UTBK 2020 Digelar di Tengah Pandemi dengan Protokol Ketat
Ribuan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 gelombang pertama menjalani ujian di Kampus Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta, Cinere, Depok, Mi
Ribuan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 gelombang pertama menjalani ujian di Kampus Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta, Cinere, Depok, Minggu (5/7/2020). Dengan mengenakan masker, mereka duduk berjarak di dalam ruangan ber-AC sambil mengerjakan soal yang menjadi penentu langkah mereka memasuki perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Protokol Kesehatan Ketat di Lokasi Ujian
Penyelenggaraan UTBK tahun itu menjadi berbeda total karena pandemi COVID-19 yang masih melonjak. Panitia lokal menerapkan protokol kesehatan berlapis: setiap peserta wajib memakai masker kain atau medis, menjalani pengecekan suhu tubuh di pintu masuk, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak minimal 1,5 meter di semua area, mulai dari ruang tunggu hingga ruang ujian.
“Kami membatasi kapasitas ruangan menjadi hanya 40 persen dari normal. Setiap komputer diletakkan di bilik khusus dengan sekat akrilik, dan seluruh ruangan serta perangkat dibersihkan dengan disinfektan sebelum dan sesudah setiap sesi,” jelas Koordinator Pelaksana UTBK UPN Veteran Jakarta.
Tak hanya itu, peserta diwajibkan membawa surat keterangan sehat dan mengisi formulir riwayat perjalanan. Jika ada peserta yang kedapatan bersuhu di atas 37,3 derajat Celsius, mereka akan diarahkan ke ruangan isolasi khusus untuk menjalani ujian secara terpisah.
Pengalaman Peserta: Antara Deg-degan dan Lega
Mereka yang mengikuti ujian mengaku perasaan campur aduk. Di satu sisi, fokus diperlukan untuk menjawab soal Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) dalam waktu terbatas. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap penularan virus tak bisa diabaikan.
“Jujur agak takut sih, tapi panitia benar-benar ketat. Sebelum masuk dicek suhu, masker harus dobel, dan tempat duduknya jauh-jauh. Jadi lumayan tenang,” kata Rani, peserta asal Bogor.
Sebelum ujian dimulai, panitia memberikan pengarahan singkat melalui pengeras suara tentang prosedur darurat, termasuk langkah yang harus diambil jika seorang peserta tiba-tiba mengalami gejala selama ujian berlangsung. Hal ini memberikan rasa aman sekaligus gambaran betapa seriusnya ancaman pandemi saat itu.
Peran Krusial UTBK dalam SBMPTN
UTBK bukan sekadar ujian biasa. Nilai yang diperoleh menjadi satu-satunya komponen penilaian untuk mendaftar SBMPTN, jalur seleksi bergengsi yang mempertemukan ratusan ribu lulusan SMA/sederajat dari seluruh Indonesia. Di tengah ketidakpastian pandemi, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tetap memutuskan untuk menyelenggarakan UTBK secara luring dengan alasan keamanan dan kesetaraan teknologi.
Banyak sekolah dan orang tua yang sebelumnya mendesak agar ujian dilakukan daring, namun kendala infrastruktur internet di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) membuat opsi itu sulit diwujudkan secara adil. Keputusan luring pun diambil dengan mitigasi risiko maksimal.
Tantangan dan Adaptasi di Tengah Krisis
Penyelenggaraan UTBK 2020 menjadi contoh nyata bagaimana sektor pendidikan beradaptasi di tengah krisis kesehatan global. Panitia di berbagai pusat UTBK di Tanah Air menyediakan masker cadangan, bilik sterilisasi UV, dan bahkan layanan antar-jemput bagi peserta yang kesulitan transportasi akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Meski begitu, tidak sedikit peserta yang terpaksa batal mengikuti ujian karena terpapar COVID-19 atau menjalani karantina mandiri. LTMPT kemudian memberikan kesempatan ujian susulan pada gelombang berikutnya dengan prosedur verifikasi ketat. Sekitar 3,7 persen dari total 660.000 peserta UTBK akhirnya mengikuti ujian susulan.
Pelajaran Berharga bagi Dunia Pendidikan
Gambar para peserta yang mengenakan masker dan duduk berjarak menjadi potret sejarah yang mengingatkan bahwa pembelajaran dan evaluasi tidak boleh berhenti meski dalam kondisi darurat. Penerapan protokol kesehatan di UTBK kemudian diadopsi oleh berbagai ujian nasional dan internasional di tahun-tahun berikutnya.
Kini, setelah pandemi mereda, sejumlah protokol seperti penggunaan hand sanitizer dan pembersihan berkala tetap dipertahankan sebagai standar kebersihan di lingkungan kampus. Pengalaman UTBK 2020 membuktikan bahwa keselamatan dan kualitas pendidikan bisa berjalan beriringan asalkan didukung perencanaan matang dan disiplin semua pihak.
[SOCIAL_TWEET]: Di tengah pandemi, UTBK 2020 tetap digelar. Peserta bermasker, jarak aman, & protokol super ketat. Apakah ini potret 'new normal' pendidikan kita? #UTBK2020 #SBMPTN #PendidikanIndonesia[SOCIAL_TG]: 📝 UTBK 2020 digelar saat COVID-19 mengganas. Masker, hand sanitizer, dan bilik steril jadi pemandangan baru. Begini kisah para pejuang SBMPTN tahun itu.
Comments (0)