambarkan fase-fase sulit dalam hidupnya. "Senar yang putus tidak berarti musik berhenti. Kamu bisa mengganti senar itu dan memainkan melodi baru," tulis Aurelie dalam salah satu penggalan bab bukunya.
Buku setebal 280 halaman ini terbagi dalam 12 bab utama yang masing-masing mengangkat tema spesifik: mulai dari masa kecilnya di Belgia, perjuangan adaptasi di Indonesia, dinamika keluarga, hingga pengalaman pahit menghadapi perundungan (bullying) dan body shaming di industri yang serba gemerlap. Salah satu bab yang paling menyita perhatian adalah pengakuan Aurelie tentang perjuangannya melawan gangguan kecemasan (anxiety disorder) yang sempat membuatnya vakum dari dunia hiburan selama beberapa bulan pada tahun 2018.
Masa-masa itu sangat gelap buat saya. Saya merasa sendirian di tengah keramaian. Saya berharap dengan membagikan pengalaman ini, orang-orang yang sedang berjuang dengan isu kesehatan mental bisa merasa bahwa mereka tidak sendiri.
Respon Publik dan Rencana Ke Depan
Sejak pre-order dibuka, "Broken Strings" mencatat angka pemesanan yang cukup tinggi, menembus 10.000 eksemplar dalam waktu kurang dari tiga minggu. Penerbit menyatakan optimistis buku ini akan segera memasuki cetakan kedua mengingat tingginya animo pembaca, terutama dari kalangan generasi muda yang selama ini mengidolakan sosok Aurelie.
Di luar kesuksesan komersial, yang lebih penting bagi Aurelie adalah pesan yang ingin ia tanamkan melalui bukunya. Ia berharap "Broken Strings" bisa menjadi teman bagi siapa pun yang merasa patah, tersesat, atau sekadar butuh validasi bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. "Ini adalah surat cinta saya untuk semua orang yang pernah merasa rapuh. Ingatlah, menjadi rapuh bukan berarti Anda lemah," pungkasnya dalam sesi tanya jawab yang berlangsung haru.
Ke depannya, Aurelie tidak menutup kemungkinan untuk kembali menulis—entah itu buku kedua, skenario film, atau bahkan novel fiksi. Sementara itu, di dunia akting ia masih memiliki beberapa proyek film yang dijadwalkan tayang pada paruh kedua tahun ini. Dengan peluncuran buku ini, Aurelie Moeremans membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar wajah di depan kamera, tetapi juga seorang penutur cerita ulung yang berani membuka pintu ke ruang paling pribadi dalam hidupnya.
Profil Singkat Aurelie Moeremans
Lahir di Belgia pada 8 Agustus 1993, Aurelie memulai karier modeling di usia belia sebelum debut akting di film "5 cm" (2012). Film-film populer yang dibintanginya antara lain "Cahaya dari Timur" (2014), "Badoet" (2015), "My Stupid Boss" (2016), "Revan & Reina" (2018), dan "Ghost Writer" (2019). Ia juga merilis beberapa single musik dan dikenal sebagai pribadi yang vokal menyuarakan isu kesehatan mental serta body positivity di media sosialnya yang memiliki jutaan pengikut.
Comments (0)