Prabowo: Banyak Penyusup Curi Dana MBG, Program Tetap Berjalan

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kemarahan setelah menemukan indikasi kuat adanya penyusup yang memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan pribadi. Dalam sebuah pernyataan ...

Prabowo: Banyak Penyusup Curi Dana MBG, Program Tetap Berjalan

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kemarahan setelah menemukan indikasi kuat adanya penyusup yang memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan pribadi. Dalam sebuah pernyataan tegas, ia menegaskan bahwa program andalan pemerintah ini tidak akan dihentikan meskipun muncul sejumlah penyelewengan. Kepala daerah diminta turun langsung melakukan pengawasan ketat demi menjaga integritas program yang telah menyasar jutaan pelajar dan keluarga prasejahtera sejak diluncurkan pada awal 2025.

Penyusup dalam Program MBG

Presiden Prabowo secara terbuka menyebut bahwa ada oknum yang menyusup ke dalam rantai distribusi MBG dan bertindak seperti "maling". Mereka diduga melakukan pencurian bahan pangan, pemalsuan data penerima, serta penggelembungan anggaran. "Saya marah, banyak penyusup yang jadi maling MBG. Ini program mulia, jangan dirusak oleh orang-orang serakah," ujar Prabowo dengan nada tinggi. Istilah "penyusup" merujuk pada pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan tetapi menyalahgunakan celah sistem untuk memperoleh keuntungan finansial dari program bernilai puluhan triliun rupiah tersebut.

Modus yang teridentifikasi meliputi penjualan kembali makanan yang seharusnya dibagikan gratis, pengurangan porsi secara signifikan, hingga kolusi antara pemasok lokal dan petugas lapangan untuk menyediakan bahan berkualitas rendah. Data sementara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menunjukkan adanya penyimpangan dana hingga 15% di beberapa daerah, terutama di wilayah yang minim pengawasan. Presiden memerintahkan investigasi menyeluruh dan memastikan bahwa para pelaku akan dijerat dengan hukuman berat sesuai undang-undang tindak pidana korupsi.

Komitmen Melanjutkan Program

Di tengah sorotan penyelewengan tersebut, Prabowo dengan tegas menolak wacana penghentian program MBG. Ia menjelaskan bahwa program ini telah memberikan dampak positif yang nyata, khususnya dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa. "MBG akan tetap lanjut. Jangan karena ada beberapa tikus, kita bakar seluruh lumbung. Rakyat kecil sudah menunggu manfaatnya," jelasnya. Program MBG saat ini menjangkau lebih dari 82 juta penerima yang tersebar di 514 kabupaten/kota, sehingga keberlanjutannya menjadi prioritas utama.

Kepala Badan Gizi Nasional, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis MBG, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memperkuat sistem audit berbasis teknologi digital. Setiap titik distribusi akan dilengkapi dengan perangkat pelacakan real-time dan kewajiban pelaporan harian. Selain itu, pemerintah pusat mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp3,2 triliun untuk memperbaiki tata kelola dan memberikan insentif bagi daerah yang berhasil menjaga transparansi penyaluran.

Instruksi Pengawasan Ketat bagi Kepala Daerah

Presiden secara khusus meminta para gubernur, bupati, dan wali kota untuk tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus terlibat aktif dalam memantau setiap tahapan program, mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak di dapur umum, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah. "Kepala daerah harus jadi mata dan telinga saya. Laporkan langsung jika ada kejanggalan, jangan ragu bertindak," tegasnya dalam rapat koordinasi yang dihadiri seluruh kepala daerah secara virtual.

Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah juga membuka saluran pengaduan publik melalui aplikasi "LaporMBG" yang dapat diakses masyarakat secara gratis. Aplikasi ini memungkinkan penerima manfaat, guru, maupun orang tua untuk mengunggah foto, lokasi, dan kronologi jika menemukan makanan yang tidak sesuai standar. Seluruh laporan akan ditindaklanjuti dalam waktu maksimal 1x24 jam oleh tim reaksi cepat yang dibentuk di tingkat kecamatan. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka penyimpangan secara signifikan.

Peneliti kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Mulya, menilai bahwa instruksi pengawasan langsung oleh kepala daerah merupakan langkah revolusioner. "Ini model responsibility chain yang memotong birokrasi berlapis. Selama ini kendala utama program bantuan pangan adalah lemahnya akuntabilitas di lapis terbawah," katanya. Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat melalui platform digital juga akan menciptakan efek jera bagi calon penyusup.

Dengan komitmen melawan penyusup dan memperketat pengawasan, pemerintah optimistis program MBG dapat terus berjalan sesuai visi awal: mencerdaskan generasi melalui perut yang terisi. Prabowo mengakhiri pernyataannya dengan pesan lugas, "Saya tidak akan lelah mengejar para maling program rakyat. Mereka harus ditindak tegas, sementara MBG harus terus mengalir untuk anak-anak Indonesia."

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User