Samsung Bocorkan Galaxy Buds On dan Smartwatch Baru Jelang Peluncuran
Sebuah kejutan kecil kembali terjadi di dunia teknologi konsumen. Menjelang acara peluncuran resmi yang dikabarkan berlangsung akhir bulan ini, Samsung justru tanpa sengaja mengungkap keberadaan tiga ...
Sebuah kejutan kecil kembali terjadi di dunia teknologi konsumen. Menjelang acara peluncuran resmi yang dikabarkan berlangsung akhir bulan ini, Samsung justru tanpa sengaja mengungkap keberadaan tiga perangkat terbarunya melalui materi promosi yang bocor ke publik. Di tengah persaingan perangkat wearable yang kian sengit, kemunculan perdana ini menjadi sinyal kuat arah baru perusahaan asal Korea Selatan itu dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan dan sensor kesehatan ke dalam produk sehari-hari.
Yang paling menyita perhatian adalah kehadiran Galaxy Buds On, penerus lini true wireless stereo (TWS) yang tampaknya membawa perubahan pada desain dan fitur. Bocoran menunjukkan bentuk yang lebih ramping dengan ujung telinga (ear tip) yang dirancang ulang demi kenyamanan serta isolasi suara pasif yang lebih baik. Nama "On" sendiri mengisyaratkan fokus pada kesadaran lingkungan—sebuah mode transparansi yang ditingkatkan agar pengguna tetap bisa mendengar sekitar tanpa perlu melepas earbud. Ini menjadi semakin relevan di era kerja hibrida, di mana mobilitas dan kesadaran situasional menjadi nilai jual utama.
Tak hanya earbud, dua model jam tangan pintar juga ikut terungkap: Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2. Keduanya terlihat mempertahankan estetika bundar ikonik Samsung, namun dengan material yang lebih premium—kemungkinan titanium pada varian Ultra—serta tombol aksi tambahan yang dapat diprogram. Satu lini data yang muncul di sertifikasi internasional mengindikasikan peningkatan kapasitas baterai signifikan, mencapai daya tahan hingga 3 hari pada penggunaan normal. Ini akan menjadi lompatan besar bagi ekosistem Wear OS yang selama ini masih berkutat pada pengisian daya harian.
Spesifikasi yang Ditunggu dan Warisan Seri Sebelumnya
Sumber internal menyebutkan Galaxy Watch 9 akan hadir dalam dua ukuran, 40 mm dan 44 mm, dengan layar Super AMOLED yang kini lebih terang hingga 2.000 nits—setara dengan kemampuan flagship smartphone. Chipset Exynos W1000 berbasis 3 nm menjadi otak di balik kedua jam tangan ini, menjanjikan efisiensi energi 30% lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Sementara itu, Galaxy Watch Ultra 2 dirancang untuk petualang: sertifikasi MIL-STD-810H, ketahanan air 10 ATM, dan sensor suhu kulit yang kini dapat melacak perubahan suhu basal tubuh secara terus-menerus untuk prediksi siklus menstruasi yang lebih akurat serta deteksi dini gejala penyakit.
Galaxy Buds On tidak kalah menarik. Dibekali driver 2-arah (woofer 11 mm dan tweeter 6,5 mm), earbud ini mendukung codec Hi-Fi AAC dan Samsung Seamless Codec untuk kualitas audio 24-bit 96 kHz tanpa kehilangan data. Teknologi Active Noise Cancellation (ANC) adaptif kini menggunakan algoritma machine learning yang bisa membedakan suara angin dari kebisingan keramaian, lalu menyesuaikan tingkat peredaman secara real-time. Ibarat memiliki asisten audio pribadi, fitur Voice Detect akan otomatis menurunkan volume musik begitu Anda mulai berbicara, lalu mengaktifkan mode suara sekitar.
Integrasi AI dan Ekosistem yang Semakin Solid
Bocoran ini mengonfirmasi bahwa ketiga perangkat akan menjadi etalase pertama fitur Galaxy AI di sektor wearable. Sebagai contoh, Galaxy Watch 9 dapat memberikan analisis kesehatan harian yang dirangkum dalam "Skor Energi"—sebuah metrik sederhana yang menggabungkan data tidur, detak jantung, dan variabilitas denyut jantung untuk memberi tahu apakah tubuh Anda siap beraktivitas berat atau butuh istirahat. Fitur ini merupakan hasil pengembangan penelitian Samsung bersama Stanford University selama dua tahun terakhir, memanfaatkan dataset lebih dari 300.000 jam tidur manusia.
Sementara itu, Buds On mendukung penerjemahan percakapan langsung melalui smartphone pasangan. Saat mendengar lawan bicara berbicara dalam bahasa asing, earbud akan menerjemahkan dan menyampaikan suara hasil terjemahan ke telinga pengguna dengan latensi kurang dari 0,8 detik. Ini adalah lompatan besar dari fitur serupa yang hanya tersedia di aplikasi ponsel, kini hadir secara native pada perangkat audio.
Perbandingan dengan Kompetitor dan Harga Perkiraan
Melihat lanskap pasar, Galaxy Watch Ultra 2 akan berhadapan langsung dengan Apple Watch Ultra 2 yang dirilis tahun lalu. Keduanya sama-sama mengusung material tangguh dan navigasi satelit dual-band, namun Samsung unggul dalam kompatibilitas—jam ini tidak hanya untuk pengguna Galaxy, melainkan semua smartphone Android modern. Di sisi earbud, Galaxy Buds On ditengarai akan dibanderol sekitar 179 dolar AS (Rp 2,8 juta), sedikit lebih mahal dari Galaxy Buds FE namun menawarkan ANC adaptif yang biasanya hanya ada di kelas premium di atas 200 dolar.
| Fitur | Galaxy Buds On | AirPods Pro 2 |
|---|---|---|
| ANC Adaptif | Ya, berbasis AI | Ya |
| Codec HD | Samsung Seamless (24-bit) | AAC (16-bit) |
| Baterai (dengan case) | 30 jam | 24 jam |
| Tahan Air | IPX7 | IPX4 |
Peluncuran akhir bulan ini diperkirakan akan mengusung tema "Unfold Your Health", menyelaraskan perangkat wearable dengan seri Galaxy Z Fold dan Flip baru. Samsung tampaknya ingin menegaskan bahwa inovasi bukan hanya soal layar lipat, melainkan juga bagaimana teknologi bisa menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat. Dengan bocoran yang sudah menyebar luas, tinggal menunggu konfirmasi resmi—namun jika data yang terlihat akurat, konsumen dapat bersiap menyambut ekosistem wearable yang lebih pintar dan kompetitif dari sebelumnya.
Baca juga:
Comments (0)