Mourinho Raih Kemenangan Dramatis 2-1 di Debut Kembali ke Real Madrid
José Mourinho memulai babak keduanya sebagai pelatih Real Madrid dengan cara yang sangat khas: perayaan, frustrasi, dan akhirnya kelegaan. Pada laga pertam
José Mourinho memulai babak keduanya sebagai pelatih Real Madrid dengan cara yang sangat khas: perayaan, frustrasi, dan akhirnya kelegaan. Pada laga pertamanya setelah 4.380 hari alias 12 tahun, pelatih asal Portugal itu membawa Los Blancos meraih kemenangan 2-1 atas Espanyol di kandang lawan. Namun kemenangan itu tidak datang mudah — gol penentu baru lahir pada menit ke-90, memaksa para pemain pelapis berlari sepanjang garis lapangan untuk merayakan bersama pencetak gol yang justru bukan bintang besar, melainkan pemain berusia 21 tahun yang baru enam bulan lalu nyaris tak dikenal publik.
Kembali ke Bernabéu Setelah 12 Tahun
Kepulangan Mourinho kali ini dinantikan dengan ekspektasi luar biasa. Sosok yang pernah membawa Real Madrid meraih gelar juara La Liga 2011-2012 dengan rekor 100 poin itu kembali mengisi kursi pelatih yang sebelumnya dipegang Carlo Ancelotti. Masa kepelatihan pertamanya di Madrid berlangsung pada 2010-2013, dan kini, lebih dari satu dekade kemudian, sang "Si Tua yang Masih Garang" kembali dengan pengakuan bahwa dirinya kini jauh lebih tenang dibandingkan masa-masa sebelumnya.
Ketenangan itu justru terlihat kontras dengan atmosfer stadion pada laga debutnya. Real Madrid sempat kesulitan menghadapi perlawanan Espanyol yang tampil agresif. Pertandingan berjalan sengit, dengan kedua tim saling jual beli serangan hingga skor sempat imbang. Momentum itu membuat tensi di bangku cadangan Madrid memuncak, terlebih ketika laga memasuki menit-menit akhir.
Kronologi Laga: Gol Penentu di Menit ke-90
- Babak pertama: Real Madrid membuka keunggulan lebih dulu, namun Espanyol tidak tinggal diam dan mampu menyamakan kedudukan, membuat skor menjadi 1-1 hingga jeda.
- Babak kedua: Mourinho melakukan sejumlah penyesuaian taktik, termasuk memasukkan pemain-pemain kunci dari bangku cadangan untuk menambah daya gedor. Namun pertahanan Espanyol masih mampu meredam serangan demi serangan.
- Menit ke-90: Gol penentu akhirnya lahir lewat aksi Carlos Espí, pemain muda berusia 21 tahun yang enam bulan lalu masih bermain di Levante. Gol ini memastikan kemenangan 2-1 dan meledakkan euforia di kubu tamu.
Yang menarik, gol tersebut bukan datang dari trio bintang yang selama ini menjadi sorotan. Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Jude Bellingham — tiga nama termahal dan paling bersinar di skuad Madrid — gagal menjadi pembeda hingga akhir laga. Justru Espí, pemain yang didatangkan secara tak terduga dari Levante, yang menjadi pahlawan.
Perayaan Tenang di Tengah Euforia
Saat gol ke-90 itu tercipta, seluruh bangku cadangan Real Madrid kosong. Para pemain pelapis berlari kencang menyusuri garis lapangan menuju arah Espí yang merayakan di sudut lapangan. Namun Mourinho tidak ikut berlari. Ia memilih mengepalkan tangan, berdiri pelan, lalu berjalan di belakang para pemainnya sambil menyaksikan mereka berteriak kegirangan.
Setelah kerumunan perayaan mulai bubar, Mourinho sempat menarik kaptennya, Fede Valverde, untuk berbicara sebentar. Momen itu menggambarkan satu hal sederhana: rasa lega yang luar biasa. Dalam pertandingan yang menegangkan seperti ini, satu kata mungkin cukup untuk menggambarkan perasaannya — phew, akhirnya.
Tugas Besar di Depan Mata
Kemenangan ini hanyalah langkah awal dari tugas yang jauh lebih besar. Tugas utama Mourinho musim ini bukan sekadar menang di laga pembuka, melainkan meracik tiga megabintang sekaligus: Mbappé, Vinícius, dan Bellingham agar bisa bermain harmoni dalam satu tim. Ketiganya adalah pemain dengan gaya dominan yang kerap membutuhkan ruang bebas, sehingga membentuk keseimbangan di antara mereka menjadi pekerjaan rumah tersulit sang pelatih.
Selain itu, laga ini juga menjadi ajang debut Yan Diomande, bek termahal dalam sejarah klub. Real Madrid dilaporkan telah menyepakati kesepakatan senilai €115 juta untuk memboyong Diomande pada 5 Agustus 2026 lalu — rekor transfer termahal yang pernah dikeluarkan klub. Kehadirannya di lini belakang diharapkan menjadi fondasi baru bagi pertahanan Madrid untuk musim-musim mendatang.
Pahlawan Tak Terduga: Carlos Espí
Kisah paling menarik dari laga ini tentu saja Carlos Espí. Enam bulan lalu, namanya nyaris tidak dikenal oleh penggemar sepak bola Eropa. Kini, pemain 21 tahun itu mencatatkan namanya dalam sejarah debut kedua Mourinho bersama Real Madrid dengan gol penentu kemenangan. Perjalanannya dari Levante ke Santiago Bernabéu memang tidak biasa — didatangkan secara mendadak tanpa banyak pemberitaan, namun langsung membuktikan nilai lebihnya di panggung terbesar.
Bagi Mourinho, kemenangan ini adalah modal penting untuk membangun kepercayaan diri tim di awal musim. Namun ia tahu betul bahwa jalan masih panjang. Laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya, ketika trio bintangnya mulai menemukan ritme dan lawan-lawan yang lebih berat datang silih berganti. Untuk malam ini, setidaknya, pelatih berusia 63 tahun itu bisa tersenyum lega — pulang dengan tiga poin dari kandang lawan, dan sebuah awal baru yang manis di Madrid.
[SOCIAL_TWEET]: Gol menit ke-90 Carlos Espí memastikan kemenangan dramatis 2-1 Real Madrid atas Espanyol di debut kedua Mourinho setelah 4.380 hari. Debut manis untuk Si Tua yang Garang! #RealMadrid #LaLiga #Mourinho [SOCIAL_TG]: ⚽ BREAKING: Real Madrid menang 2-1 atas Espanyol di laga debut kedua Mourinho. Gol kemenangan menit ke-90 dicetak Carlos Espí (21). Rekrutan termahal €115 juta Yan Diomande turut debut. Simak kronologi lengkapnya di Terdepan.id.
Comments (0)