Presiden Xi Jinping Buka WAIC 2026, Sinyal Ambisi AI China
Shanghai, Terdepan.id — Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dijadwalkan secara resmi membuka gelaran World Artificial Intelligence Conference (W
Shanghai, Terdepan.id — Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dijadwalkan secara resmi membuka gelaran World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai pada 4 Juli mendatang. Langkah ini secara tegas memperlihatkan komitmen negara Tirai Bambu untuk menjadi pemimpin global dalam pengembangan dan penerapan kecerdasan buatan (AI).
Konfirmasi Kehadiran dan Persiapan Acara
Panitia WAIC 2026, melalui pernyataan resmi pada Rabu (24/6), mengonfirmasi bahwa Presiden Xi Jinping akan hadir langsung di Shanghai World Expo Exhibition and Convention Center. Kehadiran ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan WAIC sejak 2018, menandai eskalasi signifikan perhatian pemerintah pusat terhadap sektor AI. Seluruh jajaran pengamanan dan logistik protokoler telah disiagakan untuk menyambut kunjungan kepala negara tersebut.
Sinyal Politik dan Strategi Nasional
Kehadiran Xi Jinping bukan sekadar seremoni. Para analis politik dan teknologi dari China Academy of Information and Communications Technology (CAICT) menilai langkah ini sebagai sinyal kuat pelaksanaan Strategi Nasional AI Generasi Berikutnya yang telah dirintis sejak 2017. Strategi ini menargetkan Tiongkok sebagai pusat inovasi AI dunia senilai USD 150 miliar pada 2030. Dalam beberapa tahun terakhir, investasi riset AI Tiongkok tumbuh rata-rata 35% per tahun, dengan fokus pada semikonduktor, kendaraan otonom, dan model bahasa berskala besar (LLM).
“Kehadiran Presiden Xi Jinping menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar proyek teknologi, melainkan fondasi ketahanan ekonomi dan keamanan nasional,” ujar Prof. Li Wei, pakar kebijakan teknologi dari Universitas Tsinghua.
Agenda dan Pameran Teknologi
WAIC 2026 akan berlangsung selama empat hari, 4–7 Juli, dengan tema “Intelligent Connectivity, Shared Future.” Lebih dari 500 perusahaan teknologi dari 20 negara akan memamerkan inovasi terbaru, termasuk drone pintar, robot humanoid, sistem diagnosis medis berbasis AI, dan platform komputasi kuantum. Huawei, Baidu, Alibaba, dan Zhipu AI dipastikan menjadi peserta utama yang akan mendemonstrasikan teknologi flagship mereka. Selain pidato pembukaan, Xi Jinping diagendakan meninjau langsung paviliun inovasi nasional dan berdialog dengan para ilmuwan muda penerima penghargaan AI Youth Talent Award.
Dampak Ekonomi dan Geopolitik
Kehadiran pemimpin tertinggi Tiongkok di ajang WAIC juga dibaca sebagai respons terhadap persaingan teknologi global, khususnya dengan Amerika Serikat dan Eropa. Tiongkok tengah mempercepat kemandirian rantai pasok chip pasca pembatasan ekspor semikonduktor AS. Pemerintah Tiongkok juga baru saja merilis AI Governance Framework 2.0 yang menyeimbangkan regulasi etika dengan keleluasaan inovasi. Langkah ini diharapkan mampu menarik investasi asing dan kolaborasi riset internasional di tengah ketegangan geopolitik.
Menurut data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, nilai industri inti AI dalam negeri melampaui RMB 600 miliar pada 2025, dengan lebih dari 4.500 perusahaan AI aktif. Shanghai sendiri telah menjadi pusat riset AI dengan lebih dari 20 laboratorium nasional dan investasi zona khusus seluas 100 hektar di Distrik Pudong.
Tanggapan Internasional dan Ekspektasi
Sejumlah pemimpin perusahaan teknologi global menyambut positif kehadiran Xi Jinping. Mereka berharap keterlibatan langsung presiden dapat memperjelas arah kebijakan dan membuka pintu kerjasama lintas negara yang lebih luas. Sementara itu, komunitas peneliti AI menantikan pidato presiden yang diprediksi akan menekankan pentingnya AI yang inklusif, aman, dan berkelanjutan sesuai dengan visi Digital Silk Road.
WAIC 2026 diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan bisnis bernilai puluhan miliar RMB dan menjadi katalis bagi terobosan teknologi seperti integrasi AI dengan 6G dan komputasi otonom. Kehadiran Xi Jinping tidak hanya mengukuhkan prestise acara, tetapi juga mengirim pesan tegas bahwa era kecerdasan buatan adalah panggung utama Tiongkok di masa depan.
Comments (0)