Teheran Jadi Pusat Peringatan Asyura Umat Syiah

Suasana duka dan khidmat menyelimuti ibu kota Iran saat ribuan umat Muslim Syiah turun ke jalan-jalan Teheran untuk mengikuti ritual berkabung tahunan. Prosesi ini digelar menjelang puncak peringatan

Jul 06, 2026 - 13:45
0 0
Teheran Jadi Pusat Peringatan Asyura Umat Syiah

Suasana duka dan khidmat menyelimuti ibu kota Iran saat ribuan umat Muslim Syiah turun ke jalan-jalan Teheran untuk mengikuti ritual berkabung tahunan. Prosesi ini digelar menjelang puncak peringatan Asyura, hari suci yang didedikasikan untuk mengenang pengorbanan dan kesyahidan Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW, di padang Karbala lebih dari 13 abad silam. Pantauan Terdepan.id di lapangan menunjukkan para peserta yang mayoritas berpakaian hitam melakukan arak-arakan sambil melantunkan syair-syair duka dan memukuli dada mereka sebagai simbol kesedihan mendalam atas tragedi tersebut.

Rangkaian Ritual Berkabung

Ritual berkabung Asyura di Iran dikenal dengan sebutan “Azadari” dan telah menjadi tradisi turun-temurun yang mengakar kuat. Prosesi di Teheran ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang berjalan bersama di bawah panji-panji hitam dan hijau bertuliskan nama Imam Hussein. Mereka menempuh rute utama dari Lapangan Imam Hossein menuju pusat kota, menciptakan lautan manusia yang terkoordinasi rapi. Beberapa kelompok pemuda juga mempertunjukkan teater jalanan yang merekonstruksi kisah Pertempuran Karbala, lengkap dengan replika tenda dan properti historis, sehingga para penonton dapat merasakan kembali kepedihan yang dialami keluarga Nabi.

Makna Asyura dan Solidaritas

Bagi umat Syiah, Asyura bukan sekadar ritual tahunan, melainkan fondasi identitas spiritual dan sosial. Imam Hussein diyakini sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan penindasan. Oleh karena itu, setiap tetes air mata dan derap langkah dalam prosesi ini dianggap sebagai pembaruan janji setia pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Salah satu peserta, seorang pemuda bernama Reza, mengungkapkan kepada Terdepan.id, “Saya datang ke sini bukan hanya untuk menangisi tragedi masa lalu, tetapi untuk mengingatkan diri sendiri bahwa kebenaran harus selamanya diperjuangkan, seperti yang diajarkan Imam Hussein.” Kutipan ini mewakili semangat kolektif yang terpancar sepanjang acara.

“Kita berkumpul hari ini untuk mengatakan kepada dunia bahwa pengorbanan Imam Hussein tetap hidup dalam hati kami. Darahnya mengalirkan inspirasi melawan segala bentuk kezaliman,” kata Hujjat al-Islam Mehdi, salah seorang ulama yang memimpin doa dalam prosesi tersebut.

Peringatan Asyura di Iran juga menjadi momen solidaritas sosial karena banyak kelompok menyediakan makanan dan minuman gratis bagi para peserta dan warga sekitar. Dapur-dapur umum didirikan di sudut-sudut jalan, mencerminkan semangat berbagi yang lekat dengan ajaran Ahlulbait. Keamanan prosesi dijamin ketat oleh relawan dan aparat setempat untuk memastikan kelancaran ibadah massal ini. Media resmi Iran melaporkan bahwa ritual serupa berlangsung serentak di kota-kota besar lain seperti Mashhad, Qom, dan Isfahan, menjadikan negeri ini sebagai salah satu pusat peringatan Asyura terbesar di dunia. Dengan khusyuk dan semangat kebersamaan, Teheran kembali meneguhkan perannya sebagai jantung spiritual Syiah yang mengirimkan pesan perdamaian dan keteguhan iman ke seluruh penjuru dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter Startup. Reporter startup dan ekosistem pendanaan.

Comments (0)

User