Google Rilis Laporan Gemini, Peta Adopsi AI di Asia Tenggara

Jakarta, Terdepan.id — Google resmi meluncurkan Gemini SEA Report, sebuah laporan komprehensif yang memetakan tingkat adopsi dan dampak kecerdasan buatan (

Google Rilis Laporan Gemini, Peta Adopsi AI di Asia Tenggara

Jakarta, Terdepan.id — Google resmi meluncurkan Gemini SEA Report, sebuah laporan komprehensif yang memetakan tingkat adopsi dan dampak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kawasan Asia Tenggara. Peluncuran dilakukan dalam acara virtual press briefing yang menghadirkan dua eksekutif senior Google: Samuele Saini, Director Google Ads Solutions Southeast Asia, dan Sapna Chadha, Vice President Southeast Asia and South Asia Frontier.

Laporan ini menjadi tonggak penting bagi Google dalam memahami bagaimana negara-negara di Asia Tenggara—termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina—merespons gelombang transformasi AI yang kian masif. Gemini SEA Report tidak hanya menyajikan data statistik, tetapi juga mengupas perilaku pengguna, kesiapan infrastruktur digital, serta peluang ekonomi yang muncul dari integrasi AI di berbagai sektor industri.

Potret Adopsi AI: Indonesia dan Vietnam Memimpin

Salah satu temuan paling mencolok dalam laporan ini adalah posisi Indonesia dan Vietnam sebagai dua negara dengan tingkat antusiasme tertinggi terhadap AI. Berdasarkan data yang dipaparkan, lebih dari 70 persen pengguna internet di Indonesia telah berinteraksi dengan setidaknya satu layanan berbasis AI dalam enam bulan terakhir, baik melalui asisten virtual, rekomendasi konten, maupun alat produktivitas seperti Google Gemini.

Samuele Saini menekankan bahwa angka ini mencerminkan pergeseran fundamental dalam ekosistem digital Asia Tenggara.

"Kami melihat Asia Tenggara bukan sekadar pasar yang mengonsumsi teknologi AI, tetapi kawasan yang aktif membentuk cara AI digunakan. Perilaku pengguna di Indonesia, misalnya, sangat unik—mereka memanfaatkan AI untuk hal-hal praktis seperti mencari resep masakan, merencanakan perjalanan, hingga membantu anak-anak mengerjakan tugas sekolah,"

ungkap Saini dalam sesi pemaparannya.

Dampak Ekonomi: Sektor UMKM dan Periklanan Digital Bertransformasi

Gemini SEA Report juga menyoroti bagaimana AI mulai mengubah wajah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan. Google mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan alat periklanan berbasis AI, seperti Performance Max dan Smart Bidding, yang memungkinkan pelaku usaha mengoptimalkan kampanye iklan mereka secara otomatis.

Sapna Chadha menjelaskan bahwa teknologi ini membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau oleh pelaku UMKM.

"Dulu, menjalankan kampanye iklan digital yang efektif membutuhkan keahlian teknis tinggi dan anggaran besar. Kini, dengan bantuan AI, seorang pemilik warung kecil di Yogyakarta bisa menargetkan pelanggan potensial di radius lima kilometer hanya dalam beberapa klik. Demokratisasi akses inilah yang menjadi kekuatan utama AI,"

tegas Chadha.

Lebih lanjut, laporan ini mengestimasi bahwa kontribusi AI terhadap produk domestik bruto (PDB) digital Asia Tenggara dapat mencapai USD 45 miliar pada 2030, dengan sektor periklanan digital, e-commerce, dan fintech sebagai pendorong utama.

Tantangan Kesenjangan Digital dan Literasi AI

Di balik optimisme tersebut, Gemini SEA Report tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan serius. Kesenjangan infrastruktur digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi hambatan besar. Selain itu, tingkat literasi AI yang belum merata berpotensi menciptakan jurang baru dalam pemanfaatan teknologi.

Google menyoroti tiga tantangan utama yang perlu diatasi bersama oleh pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat:

  • Konektivitas — masih terdapat sekitar 40 persen populasi di kawasan pedesaan Asia Tenggara yang belum memiliki akses internet stabil berkecepatan tinggi.
  • Keterampilan digital — survei menunjukkan hanya 35 persen tenaga kerja di kawasan yang merasa cukup percaya diri menggunakan alat berbasis AI dalam pekerjaan sehari-hari.
  • Regulasi dan etika — kebutuhan akan kerangka hukum yang melindungi privasi data tanpa menghambat inovasi menjadi isu krusial yang terus bergulir di level nasional maupun regional.

Sapna Chadha menambahkan bahwa Google berkomitmen untuk menjembatani kesenjangan ini melalui berbagai program pelatihan.

"Kami telah melatih lebih dari tiga juta orang di Asia Tenggara melalui program Google Career Certificates dan inisiatif Grow with Google. Ke depan, kami akan memperdalam fokus pada kurikulum AI agar lebih banyak talenta lokal siap bersaing di era ekonomi digital,"

imbuhnya.

Google Gemini: Fondasi Teknologi di Balik Laporan

Laporan ini sendiri ditenagai oleh Google Gemini, model AI multimodal terbaru Google yang dirancang untuk memahami dan mengolah berbagai jenis data—teks, gambar, audio, video, dan kode pemrograman—dalam satu kerangka kerja terpadu. Samuele Saini menjelaskan bahwa kemampuan Gemini dalam menganalisis data dalam jumlah masif memungkinkan laporan ini menyajikan wawasan yang lebih tajam dan prediktif.

"Gemini bukan sekadar alat bantu; ia adalah fondasi bagaimana kami memahami perilaku pengguna di Asia Tenggara secara real-time dan kontekstual. Ini memungkinkan kami memberikan rekomendasi yang benar-benar relevan bagi mitra bisnis dan pengiklan," ujar Saini.

Prospek 2025–2026: Kolaborasi Jadi Kunci

Menatap ke depan, Google menekankan bahwa kolaborasi multipihak akan menjadi penentu keberhasilan adopsi AI di Asia Tenggara. Pemerintah perlu menyediakan regulasi yang adaptif, sektor swasta harus terus berinovasi, dan masyarakat wajib dibekali keterampilan yang relevan.

Gemini SEA Report diharapkan menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan, investor, dan pelaku industri dalam merancang strategi menghadapi era AI. Dengan populasi muda yang melek digital dan pertumbuhan ekonomi yang dinamis, Asia Tenggara memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat inovasi AI global—asalkan seluruh pemangku kepentingan bergerak seirama.

[SOCIAL_TWEET]: Google resmi rilis Gemini SEA Report! Adopsi AI di Indonesia & Vietnam tertinggi, 70% pengguna internet RI sudah pakai layanan AI. UMKM makin dimudahkan dengan iklan otomatis. Tapi ada PR besar: kesenjangan digital & literasi. Selengkapnya di sini. #GoogleGemini #AIAsiaTenggara #UMKMGoDigital[SOCIAL_TG]: 📊 Google rilis Gemini SEA Report! 🌏 Indonesia & Vietnam pimpin adopsi AI di Asia Tenggara. 70% pengguna internet RI sudah pakai layanan AI. UMKM makin gampang pasang iklan pakai AI. Tapi tantangan masih besar: internet desa dan literasi AI. Yuk baca selengkapnya! 🔍

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User