IHSG Tutup Tahun 2022 Lesu di Tengah Rekor 59 IPO

Jakarta, Terdepan.id — Senyum dan optimisme yang merekah sepanjang 2022 seolah meredup di saat-saat terakhir perdagangan. Jumat (30/12/2022) sore, layar-la

IHSG Tutup Tahun 2022 Lesu di Tengah Rekor 59 IPO

Jakarta, Terdepan.id — Senyum dan optimisme yang merekah sepanjang 2022 seolah meredup di saat-saat terakhir perdagangan. Jumat (30/12/2022) sore, layar-layar digital di lantai Bursa Efek Indonesia menampilkan warna merah yang kian pekat kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi menutup tahun dengan lesu. Di tengah upacara penutupan yang khidmat, indeks acuan pasar modal nasional itu harus puas bertengger di level 6.850,62, melemah tipis 9,46 poin atau 0,14%.

Penurunan yang tampak minor itu sejatinya menyimpan cerita paradoks: tahun ini Indonesia justru mencatatkan rekor baru pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) sepanjang sejarah dengan total 59 perusahaan yang resmi melantai. Jumlah tersebut melampaui target dan menjadi bukti bahwa meski indeks bergerak lesu, gairah perusahaan untuk mencari pendanaan lewat pasar modal tetap membara.

Rekor IPO Mencolok di Pasar Lesu

Sepanjang 2022, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menggaet 59 emiten baru, melonjak jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan 54 IPO. Capaian ini juga memecahkan rekor 55 IPO pada 1990. Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia menjadi primadona pencarian dana segar di tengah ketidakpastian global. Namun, antusiasme tersebut tidak lantas menopang laju indeks secara merata.

“Ini adalah fenomena menarik. Banyak perusahaan, terutama sektor teknologi dan konsumer, melihat momentum pemulihan ekonomi domestik sebagai peluang ekspansi. Namun, tekanan dari inflasi global dan kenaikan suku bunga membuat investor ritel dan institusi lebih berhati-hati menempatkan dananya di pasar sekunder,” ujar Kepala Riset sebuah sekuritas terkemuka di Jakarta, Andi Pramono, saat dihubungi usai penutupan.

Kinerja Tahunan IHSG: Masih Membukukan Penguatan

Meski ditutup dengan langkah lunglai pada 30 Desember, secara tahunan IHSG 2022 ternyata tidak sepenuhnya suram. Dibandingkan penutupan akhir 2021 di level 6.581,48, indeks masih membukukan kenaikan sebesar 269,14 poin atau sekitar 4,09%. Dengan kata lain, setelah melalui tahun yang dipenuhi gejolak—mulai dari perang Rusia-Ukraina, krisis energi, lonjakan harga komoditas, hingga agresivitas The Fed menaikkan suku bunga—IHSG tetap mampu berdiri di zona positif.

Perbandingan Kinerja IHSG & Jumlah IPO Tiga Tahun Terakhir
TahunPenutupan IHSGPerubahan TahunanJumlah IPO
20205.979,07-5,09%51
20216.581,48+10,08%54
20226.850,62+4,09%59

Dari tabel di atas, terlihat bahwa jumlah IPO terus meningkat berturut-turut selama tiga tahun, sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Namun, persentase penguatan IHSG melambat signifikan, menunjukkan bahwa tekanan eksternal mulai menggerus kepercayaan pelaku pasar.

Sentimen Global yang Membebani

Sesi terakhir perdagangan 2022 diwarnai oleh kecemasan investor terhadap resesi global dan berlanjutnya kebijakan moneter ketat bank sentral dunia. Di bursa utama Wall Street, indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami tekanan yang kemudian menular ke pasar Asia, termasuk Jakarta. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang mendekati level Rp15.600 per dolar AS menjadi momok yang memicu aksi jual di saham-saham berkapitalisasi besar.

Investor asing pun tercatat melakukan penjualan bersih pada hari terakhir tersebut, senilai Rp432 miliar, dengan sektor perbankan dan tambang menjadi sasaran pelepasan. Hal ini menambah list merah pada layar bursa di penghujung sore.

Proyeksi 2023: Harapan di Balik Keraguan

Kendati penutupan tampak murung, banyak analis optimistis tahun berikutnya akan lebih bersahabat. Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, ditopang konsumsi domestik, harga komoditas unggulan, serta mulai melandainya inflasi, menjadi bekal bagi IHSG untuk rebound. Apalagi, dengan bonus demografi dan tahun politik menjelang 2024, belanja pemerintah dan sektor swasta diprediksi meningkat.

“Kalau melihat potensi, IHSG di 2023 bisa kembali menembus 7.200-7.400, asalkan stabilitas politik terjaga dan The Fed mulai mengurangi agresivitasnya. Rekor IPO yang melimpah juga berpotensi menambah nilai kapitalisasi pasar,” tambah Andi Pramono.

Dengan demikian, meski angka penutupan 6.850,62 adalah kado yang agak pucat bagi investor di akhir tahun, kisah 59 IPO dan ketahanan indeks di zona hijau selama setahun justru menjadi fondasi yang menjanjikan. Pasar modal Indonesia bukan sekadar lahan cuan, melainkan panggung optimisme negeri yang sedang berlari di tengah badai global.

[SOCIAL_TWEET]: Penutupan IHSG akhir 2022 lesu tipis 0,14% di level 6.850,62, namun tahun ini menjadi saksi rekor 59 IPO! Mampukah 2023 membawa angin segar? #IHSG #PasarModal #IPO2022[SOCIAL_TG]: 📉 IHSG tutup 2022 di 6.850,62, melemah tipis 0,14%. 📈 Meski lesu, rekor awal: 59 IPO berhasil tercatat sepanjang tahun! Detailnya:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User