Kapten Matthew Webb Cetak Sejarah Penyeberangan Selat Inggris Pertama
"Tarik. Bernapas. Tendang. Meluncur." Tiga dekade setelah pelajaran renang terakhirnya, jurnalis Emma John mendapati dirinya duduk di sebuah ruang kuliah m
"Tarik. Bernapas. Tendang. Meluncur." Tiga dekade setelah pelajaran renang terakhirnya, jurnalis Emma John mendapati dirinya duduk di sebuah ruang kuliah mengulang kata-kata itu bersama puluhan orang asing. Semua peserta berusaha keras agar tidak saling melukai mata ketika menyesuaikan gerakan dengan nyanyian serempak tersebut.
Pengalaman itu, sebagaimana ditulis John dalam esainya di The Guardian, justru terasa euforia. "Ternyata Anda tidak perlu berada di dekat air untuk takjub pada sebuah prestasi renang, apalagi yang usianya sudah lebih dari 150 tahun," tulisnya. Bagi John, ritual sederhana itu membawanya pada kisah Kapten Matthew Webb, manusia pertama yang menyeberangi Selat Inggris dengan berenang.
Prestasi tersebut terjadi tepat pada 24–25 Agustus 1875, dan hari ini, Senin 24 Agustus 2026, genap 151 tahun sejak pelaut asal Dawley, Shropshire, Inggris, itu menceburkan diri ke perairan Dover menuju Calais, Prancis. Webb lahir pada 19 Januari 1848 dan tumbuh menjadi pelaut tangguh sejak muda. Sebelum penyeberangan bersejarahnya, ia sempat menyelamatkan seorang pelaut yang jatuh ke laut di Samudra Atlantik — keberanian yang membuatnya dihormati rekan-rekan sekapalnya dan diganjar medali dari lembaga penyelamatan Inggris.
21 Jam 45 Menit Melawan Arus dan Sengatan Ubur-ubur
Webb memulai lompatan bersejarahnya pada malam 24 Agustus 1875. Jarak garis lurus Selat Inggris memang hanya sekitar 33 kilometer, tetapi arus pasang yang deras membuatnya harus menempuh sekitar 62 kilometer — nyaris dua kali lipat. Ia tiba di pantai Calais keesokan harinya setelah 21 jam 45 menit berenang tanpa henti.
Perjalanan itu bukan tanpa rintangan. Sepanjang malam, Webb disengat ubur-ubur, dihantam ombak, dan bertahan dengan bahan bakar sederhana yang disodorkan dari perahu pendamping: brendi, teh kaldu sapi, serta minyak ikan kod. Ia berenang dengan gaya dada — satu-satunya teknik yang dikuasainya, karena gaya bebas modern belum dikenal kala itu. Menariknya, ini bukan percobaan pertamanya; pada 12 Agustus 1875 ia sempat gagal karena sengatan ubur-ubur, namun kurang dari dua pekan kemudian ia memilih mencoba lagi.
Cautionary Tale: Ketika Ambisi Melampaui Rekor
John menegaskan bahwa kisah Webb adalah "cautionary tale" — sebuah kisah peringatan. Setelah namanya melambung, tekanan ekonomi memaksanya mencari nafkah lewat atraksi renang ekstrem, termasuk berendam di dalam tangki kaca selama berhari-hari demi hiburan publik yang haus tontonan.
Puncak ambisinya terjadi pada 24 Juli 1883, ketika Webb mencoba berenang menembus jeram pusaran Air Terjun Niagara. Aksi itu berakhir tragis: ia tewas di usia 35 tahun, dan tubuhnya baru ditemukan beberapa hari kemudian. "Webb membuktikan bahwa batas tubuh manusia bisa didorong melampaui akal sehat, tetapi ambisinya yang tak terkendali menjadi pengingat bahwa rekor bukanlah segalanya," demikian para pengamat olahraga menilai warisannya.
Olahraga di Era Konten yang Melupakan Manusianya
Di era yang haus konten, John mengingatkan, olahraga dikonsumsi sebagai hiburan sesaat: kita menonton, berdecak kagum, lalu menggulir layar untuk keajaiban berikutnya. Nasib Webb menunjukkan bahwa di balik setiap rekor ada tubuh dan jiwa manusia yang membayar harga yang tidak selalu terlihat dari luar. Ia menjadi korban dari selera publik yang sama yang dulu mengaguminya — harus terus menciptakan atraksi baru agar tetap relevan, hingga atraksi terakhirnya menelan nyawanya.
Warisan bagi Renang Marathon Modern
Kendati berakhir tragis, penyeberangan Webb melahirkan tradisi yang hidup hingga kini. Channel Swimming Association, yang berdiri pada 1927, menjadikan Selat Inggris sebagai ujian ketahanan paling bergengsi di dunia. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1.800 orang berhasil menyeberang secara solo — jumlah yang masih jauh lebih kecil dibandingkan jumlah pendaki Gunung Everest — dengan tingkat keberhasilan hanya sekitar satu dari sepuluh perenang yang mencoba.
Perbandingan Webb dan Perenang Modern
| Aspek | Matthew Webb (1875) | Perenang Modern |
|---|---|---|
| Teknik | Gaya dada | Gaya bebas (front crawl) |
| Waktu tempuh | 21 jam 45 menit | Rekor sekitar 6 jam 55 menit (2012) |
| Jarak aktual | ±62 km | ±33–40 km |
| Asupan saat berenang | Brendi, teh kaldu sapi, minyak ikan kod | Gel energi dan minuman isotonik |
| Nasib | Tewas di Niagara Falls (1883) | Mayoritas menyelesaikan karier dengan selamat |
Refleksi Akhir
Esai John mengajak pembaca berhenti sejenak. Bagi para peserta kelas renang di ruang kuliah itu, "Tarik. Bernapas. Tendang. Meluncur." hanyalah latihan teknik. Bagi Webb, keempat kata itu adalah mantra hidup — dan pada akhirnya, mantra kematiannya. Sebuah peringatan bahwa di balik setiap keajaiban olahraga selalu ada manusia dengan risiko nyata. Dan kadang, kenangan akan mereka justru muncul di tempat yang tak terduga: di sebuah ruang kuliah, di mana puluhan orang asing bernyanyi serempak untuk menghormati pria yang berani melawan laut 151 tahun silam.
[SOCIAL_TWEET]: 151 tahun lalu, Kapten Matthew Webb jadi manusia pertama yang menyeberangi Selat Inggris: 21 jam 45 menit, 62 km, gaya dada. Kini kisahnya jadi peringatan di era olahraga instan. #MatthewWebb #SelatInggris #SejarahOlahraga #Renang [SOCIAL_TG]: Kisah Kapten Matthew Webb: perenang pertama penyeberang Selat Inggris (1875) yang tewas di Niagara Falls (1883). 21 jam 45 menit, 62 km, gaya dada. Sebuah cautionary tale di era olahraga instan. Baca selengkapnya di Terdepan.id.
Comments (0)