Arsenal Difavoritkan Juara Premier League di Tengah Gelombang Panas Ekstrem

LONDON — Malam ini Stadion Emirates menjadi panggung pembukaan Premier League musim 2026/2027 ketika juara bertahan Arsenal menjamu tim promosi Coventry Ci

Arsenal Difavoritkan Juara Premier League di Tengah Gelombang Panas Ekstrem

LONDON — Malam ini Stadion Emirates menjadi panggung pembukaan Premier League musim 2026/2027 ketika juara bertahan Arsenal menjamu tim promosi Coventry City. Hampir bersamaan, kriket Inggris bersiap memasuki enam pekan terakhir County Championship dengan para penjaga lapangan (groundstaff) yang kelelahan akibat lima gelombang panas ekstrem. Dua wajah olahraga Inggris musim panas ini bertemu dalam satu tema besar: cuaca ekstrem yang menguji segalanya, mulai dari prediksi juara hingga kelayakan lapangan bermain.

Musim baru dimulai hanya sebulan setelah final Piala Dunia 2026 yang dimenangkan Spanyol atas Argentina pada 19 Juli. Bagi para penggemar, jeda itu terasa sangat singkat, dan keluhan soal hilangnya "musim panas" pun bermunculan. Namun kompetisi tidak menunggu siapa pun. Malam ini seluruh mata tertuju pada Arsenal, yang digadang-gadang akan mempertahankan gelar juara.

Prediksi Juara: Sejarah Berbicara Lain

Hampir seluruh pakar dan pengamat sepak bola menjadikan Arsenal sebagai kandidat terkuat peraih trofi musim ini. Pola ini nyaris identik dengan dua musim sebelumnya: Liverpool digadang-gadang menjadi juara pada musim lalu, dan Manchester City menjadi favorit mutlak pada musim sebelumnya. "Prediksi Premier League adalah permainan yang menipu," demikian nada editorial Football Daily yang mengingatkan bahwa status favorit tidak pernah menjamin trofi di akhir musim.

Perbandingan sederhana soal favorit juara dalam tiga musim terakhir:

MusimFavorit PakarStatus
2024/25Manchester CityFavorit mutlak
2025/26LiverpoolDigadang-gadang juara
2026/27ArsenalPilihan hampir semua pakar

Komentar Pedas Warnai Awal Musim

Seperti biasa, musim baru tidak lengkap tanpa drama bursa transfer dan perang komentar. Kritikus sepak bola Pål Jørgen Bakke melontarkan sindiran tajam soal gelandang Manchester United, Carlos Baleba. "Fans Manchester United cukup cerdas untuk tahu bahwa Carlos 'Daydream' Baleba hanya memakai klub ini sebagai batu loncatan kariernya," tulis Bakke. Sementara itu, pelatih Newcastle Matthias Jaissle tak luput dari perbandingan dengan gaya melatih Alan Pardew dan Scott Parker. "Musim belum dimulai, tapi kritik sudah datang," ujar Mike Wilner menanggapi pemberitaan tersebut.

Lima Gelombang Panas Menguras Tenaga Groundstaff

Sementara dunia sepak bola sibuk berprediksi, kriket Inggris menghadapi musuh yang jauh lebih nyata: cuaca. County Championship kembali bergulir Kamis ini untuk enam pekan terakhir menuju 27 September. Papan klasemen Divisi Satu sangat ketat — hanya 11 poin yang memisahkan Nottinghamshire di posisi pertama dari Essex di posisi keenam. Sementara itu, Kent dan Northants memperebutkan tiket promosi kedua Divisi Dua, bersama Durham yang hampir dipastikan promosi.

Para pemain telah berada di treadmill kompetisi sejak 3 April dan berganti-ganti turnamen tanpa jeda. Namun yang paling terpukul justru groundstaff. Musim panas ini menghadirkan lima gelombang panas dengan suhu menyengat dan hampir tidak ada hujan di sebagian besar Inggris.

"Iklim abad ke-20 kini telah hilang,"
ujar Mike Kendon, ilmuwan Met Office, dalam wawancara dengan The Spin. Meski demikian, kalender kriket tetap berjalan seolah tidak terjadi apa-apa, memaksa para penjaga lapangan bekerja ekstra siang malam demi menjaga lapangan tetap layak dimainkan.

Kronologi Musim Panas 2026

  1. 3 April — Musim kriket Inggris resmi dimulai.
  2. 19 Juli — Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 di final melawan Argentina.
  3. Juli–Agustus — Lima gelombang panas melanda Inggris; hujan nyaris nihil di sebagian besar wilayah.
  4. Kamis pekan ini — County Championship bergulir kembali untuk enam pekan final.
  5. 27 September — Musim kriket dijadwalkan berakhir.

Ketiga kepala groundstaff yang diwawancarai The Spin sepakat: menjaga lapangan tetap bisa dimainkan di tengah suhu ekstrem adalah pekerjaan yang tidak pernah tidur. "Tidak ada yang lebih lelah daripada mereka," tulis The Spin menutup laporannya, merujuk pada para pekerja yang menguras tenaga di lapangan yang kering kerontang.

Kesimpulannya, musim panas 2026 menjadi ujian besar bagi olahraga Inggris. Di satu sisi, Premier League membuka lembaran baru dengan prediksi yang menggoda; di sisi lain, kriket mengingatkan bahwa perubahan iklim bukan lagi sekadar wacana, melainkan musuh nyata yang berdiri di tengah lapangan.

[SOCIAL_TWEET]: Arsenal difavoritkan pertahankan gelar Premier League, sementara kriket Inggris berjuang melawan lima gelombang panas. "Iklim abad ke-20 sudah hilang," kata Met Office. #PremierLeague #Cricket[SOCIAL_TG]: Premier League 2026/27 resmi bergulir: Arsenal vs Coventry City malam ini. Di sisi lain, lima gelombang panas membuat groundstaff kriket kewalahan. Simak berita selengkapnya di Terdepan.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User