OxygenOS dan Realme UI Dikabarkan Segera Dihentikan
Kabar mengejutkan kembali datang dari ekosistem ponsel pintar Android. Sebuah laporan terbaru mengindikasikan bahwa dua antarmuka khas—OxygenOS milik OnePlus dan Realme UI milik Realme—dikabarkan ...
Kabar mengejutkan kembali datang dari ekosistem ponsel pintar Android. Sebuah laporan terbaru mengindikasikan bahwa dua antarmuka khas—OxygenOS milik OnePlus dan Realme UI milik Realme—dikabarkan akan segera dihentikan pengembangannya. Jika informasi ini akurat, maka kita akan menyaksikan berakhirnya dua identitas perangkat lunak yang telah menjadi ciri khas masing-masing merek selama bertahun-tahun. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari restrukturisasi besar dalam naungan grup BBK Electronics yang menaungi ketiga merek—OnePlus, Realme, dan OPPO—sekaligus sinyal kuat menuju konsolidasi platform yang lebih ramping dan efisien.
Apa Itu OxygenOS dan Realme UI?
Bagi pengguna setia OnePlus, OxygenOS bukan sekadar sistem operasi, melainkan fondasi pengalaman yang mendefinisikan merek tersebut sejak awal kemunculannya. Dikenal dengan antarmuka yang bersih, responsif, dan minim gangguan (bloatware), OxygenOS kerap disebut sebagai salah satu versi Android paling mendekati stok murni. Filosofi “fast and smooth” atau cepat dan mulus yang diusungnya menjadikan OxygenOS favorit di kalangan pengguna yang menginginkan performa gesit tanpa embel-embel visual yang membebani.
Sementara itu, Realme UI mengambil pendekatan berbeda. Antarmuka ini hadir dengan personalisasi visual yang kaya, fitur-fitur ekstensif, dan tampilan warna-warni yang menyasar demografi pengguna lebih muda. Realme UI dibangun dengan semangat memberikan kendali penuh kepada pengguna atas estetika perangkat mereka, lengkap dengan tema dinamis, opsi kustomisasi ikon, dan berbagai fitur pintar berbasis AI (Artificial Intelligence / kecerdasan buatan) untuk optimasi baterai dan performa.
Kedua antarmuka ini, meski berbeda filosofi, sama-sama berjalan di atas fondasi kernel Android yang sama dan telah menerima pembaruan rutin selama beberapa generasi. OxygenOS terakhir hadir dalam versi 15 yang diumumkan bersama seri OnePlus 13, sementara Realme UI terus bergulir dengan iterasi berbasis Android terbaru untuk perangkat-perangkat Realme di berbagai segmen harga.
Mengapa Kedua Antarmuka Ini Harus Dihentikan?
Motif di balik laporan penghentian ini diduga kuat berkaitan dengan strategi efisiensi grup BBK Electronics. Mempertahankan tiga antarmuka berbeda—ColorOS dari OPPO, OxygenOS dari OnePlus, dan Realme UI—memerlukan tim pengembang, sumber daya pengujian, dan siklus pembaruan yang terpisah. Dalam lanskap industri ponsel yang semakin ketat secara margin, duplikasi semacam ini menjadi beban operasional yang signifikan.
Ibarat memiliki tiga dapur terpisah untuk memasak menu yang pada dasarnya serupa—sama-sama Android, sama-sama mengandalkan layanan Google, dan sama-sama menargetkan pengalaman premium—perusahaan akhirnya menyadari bahwa menyatukan dapur tersebut akan menghasilkan efisiensi waktu serta biaya tanpa mengorbankan kualitas hidangan yang disajikan. Isyarat ke arah ini sebenarnya sudah terlihat sejak OnePlus mengumumkan integrasi basis kode (codebase) OxygenOS dengan ColorOS beberapa waktu lalu, yang saat itu menuai kritik dari penggemar setia karena dianggap mengaburkan identitas khas OnePlus.
Penyatuan ini juga sejalan dengan tren industri yang lebih luas. Banyak produsen kini beralih ke pendekatan platform perangkat lunak tunggal yang dapat disesuaikan secara modular untuk berbagai merek dan segmen harga. Samsung dengan One UI-nya dan Xiaomi dengan HyperOS telah membuktikan bahwa satu fondasi perangkat lunak yang solid dapat melayani lini produk yang sangat beragam tanpa kehilangan diferensiasi.
Dampak bagi Pengguna Setia
Pertanyaan paling mendesak tentu saja: bagaimana nasib jutaan perangkat OnePlus dan Realme yang saat ini masih beroperasi dengan OxygenOS dan Realme UI? Berdasarkan pola historis transisi serupa di industri, kemungkinan besar pengguna akan menerima pembaruan yang secara bertahap memigrasikan perangkat mereka ke platform terpadu—kemungkinan besar berbasis ColorOS—tanpa kehilangan data atau fungsionalitas inti. Proses ini umumnya dilakukan melalui pembaruan OTA (Over-The-Air) dalam beberapa gelombang.
Kekhawatiran terbesar pengguna OnePlus khususnya adalah potensi hilangnya karakter “ringan dan bersih” yang selama ini menjadi identitas OxygenOS. ColorOS, meski telah mengalami penyempurnaan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tetap memiliki reputasi sebagai antarmuka yang lebih berat secara visual dan sarat fitur. Namun perlu dicatat bahwa OPPO telah menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pengalaman yang lebih ramping di perangkat-perangkat flagship mereka, sehingga transisi ini tidak serta-merta berarti pengorbanan total atas filosofi “fast and smooth.”
Untuk pengguna Realme, dampaknya mungkin tidak terlalu kontras mengingat Realme UI dan ColorOS sejak awal telah berbagi banyak kesamaan DNA desain dan fungsionalitas. Justru, penyatuan ini berpotensi mempercepat siklus pembaruan keamanan dan peningkatan versi Android yang selama ini sering terlambat diterima perangkat Realme kelas menengah ke bawah.
Yang pasti, konsolidasi semacam ini juga membuka peluang bagi ekosistem yang lebih kohesif. Fitur-fitur seperti transfer file cepat lintas perangkat, sinkronisasi notifikasi, dan integrasi aksesori—yang selama ini terbatas pada masing-masing merek—berpotensi bekerja secara mulus di seluruh perangkat dalam naungan grup BBK. Ini adalah nilai tambah yang signifikan di era Internet of Things (IoT) di mana perangkat tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi simpul dalam jaringan yang saling terhubung.
Hingga saat ini, baik OnePlus maupun Realme belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai laporan tersebut, sehingga statusnya masih sebatas spekulasi. Namun jika tren restrukturisasi di tubuh BBK Electronics terus berlanjut, kita mungkin akan menyaksikan pengumuman besar dalam beberapa bulan mendatang—dan itu akan menandai babak baru yang fundamental dalam lanskap perangkat lunak ponsel Android global.
Baca juga:
Comments (0)