Nicholas Saputra Bintangi Iklan Tolak Angin, Sido Muncul Ekspansi Global

Langkah besar kembali diambil oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dalam memperkuat posisi produk herbal Indonesia di kancah global. Pada Seni

Nicholas Saputra Bintangi Iklan Tolak Angin, Sido Muncul Ekspansi Global

Langkah besar kembali diambil oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dalam memperkuat posisi produk herbal Indonesia di kancah global. Pada Senin, 18 Mei 2026, perusahaan resmi meluncurkan iklan terbaru produk andalannya, Tolak Angin, yang kali ini dibintangi aktor kenamaan Nicholas Saputra. Mengusung tema “Dari Indonesia untuk Dunia”, kampanye ini menjadi penanda ekspansi Sido Muncul yang tak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga pada penguatan riset dan standardisasi mutu jamu agar mampu bersaing di pasar internasional.

Latar Belakang Kolaborasi Strategis

Pemilihan Nicholas Saputra bukan sekadar gimmick pemasaran. Pria yang dikenal dengan citra intelektual dan berkelas ini dianggap mampu menjembatani dua hal penting: kedekatan dengan generasi muda urban dan representasi Indonesia yang modern di mata dunia. Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa diperlukan ikon yang membawa nilai autentik sekaligus global. “Kami ingin masyarakat dunia melihat bahwa Indonesia punya produk herbal berkualitas tinggi, dan Nicholas Saputra adalah sosok yang tepat untuk menyampaikan pesan itu,” ujarnya di hadapan awak media yang hadir di Jakarta.

Tolak Angin sendiri telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Dari resep rumahan warisan leluhur, produk ini berkembang menjadi formula terstandar yang diproduksi dengan teknologi modern. Dengan tambahan wajah baru, Sido Muncul berharap mampu memperluas ceruk pasar, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z yang kian sadar akan pentingnya kesehatan berbasis alami.

Kronologi Peluncuran Iklan “Dari Indonesia untuk Dunia”

Proses persiapan kampanye ini telah dimulai sejak enam bulan sebelumnya, meliputi pembuatan konsep kreatif, produksi film iklan oleh tim lokal dan asing, hingga penyesuaian konten untuk platform digital global. Berikut rangkaian acara peluncuran yang berlangsung pada 18 Mei 2026:

  1. Pukul 09.00 WIB: Konferensi pers di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dihadiri oleh jajaran direksi Sido Muncul, Nicholas Saputra, dan perwakilan BPOM serta Kementerian Perdagangan.
  2. Pukul 10.30 WIB: Pemutaran perdana iklan versi 60 detik yang menampilkan visual perjalanan Tolak Angin dari kebun herbal di Wonogiri hingga ke rak farmasi di luar negeri.
  3. Pukul 11.00 WIB: Diskusi panel bertajuk “Jamu Goes Global: Antara Tradisi dan Inovasi” bersama pakar fitofarmaka, ekonom, dan tokoh industri kreatif.
  4. Pukul 13.00 WIB: Penyerahan simbolis bibit tanaman herbal kepada Nicholas Saputra sebagai simbol keberlanjutan.
  5. Pukul 14.00 WIB: Peluncuran gerai Tolak Angin modern di bandara Soekarno-Hatta dan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, sekaligus peresmian kemasan edisi khusus “Global Heritage”.

Investasi Riset Herbal Menuju Standar Global

Di balik kemeriahan iklan, Sido Muncul menekankan bahwa fondasi utama strategi global mereka adalah riset dan pengembangan. Perusahaan telah menggelontorkan investasi lebih dari Rp 200 miliar dalam tiga tahun terakhir untuk penelitian herbal, meliputi uji klinis, standardisasi ekstrak, dan pengembangan produk berbasis bukti ilmiah. Riset ini bekerja sama dengan sejumlah universitas terkemuka di Indonesia dan lembaga penelitian di Eropa, terutama untuk membuktikan efikasi kandungan jahe, daun mint, dan echinacea dalam Tolak Angin.

