Prananda Surya Paloh Ajak Anak Muda Berkarya Tanpa Politik

JAKARTA — Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, Prananda Surya Paloh, menegaskan komitmennya untuk merangkul generasi muda agar aktif berkarya tanpa harus terjun

Prananda Surya Paloh Ajak Anak Muda Berkarya Tanpa Politik

JAKARTA — Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, Prananda Surya Paloh, menegaskan komitmennya untuk merangkul generasi muda agar aktif berkarya tanpa harus terjun ke dunia politik praktis. Pernyataan ini disampaikan di tengah proses evaluasi menyeluruh yang tengah dilakukan organisasi sayap pemuda Partai NasDem tersebut di seluruh tingkatan.

Sosok Prananda dan Garda Pemuda NasDem

Prananda Surya Paloh merupakan putra dari Surya Paloh, pendiri sekaligus Ketua Umum Partai NasDem. Sejak dipercaya memimpin Garda Pemuda NasDem, Prananda konsisten menyuarakan pentingnya pemberdayaan anak muda di luar jalur politik formal. Garda Pemuda NasDem sendiri adalah organisasi sayap yang mewadahi kader-kader muda partai berlambang matahari terbit itu.

Di bawah kepemimpinan Prananda, organisasi ini tidak hanya fokus pada konsolidasi politik menjelang pemilu, tetapi juga aktif menginisiasi program-program sosial, pelatihan kewirausahaan, dan pengembangan kapasitas kepemimpinan yang terbuka bagi seluruh pemuda Indonesia—tanpa memandang afiliasi politik mereka.

Evaluasi di Seluruh Tingkatan

Dalam pernyataan terbarunya, Prananda mengungkapkan bahwa Garda Pemuda NasDem sedang menjalani proses evaluasi yang mencakup seluruh tingkatan struktur organisasi, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga ranting. Evaluasi ini bertujuan untuk memetakan ulang kekuatan organisasi dan memastikan bahwa program-program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan anak muda di akar rumput.

"Kami sedang melakukan evaluasi di seluruh tingkatan organisasi. Tujuannya bukan sekadar mengevaluasi kinerja politik, tetapi juga mengukur sejauh mana Garda Pemuda NasDem mampu menjadi wadah yang inklusif bagi kreativitas dan inovasi anak muda," ujar Prananda dalam sesi wawancara bersama Liputan6.com.

Langkah evaluasi ini dilakukan secara bertahap sejak awal tahun 2026. Tim evaluasi internal telah diterjunkan ke berbagai daerah untuk mengumpulkan masukan dari kader-kader muda mengenai efektivitas program dan arah organisasi ke depan. Hasil evaluasi ini rencananya akan dirumuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal ketiga mendatang.

Merangkul Tanpa Politik

Salah satu poin penting yang ditekankan Prananda adalah bahwa berkarya dan berkontribusi bagi bangsa tidak harus selalu identik dengan berpolitik. Ia meyakini bahwa banyak anak muda potensial yang enggan bergabung dengan partai politik karena stigma negatif yang masih melekat, namun memiliki semangat besar untuk membawa perubahan di komunitasnya.

Garda Pemuda NasDem, di bawah arahan Prananda, membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda yang ingin mengembangkan diri di bidang-bidang seperti:

  • Kewirausahaan sosial — pendampingan usaha kecil dan menengah milik pemuda;
  • Pendidikan dan literasi digital — program pelatihan keterampilan abad ke-21 di daerah tertinggal;
  • Advokasi isu lingkungan — gerakan pelestarian alam berbasis komunitas;
  • Seni dan budaya — festival dan pameran kreativitas lokal sebagai sarana ekspresi non-politik.

Dengan pendekatan ini, Prananda berharap organisasi yang dipimpinnya dapat menjadi jembatan antara aspirasi anak muda dan ruang kontribusi nyata, terlepas dari apakah mereka kelak memilih jalur politik atau tidak.

Respon dan Harapan

Pengamat politik kepemudaan dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Rinaldi, menilai langkah Prananda sebagai strategi yang cerdas di tengah meningkatnya apatisme politik generasi muda. "Dengan memisahkan urusan berkarya dan politik praktis, Garda Pemuda NasDem berpotensi menarik segmen anak muda yang selama ini antipati terhadap partai politik. Ini adalah positioning yang membedakan mereka dari organisasi sayap pemuda partai lainnya," ujarnya.

Hingga saat ini, sejumlah program non-politik Garda Pemuda NasDem telah menjangkau lebih dari 50.000 pemuda di 34 provinsi. Angka ini ditargetkan meningkat dua kali lipat pada akhir tahun 2026 seiring dengan rampungnya evaluasi dan restrukturisasi organisasi.

Prananda menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa anak muda Indonesia memiliki potensi luar biasa yang tidak boleh tersekat oleh sekat-sekat politik. "Yang penting niatnya membangun negeri. Caranya bisa macam-macam, tidak harus lewat partai politik. Kami di Garda Pemuda NasDem siap memfasilitasi jalan apa pun yang mereka pilih," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User