Warga Bogor Alami Gatal Usai Kontak Bulu Ulat, Simak Penanganannya

Bogor — Sejumlah warga di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, mengeluhkan rasa gatal hebat dan ruam kemerahan setelah secara tidak sengaja menyentuh ranti

Warga Bogor Alami Gatal Usai Kontak Bulu Ulat, Simak Penanganannya

Bogor — Sejumlah warga di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, mengeluhkan rasa gatal hebat dan ruam kemerahan setelah secara tidak sengaja menyentuh ranting pohon yang dihuni ulat bulu. Kejadian yang berlangsung pada akhir pekan lalu ini mendorong Dinas Kesehatan setempat menerbitkan imbauan kewaspadaan, sekaligus membagikan panduan penanganan pertama dermatitis kontak akibat bulu serangga tersebut.

Kronologi Meningkatnya Laporan Gatal Massal

Berawal pada Sabtu, 25 Mei 2026, Puskesmas Cibinong mencatat lonjakan kunjungan pasien dengan keluhan serupa: bintil merah, sensasi terbakar, dan gatal tak tertahankan di area lengan, leher, serta wajah. Sebanyak 17 warga—mayoritas anak-anak yang bermain di sekitar pohon mangga dan jambu di Perumahan Griya Asri—datang dengan gejala yang persis. Mereka mengaku baru saja membersihkan halaman atau memetik buah, lalu tiba-tiba kulit terasa panas dan muncul bentol-bentol kecil.

Kepala Puskesmas Cibinong, dr. Anita Kusuma, segera mengerahkan tim surveilans ke lokasi pada Minggu pagi (26/5). “Kami menemukan dua pohon yang dipenuhi kawanan ulat Lymantriidae. Bulu-bulu halusnya yang beterbangan atau menempel di daun inilah yang memicu dermatitis kontak iritan,” ujarnya saat dikonfirmasi. Dalam kurun 3 hari, total pasien bertambah menjadi 34 orang, dengan 5 di antaranya memerlukan perawatan lebih lanjut karena reaksi alergi cukup berat, seperti pembengkakan kelopak mata.

Mengapa Bulu Ulat Menyebabkan Gatal Ekstrem?

Menurut dr. Rina Puspitasari, Sp.KK, dokter spesialis kulit dari RSUD Kota Bogor, bulu ulat dari famili Lymantriidae dan beberapa spesies lain mengandung zat histamin, serotonin, serta enzim proteolitik yang langsung mengiritasi lapisan epidermis begitu menempel. “Bulu ini berbentuk seperti jarum mikroskopis yang bisa menancap dan patah di dalam kulit. Tubuh kemudian melepaskan histamin alami sebagai respons peradangan, sehingga timbul bentol, kemerahan, dan rasa gatal hebat. Jika digaruk, bulu bisa menyebar ke area kulit lain dan memperparah iritasi,” jelasnya.

Gejala biasanya muncul 15–30 menit setelah kontak. Pada kasus ringan, bintil akan mengempis dalam 2–3 jam. Namun, jika terjadi reaksi alergi berkepanjangan, ruam bisa bertahan hingga 2 minggu dan meninggalkan bekas kehitaman. Berikut perbandingan penanganan yang direkomendasikan:

MetodeKelebihanKeterbatasan
Kompres air dingin/esMengurangi rasa panas dan gatal secara instanEfek sementara; tidak membersihkan bulu yang menempel
Menempelkan plester/lakban lalu dilepasMengangkat bulu yang belum menancap dalamKurang efektif jika bulu sudah tertanam; bisa menimbulkan iritasi baru
Calamine lotion atau gel lidah buayaMenenangkan kulit dan memberi efek dinginPerlu dioles berulang; tidak mengobati reaksi alergi sistemik
Antihistamin oral (ctm, cetirizine)Menghentikan pelepasan histamin, gatal cepat redaHarus sesuai dosis; tidak membersihkan bulu; efek samping kantuk
Krim kortikosteroid ringan (hidrokortison 1%)Meredakan peradangan dan bengkakHanya dengan resep dokter; tidak untuk luka terbuka

Langkah Penanganan Tepat Menurut Dokter

Berdasarkan panduan yang dirilis Dinkes Kabupaten Bogor, berikut urutan tindakan yang harus dilakukan segera setelah kontak dengan ulat bulu:

  1. Jangan digaruk. Menggaruk akan menyebarkan bulu dan memperluas area iritasi.
  2. Cuci area yang terkena dengan air mengalir dan sabun ringan tanpa menggosok. Sabun membantu melarutkan zat iritan.
  3. Tempelkan plester atau lakban transparan di kulit yang terkena, lalu tarik perlahan. Metode ini efektif mengangkat bulu-bulu yang longgar. Ulangi 2–3 kali.
  4. Kompres dengan kain bersih yang dibasahi air dingin selama 10–15 menit untuk mengurangi sensasi terbakar.
  5. Oleskan losion calamine atau pasta soda kue (campuran 1 sendok soda kue dengan sedikit air) untuk menetralkan pH dan mendinginkan kulit.
  6. Minum antihistamin dijual bebas jika gatal tak tertahankan, namun perhatikan petunjuk dosis.
  7. Segera ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda sesak napas, pembengkakan bibir/lidah, atau gatal menyebar ke seluruh tubuh, karena bisa mengindikasikan reaksi anafilaksis.

“Mayoritas kasus dapat ditangani di rumah. Tetapi orang tua harus waspada jika anak terus menerus menggaruk hingga lecet, karena luka terbuka bisa menjadi pintu masuk infeksi bakteri sekunder,” tegas dr. Rina.

Pencegahan dan Imbauan Resmi

Dinkes Kabupaten Bogor mengimbau warga yang tinggal di area padat pohon untuk mengenakan baju lengan panjang, celana panjang, dan sarung tangan saat berkebun, terutama pada musim peralihan yang menjadi masa perkembangbiakan ulat. Pohon yang terdeteksi menjadi sarang harus dipangkas dengan hati-hati atau dilaporkan ke petugas terkait. Jangan membakar sarang ulat karena bulu bisa terbawa asap dan memicu iritasi saluran pernapasan.

Selain itu, segera mandi dan keramas setelah beraktivitas di luar ruangan untuk menghilangkan bulu yang mungkin menempel di rambut atau pakaian. Pakaian yang terkontaminasi sebaiknya direndam air panas sebelum dicuci terpisah.

Hingga berita ini diturunkan, Dinkes memastikan tidak ada korban jiwa dan situasi telah terkendali. Namun, posko kesehatan siaga masih dibuka di Puskesmas Cibinong untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru, terutama di musim kemarau yang cenderung memperbanyak populasi ulat bulu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User