Kami tidak ingin Tolak Angin hanya dikenal sebagai jamu tradisional tanpa data klinis. Di pasar global, konsumen menginginkan transparansi dan bukti, makanya kami lakukan uji farmakologi bertaraf internasional,” jelas Kepala Riset dan Pengembangan Sido Muncul, Dr. apt. Sri Wahyuni. Hasilnya, saat ini Tolak Angin telah mengantongi sertifikat Halal dari berbagai otoritas luar negeri dan sedang dalam proses pendaftaran ke Badan Pengawas Obat Amerika Serikat (FDA) serta European Medicines Agency (EMA).

Pasar Internasional dan Target Baru

Saat ini, Tolak Angin telah diekspor ke 27 negara, dengan penetrasi terbesar di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Dengan kampanye baru, Sido Muncul menargetkan masuk ke pasar Eropa Barat dan Amerika Utara dalam waktu dua tahun ke depan. Direktur Ekspor Sido Muncul, Indarto Widodo, menyebut bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan jaringan farmasi di Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat. “Kami melihat tren wellbeing dan preventive care pasca-pandemi membuat masyarakat dunia lebih terbuka pada produk herbal. Ini momentum yang tidak boleh dilewatkan,” ujarnya.

Untuk mendukung ekspansi, Sido Muncul juga merombak identitas visual Tolak Angin. Kemasan baru hadir dengan desain minimalis, informasi komposisi dalam dwibahasa (Indonesia-Inggris), serta QR code yang mengarahkan konsumen ke halaman riset dan sertifikat mutu. Gerai flagship di bandara menjadi etalase awal sebelum produk masuk ke drugstore premium di luar negeri.

Nicholas Saputra: Lebih dari Sekadar Brand Ambassador

Di sela wawancara, Nicholas Saputra mengaku tertarik dengan proyek ini karena memiliki visi yang sejalan dengan kecintaannya pada budaya dan kesehatan holistik. “Saya tumbuh di lingkungan yang menghargai jamu bukan sekadar minuman, tapi filosofi hidup. Ketika Sido Muncul menawarkan kerja sama, saya melihat ini kesempatan untuk membawa nilai luhur Indonesia ke panggung dunia,” tuturnya. Aktor yang juga seorang pegiat lingkungan itu akan terlibat dalam kampanye digital, serial dokumenter pendek tentang tanaman herbal Indonesia, serta menjadi pembicara di forum kesehatan internasional yang diinisiasi Sido Muncul.

Kehadiran Nicholas Saputra diharapkan mampu meningkatkan brand awareness Tolak Angin di segmen wisatawan asing dan ekspatriat, sekaligus menumbuhkan kebanggaan nasional. Data internal Sido Muncul menunjukkan lonjakan penjualan hingga 18 persen pada produk jamu modern setelah menggunakan figur publik yang memiliki kedekatan emosional kuat dengan audiens.

Prospek dan Harapan

Langkah Sido Muncul ini tidak lepas dari potensi pasar jamu global yang diprediksi mencapai USD 130 miliar pada 2030. Indonesia sebagai salah satu pusat mega biodiversitas dunia memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan menyambut baik inisiatif swasta yang mengintegrasikan riset, teknologi, dan budaya untuk memperkenalkan produk asli Indonesia.

Direktur Utama Sido Muncul menutup sambutannya dengan optimisme: “Kami ingin suatu hari nanti, Tolak Angin dikenal seperti halnya ginseng Korea atau minyak zaitun Italia. Ini bukan mimpi, melainkan komitmen yang kami bangun hari ini.” Dengan sinergi antara figur publik tepat, riset berkelanjutan, dan strategi pemasaran global, perjalanan Tolak Angin dari industri rumahan menjadi ikon herbal dunia sepertinya tinggal menunggu waktu.

[SOCIAL_TWEET]: Nicholas Saputra resmi jadi wajah baru Tolak Angin! Sido Muncul siap bawa jamu Indonesia mendunia lewat riset dan inovasi. 🚀🇮🇩 #TolakAnginGoGlobal #NicholasSaputra #SidoMuncuHerbal[SOCIAL_TG]: 🔥 *Nicholas Saputra* resmi jadi ikon Tolak Angin! Sido Muncul perkuat riset herbal demi pasar global. Baca berita lengkap di sini. 🌿

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User