Pesantren Jadi Ruang Aman Anak, Gua Liangkabori Ditetapkan Cagar Budaya

Jakarta (Terdepan.id) – Dua peristiwa penting mewarnai akhir pekan dari sektor humaniora. Kementerian Agama meluncurkan Gerakan Ruang Aman Nyaman Anak di l

Pesantren Jadi Ruang Aman Anak, Gua Liangkabori Ditetapkan Cagar Budaya

Jakarta (Terdepan.id) – Dua peristiwa penting mewarnai akhir pekan dari sektor humaniora. Kementerian Agama meluncurkan Gerakan Ruang Aman Nyaman Anak di lingkungan pesantren, sementara di Sulawesi Tenggara, Gua Liangkabori resmi ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Kedua langkah ini menjadi penanda simultan dalam upaya melindungi generasi muda dan warisan leluhur.

Pesantren Dijadikan Benteng Perlindungan Anak

Pada Minggu (12/7/2026), Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan program “Ruang Aman Nyaman Anak” di Pesantren Darunnajah, Jakarta. Gerakan ini bertujuan mengakhiri kekerasan, perundungan, dan eksploitasi anak di lembaga pendidikan Islam. Lebih dari 5.000 pesantren ditargetkan menerapkan standar perlindungan anak dalam dua tahun ke depan. Kemenag menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan sejumlah lembaga swadaya untuk memastikan implementasi yang ketat.

Berdasarkan data Kemenag, 1.200 pesantren telah mendaftar sebagai percontohan dan akan mendapat pelatihan khusus bagi pengasuh, pembentukan tim respons cepat, serta pemasangan sistem pengaduan terpadu. Ketua KPAI, Ai Maryati, mengapresiasi langkah ini karena sepanjang 2025 pihaknya mencatat 87 laporan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan keagamaan. “Pesantren harus menjadi rumah kedua yang benar-benar aman; bukan tempat yang menimbulkan trauma,” tegasnya.

“Kami ingin menciptakan ekosistem di mana setiap anak bisa belajar agama tanpa rasa takut. Pesantren harus menjadi benteng moral, termasuk melindungi mereka dari ancaman digital yang kian masif,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Gua Liangkabori: Narasi Maritim Tertua yang Kini Dilindungi

Di hari yang sama, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menetapkan Gua Liangkabori di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, sebagai cagar budaya nasional. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 234/M/2026. Situs prasejarah ini menyimpan 12 panel lukisan dinding dengan motif perahu, tangan, dan figur manusia yang diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun—menjadikannya salah satu situs seni cadas tertua di dunia.

Tim arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Universitas Hasanuddin telah melakukan ekskavasi intensif sejak 2022. Mereka menemukan artefak batu, cangkang kerang, dan sisa pembakaran yang membuktikan hunian manusia purba di gua tersebut. “Ini adalah narasi visual tertua tentang kehidupan maritim. Motif perahu dan matahari menunjukkan peradaban bahari sudah berkembang di Nusantara berpuluh-puluh ribu tahun lalu,” ujar Prof. Budi Wiyana, arkeolog senior yang memimpin penelitian.

Penetapan status cagar budaya diharapkan dapat melindungi gua dari kerusakan akibat aktivitas tambang dan pariwisata tak terkendali. Pemerintah daerah bersama masyarakat adat kini menyusun rencana pengelolaan yang melibatkan pemandu lokal terlatih serta pembatasan kunjungan harian.

Sinergi Kebijakan: Anak Aman, Budaya Lestari

Kronologi dua inisiatif ini menunjukkan pendekatan terpadu lintas kementerian. Peluncuran gerakan pesantren berlangsung pukul 09.00 WIB di Jakarta, dan beberapa jam kemudian surat keputusan penetapan gua ditandatangani di Sulawesi Tenggara. Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Dr. Retno Listyarti, sinkronisasi ini bukan kebetulan. “Memastikan anak tumbuh dalam ruang aman sekaligus mengenal akar budayanya adalah formula membangun generasi tangguh beridentitas kuat,” ujarnya.

Ke depan, Kemenag dan Kemendikbudristek berencana mengintegrasikan pelajaran pelestarian warisan budaya ke dalam kurikulum pesantren ramah anak. Dengan begitu, peserta didik diharapkan tidak hanya terlindungi dari kekerasan, tetapi juga menjadi penjaga tradisi yang bangga akan sejarah bangsanya. Akhir pekan lalu pun menorehkan optimisme bahwa Indonesia mampu menjaga dua pilar fundamental: masa depan generasi muda dan kemuliaan masa lalu.

[SOCIAL_TWEET]: Menag resmikan Gerakan Ruang Aman Anak di ribuan pesantren, sementara Gua Liangkabori di Muna dengan lukisan purba 40.000 tahun kini jadi cagar budaya nasional. Dua langkah lindungi masa depan dan warisan bangsa. #PesantrenRamahAnak #GuaLiangkabori #CagarBudaya[SOCIAL_TG]: 📢 Minggu penuh kabar baik! ✨ Pesantren resmi jadi ruang aman anak, Gua Liangkabori ditetapkan cagar budaya. Lindungi generasi, rawat warisan. Baca detailnya di sini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User