Prabowo Merasa Dihantam di Ulu Hati karena Kekayaan RI Dicuri
Presiden Prabowo Subianto mengekspresikan kesedihan mendalam atas kondisi eksploitasi kekayaan alam Indonesia oleh negara lain. Dalam pidatonya yang penuh
Presiden Prabowo Subianto mengekspresikan kesedihan mendalam atas kondisi eksploitasi kekayaan alam Indonesia oleh negara lain. Dalam pidatonya yang penuh emosi pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta Convention Center, Minggu (12/7/2026), ia mengaku merasakan sakit yang luar biasa—"seperti dihantam di ulu hati"—setiap kali menyaksikan sumber daya alam nasional dikeruk pihak asing tanpa memberi manfaat optimal bagi rakyat.
"Saya benar-benar merasa dihantam di ulu hati. Kekayaan alam kita dicuri setiap hari. Kita punya tambang emas, tembaga, nikel, minyak, gas, hutan, laut yang kaya raya, tetapi rakyat hanya dapat remah-remahnya," ujar Presiden dengan suara bergetar di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari koperasi se-Indonesia, pejabat kementerian, dan tamu undangan.
Prabowo tidak menjelaskan secara rinci negara mana yang dimaksud, namun sinyalmen kerasnya mengingatkan pada praktik penambangan liar, pencurian ikan di perairan Natuna, dan ekspor mineral mentah yang selama ini merugikan keuangan negara. Ia menyebut bahwa di era globalisasi, kemerdekaan politik harus diikuti dengan kemerdekaan ekonomi agar Indonesia benar-benar berdiri di atas kaki sendiri.
Konteks Eksploitasi Sumber Daya Alam Indonesia
Indonesia adalah negara mega-biodiversitas dengan cadangan mineral dan energi yang melimpah. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, sekitar 21 juta ton atau 24% dari total global, serta cadangan timah kedua terbesar, dan cadangan bauksit keenam terbesar. Di sektor kelautan, potensi perikanan mencapai 12,5 juta ton per tahun, namun lebih dari 30% di antaranya dicuri oleh kapal-kapal asing ilegal.
Menurut laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sejumlah LSM, kerugian negara akibat pencurian sumber daya alam mencapai Rp 300 triliun hingga Rp 500 triliun setiap tahunnya. Angka ini berasal dari illegal logging, illegal fishing, pertambangan tanpa izin, dan manipulasi ekspor bahan mentah. "Ini adalah kejahatan terhadap kedaulatan NKRI. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal martabat bangsa," tegas Prabowo.
Salah satu contoh nyata adalah praktik pengapalan bijih nikel dan bauksit yang selama bertahun-tahun diekspor ke negara-negara industri maju dengan harga murah, lalu diolah menjadi produk bernilai tinggi dan dijual kembali ke Indonesia dengan harga puluhan kali lipat. Prabowo menilai pola ini sebagai bentuk neo-kolonialisme yang harus diakhiri.
Peran Koperasi dalam Memperkuat Kedaulatan Ekonomi
Pada peringatan Hari Koperasi ke-79 yang mengusung tema "Koperasi Kuat, Indonesia Mandiri", Presiden Prabowo menekankan bahwa koperasi harus menjadi garda terdepan dalam mengamankan kekayaan nasional. Ia memaparkan visi untuk membangun jaringan koperasi di sektor-sektor strategis—pertambangan rakyat, pertanian, perikanan, dan energi terbarukan—sehingga keuntungan benar-benar dinikmati oleh masyarakat akar rumput.
"Saya ingin koperasi-koperasi kita menjadi pemain utama. Bukan hanya jadi penonton. Koperasi harus mampu mengelola tambang-tambang rakyat, mengolah hasil bumi kita sendiri, dan memasarkan langsung ke konsumen tanpa melalui tengkulak atau multinasional yang mengambil untung selangit," ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana mengalokasikan dana abadi koperasi sebesar Rp 20 triliun pada tahun 2027 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini akan digunakan untuk memberikan pinjaman lunak, pelatihan manajemen, dan modernisasi teknologi bagi 250.000 koperasi di seluruh Indonesia. Prabowo juga mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bertransformasi menjadi koperasi multipihak yang dapat mengelola sumber daya lokal secara profesional.
Kronologi Pidato dan Reaksi Publik
- Prabowo tiba di lokasi pukul 09.00 WIB dan langsung disambut Menteri Koperasi dan UKM. Pidato utama dimulai pukul 10.15 WIB.
- Pada menit ke-12 pidato, Prabowo tiba-tiba menurunkan intonasi suara dan mengungkapkan perasaan pribadinya soal pencurian kekayaan alam, yang kemudian menjadi sorotan utama media.
- Pengamat politik menilai pernyataan tersebut sebagai sinyal bahwa pemerintah akan mengambil kebijakan lebih tegas terhadap investasi asing yang eksploitatif dan meningkatkan perlindungan aset nasional.
- Di media sosial, tagar #UluHatiPrabowo langsung menjadi trending topic dengan lebih dari 150.000 cuitan dalam waktu tiga jam setelah acara.
- Sejumlah organisasi lingkungan dan aktivis anti-korupsi menyambut baik pernyataan Presiden, namun menuntut agar diikuti dengan tindakan nyata penegakan hukum.
Dampak dan Tindak Lanjut
Pidato emosional Prabowo ini diprediksi akan memengaruhi kebijakan perdagangan luar negeri dan peraturan investasi. Kementerian Investasi dan BKPM kini tengah menyusun revisi Peraturan Presiden tentang Daftar Negatif Investasi, yang akan membatasi kepemilikan asing di sektor-sektor primer dan mewajibkan pengolahan di dalam negeri. Sementara itu, TNI Angkatan Laut dan Bakamla diperintahkan untuk meningkatkan patroli guna memberantas pencurian ikan dan penyelundupan mineral.
Prabowo mengakhiri pidatonya dengan seruan optimistis: "Kita harus menjadi bangsa yang berdaulat penuh. Jangan biarkan air susu dibalas air tuba. Koperasi adalah jalan kita menuju kemandirian. Maju terus koperasi Indonesia!"
Apakah pernyataan ini akan benar-benar mengubah peta ekonomi politik Indonesia atau hanya retorika politik belaka? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, "hantaman di ulu hati" itu kini menjadi simbol perlawanan terhadap pencurian kekayaan nasional.
[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo merasa 'dihantam di ulu hati' atas pencurian kekayaan alam RI. Kerugian capai Rp 500 triliun per tahun. Kini dia dorong koperasi sebagai benteng ekonomi rakyat. #UluHatiPrabowo #KoperasiKuat #KedaulatanEkonomi[SOCIAL_TG]: 🔥 Prabowo ungkapkan sakit hati: Kekayaan RI dicuri, rakyat hanya dapat remah. Koperasi jadi andalan untuk hentikan eksploitasi. 🇮🇩
Comments (0)