Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa di Car Free Day
Suasana Jakarta Pusat pada Minggu pagi (21/10) tampak berbeda. Di tengah keramaian warga yang berolahraga dan bersepeda di kawasan Car Free Day (CFD), sebu
Suasana Jakarta Pusat pada Minggu pagi (21/10) tampak berbeda. Di tengah keramaian warga yang berolahraga dan bersepeda di kawasan Car Free Day (CFD), sebuah gerai layanan Samsat Keliling berdiri strategis. Sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut untuk memperpanjang masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tanpa perlu repot mendatangi kantor Samsat. Inovasi ini menjadi angin segar bagi pemilik kendaraan yang kerap mengeluhkan rumitnya prosedur pembayaran pajak tahunan.
Layanan Samsat Keliling Tanpa Syarat Berbelit
Berbeda dengan persepsi lama, warga kini cukup membawa STNK asli dan kartu tanda penduduk (KTP) pemilik. Pihak Samsat Keliling tidak lagi mewajibkan fotokopi dokumen maupun Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Langkah penyederhanaan ini merupakan bagian dari program digitalisasi administrasi kendaraan yang digagas oleh Tim Pembina Samsat Daerah. "Kami ingin memudahkan masyarakat. Tidak perlu repot membawa map berisi berkas-berkas tebal," ujar seorang petugas di lokasi. Antrean di gerai pun terpantau singkat; warga hanya perlu mengisi formulir singkat, menyerahkan dokumen asli, dan melakukan pembayaran secara tunai atau non-tunai menggunakan QRIS.
Prosedur Cepat: Dari Antre Hingga STNK Baru
Tahapan layanan dirancang sesingkat mungkin. Pertama, pemilik kendaraan menyerahkan STNK lama dan KTP. Petugas kemudian memindai data melalui tablet yang terhubung dengan basis data Samsat pusat. Kedua, sistem langsung menampilkan nominal pajak yang harus dibayar, termasuk Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Ketiga, setelah pembayaran berhasil, STNK baru dicetak dan diserahkan langsung kepada pemilik. Proses keseluruhan memakan waktu kurang dari 15 menit. Bagi yang belum sempat membawa uang pas, tersedia opsi pembayaran digital yang memudahkan.
Kenapa Car Free Day Menjadi Lokasi Strategis?
CFD dipilih karena menjadi titik kumpul ribuan warga setiap akhir pekan. Dengan membuka gerai di Jalan Sudirman-Thamrin, Samsat mampu menjangkau pemilik kendaraan yang biasanya tidak sempat mengurus pajak pada hari kerja. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, rata-rata kunjungan CFD mencapai 50.000 orang per minggu. Potensi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan yang selama ini masih rendah. Selain itu, kehadiran gerai di kawasan bebas polusi sejalan dengan kampanye green mobility yang mendorong warga beralih ke transportasi ramah lingkungan sembari menyelesaikan kewajiban administrasi.
Antusiasme Warga dan Testimoni Positif
Rina (38), seorang peserta CFD yang mengaku baru pertama kali mencoba layanan ini, mengatakan, "Saya kira bayar pajak tahunan itu ribet. Ternyata sekarang cukup bawa STNK saja, prosesnya cepat. Sambil olahraga pagi, urusan administrasi selesai." Reaksi serupa muncul dari Ardi, pengendara sepeda motor yang telah menunggak pajak tiga bulan. "Biasanya saya malas karena harus ke Samsat yang jauh. Tahu ada gerai di CFD, langsung saya datangi. Ternyata nggak pakai BPKB, jadi lebih simpel," ungkapnya. Petugas juga mencatat terjadi lonjakan transaksi hingga 30% dibandingkan hari biasa di kantor Samsat.
Dorongan Menuju Digitalisasi Penuh
Kebijakan tidak wajibnya BPKB di gerai Samsat Keliling adalah bagian dari integrasi data kendaraan nasional. Sistem saat ini telah memungkinkan verifikasi kepemilikan kendaraan melalui plat nomor dan KTP. Meski begitu, petugas mengimbau agar pemilik tetap menyimpan BPKB di tempat aman karena tetap diperlukan saat prosedur balik nama atau kehilangan STNK. Ke depan, Pemprov DKI berencana menambah titik layanan serupa di taman kota dan pusat perbelanjaan. Program ini diharapkan mampu mendongkrak realisasi penerimaan pajak kendaraan yang menjadi salah satu andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta, yang pada tahun lalu menyumbang lebih dari Rp 9 triliun.
"Kami menargetkan seluruh layanan Samsat bisa diakses secara daring penuh pada akhir tahun, termasuk pembayaran pajak lima tahunan," ujar Kepala Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor Jakarta Pusat.
Dengan adanya kemudahan ini, warga diharapkan tidak lagi menunda pembayaran pajak. Bagi yang melewatkan kesempatan di CFD, gerai Samsat Keliling tetap hadir di sejumlah titik lain setiap harinya, seperti di area parkir pasar tradisional atau halaman kantor kelurahan.
[SOCIAL_TWEET]: Tak perlu BPKB! Kini bayar pajak STNK bisa sambil olahraga di Car Free Day Jakarta. Proses cepat, cukup bawa STNK & KTP. #PajakKendaraan #CarFreeDay #SamsatKeliling[SOCIAL_TG]: 🚗🏃♂️ Sambil CFD, bayar pajak kendaraan langsung beres. Cukup bawa STNK + KTP, tanpa BPKB. Cepat & praktis! #SamsatKeliling
Comments (0)