Mayjen Shamsor Tinjau IKN: Kagumi Perkembangan, Responsnya di Luar Ekspektasi

Suasana di kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara, mendadak berubah. Deretan kendaraan taktis dan protokol keamanan yang ketat menandai kehadiran tamu istimewa. Mayor Jen...

Mayjen Shamsor Tinjau IKN: Kagumi Perkembangan, Responsnya di Luar Ekspektasi

Suasana di kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara, mendadak berubah. Deretan kendaraan taktis dan protokol keamanan yang ketat menandai kehadiran tamu istimewa. Mayor Jenderal Dato’ Shamsor bin Jaafar, Panglima Divisyen Kelima Tentera Darat Malaysia, melangkah turun dari kendaraannya dengan tatapan penuh antusiasme. Ia bukan turis biasa. Ia datang untuk menyaksikan sendiri mega proyek yang kerap disebut-sebut sebagai ‘kota hutan pintar’ masa depan Indonesia. Yang terjadi kemudian adalah sebuah momen yang tidak diprediksi siapa pun. Pertemuan dengan Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, berlangsung hangat, tetapi yang paling membekas adalah komentar-komentar jenderal tersebut setelah melihat langsung progres pembangunan. Publik Indonesia, yang terbiasa dengan pujian diplomatis basa-basi, sontak terkejut membaca kata-kata Mayjen Shamsor yang begitu substantif dan personal.

Kedatangan Bersejarah dari Kuala Lumpur

Divisyen Kelima bukanlah satuan biasa. Dalam struktur Tentera Darat Malaysia, divisi ini bertanggung jawab atas wilayah pantai timur dan dikenal memiliki kesiapsiagaan tinggi. Kehadirannya di IKN menunjukkan bahwa kunjungan ini memiliki bobot strategis, bukan sekadar silaturahmi. Mayjen Shamsor sendiri adalah alumnus akademi militer ternama dan pernah menempuh pendidikan di Amerika Serikat, sehingga ia paham betul arti penting perencanaan kota dari sudut pandang pertahanan. Bersama rombongan, ia disambut langsung oleh Basuki Hadimuljono, mantan Menteri PUPR yang kini memimpin OIKN. Basuki, dengan gaya teknokratisnya, memaparkan visi IKN sebagai kota pintar yang mengintegrasikan AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan) dan IoT (Internet of Things) dalam tata kelolanya.

Melihat Langsung Mega Proyek IKN

Di bawah terik matahari Kalimantan, Mayjen Shamsor tidak hanya mendengar presentasi. Ia melihat sendiri bagaimana teknologi mutakhir dijejalkan ke dalam setiap sudut perencanaan. Mereka mengunjungi miniatur kawasan yang menampilkan twin tower setinggi 150 meter, jaringan jalan bawah tanah, dan pusat data yang dikelilingi hutan tropis. Basuki menjelaskan bahwa IKN menggunakan sistem smart grid untuk distribusi listrik yang 100 persen berasal dari energi terbarukan pada 2045. Teknologi blockchain juga diterapkan untuk mengamankan dokumen pertanahan, sementara seluruh sistem transportasi publik akan dikendalikan oleh machine learning guna meminimalkan kemacetan. Ibarat seorang pilot yang menginspeksi kokpit pesawat baru, sang jenderal tampak teliti memeriksa setiap detail. “Saya melihat bukan hanya gedung, tapi sebuah ekosistem masa depan yang menyatu dengan alam,” ujarnya dalam salah satu sesi.

Respons Tak Terduga: Bukan Sekadar Diplomasi

Di sinilah titik balik yang mengejutkan. Alih-alih memberikan pernyataan diplomatis standar seperti “kami bangga dengan kemajuan Indonesia”, Mayjen Shamsor justru menyampaikan pandangan yang sangat personal dan teknis. Di depan media, ia membandingkan IKN dengan proyek kota pintar kelas dunia seperti Songdo di Korea Selatan dan Masdar City di Uni Emirat Arab, lalu dengan lantang menyatakan bahwa IKN memiliki keunggulan unik. “Di banyak tempat, kota pintar hanya menjadi tempelan teknologi di atas beton. Di sini, teknologinya justru menyatu dengan alam. Saya rasa ini adalah model yang akan ditiru banyak negara,” ujarnya. Pernyataan itu sontak mengejutkan, karena biasanya pejabat militer asing sangat berhati-hati memberikan penilaian yang bisa dianggap sebagai intervensi terhadap kebijakan domestik. Ia bahkan mengaku kagum dengan pendekatan perencanaan berbasis data yang digunakan untuk memprediksi kebutuhan infrastruktur 30 tahun ke depan. “Saya tidak menyangka bisa melihat perencanaan kota dengan presisi militer seperti ini. Ini bukan sekadar kota administratif, ini adalah benteng peradaban modern,” tambahnya, disambut tepuk tangan hadirin. Rekaman video dan kutipan tersebut langsung viral di media sosial, dengan netizen menyebutnya sebagai “respons paling jujur dari seorang jenderal asing.”

Makna Strategis bagi Hubungan Bilateral

Pengakuan Mayjen Shamsor bukan tanpa alasan. Dari perspektif pertahanan, IKN dirancang dengan sistem keamanan siber berlapis dan infrastruktur tahan bencana. Hal ini menambah dimensi baru dalam kerjasama militer Malaysia-Indonesia. Tak hanya pujian, sang jenderal juga mengungkapkan ketertarikan mendalam untuk mempelajari sistem keamanan siber yang diterapkan di ibu kota baru ini. Ia menyebut Malaysia sedang mengembangkan pusat pertahanan siber nasional, dan pengalaman Indonesia membangun infrastruktur digital dari nol sangat berharga. Kedua pihak bahkan membahas kemungkinan riset bersama (joint research) di bidang artificial intelligence untuk deteksi ancaman dini serta latihan gabungan di kawasan IKN dalam skenario pengamanan ibu kota negara. Basuki Hadimuljono sendiri mengaku terharu. “Kami tidak menduga apresiasi sebesar ini. Ini menjadi motivasi bahwa IKN bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga diapresiasi oleh negara sahabat. Kami menyambut baik potensi kolaborasi, karena IKN adalah laboratorium hidup yang bisa berbagi pengetahuan,” tuturnya.

Kunjungan Mayjen Shamsor meninggalkan kesan mendalam. Lebih dari sekadar lawatan kenegaraan, momen ini menjadi validasi tak terduga atas visi besar IKN. Di tengah skeptisisme sebagian kalangan terhadap mega proyek ini, pujian tulus dari seorang panglima militer negara tetangga seakan menjadi angin segar. Respons di luar dugaan itu kini menjadi topik hangat, sekaligus menambah optimisme bahwa ibu kota baru Indonesia tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga etalase inovasi yang diakui dunia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User