Hoaks Link Pendaftaran Alat Bantu Disabilitas, Waspada Pencurian Data
JAKARTA, Terdepan.id — Sebuah unggahan di Facebook yang menyertakan tautan pendaftaran untuk mendapatkan alat bantu disabilitas gratis dari pemerintah bela
JAKARTA, Terdepan.id — Sebuah unggahan di Facebook yang menyertakan tautan pendaftaran untuk mendapatkan alat bantu disabilitas gratis dari pemerintah belakangan viral. Tim Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tersebut dan memastikan bahwa link tersebut adalah hoaks dan berpotensi mencuri data pribadi. Masyarakat diimbau untuk tidak mengklik, membagikan, atau mengisi data di situs semacam itu.
Unggahan palsu itu menampilkan narasi seolah Kementerian Sosial (Kemensos) membuka pendaftaran online untuk alat bantu seperti kursi roda, tongkat pintar, alat dengar, dan kaki palsu. Dalam salah satu tangkapan layar yang dianalisis, disebutkan "Pendaftaran gratis dan langsung dikirim ke rumah". Narasi tersebut disertai foto pejabat seolah mendukung program, lengkap dengan logo Garuda dan Kemensos.
Klaim Palsu yang Menyebar di Media Sosial
Berikut kutipan isi unggahan yang beredar di Facebook dan WhatsApp:
"ALAT BANTU DISABILITAS GRATIS!!! Kementerian Sosial membuka pendaftaran untuk kursi roda, kaki palsu, alat dengar, dan tongkat netra. Kuota terbatas, daftar sekarang di [tautan mencurigakan]. Pendaftaran ditutup setelah kuota penuh."
Postingan tersebut mendapatkan ratusan komentar dan dibagikan lebih dari 1.200 kali hanya dalam dua hari. Banyak warganet yang tertarik dan mengisi formulir berisi data pribadi lengkap, mulai dari nama, alamat, nomor KTP, hingga nomor telepon.
Penelusuran Fakta: Domain Tidak Resmi dan Modus Phishing
Tim Cek Fakta Liputan6.com memeriksa tautan yang disebarkan. Domain yang digunakan tidak menggunakan go.id yang menjadi ciri situs resmi pemerintah, melainkan domain .xyz dan .com yang dicatatkan secara anonim. Setelah menelusuri registrasi domain, diketahui situs tersebut dibuat hanya beberapa hari sebelum unggahan menyebar dan sudah tidak aktif lagi setelah banyak laporan.
Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa Kemensos memiliki program bantuan alat bantu disabilitas melalui skema Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Namun, pendaftaran program tersebut dilakukan melalui Dinas Sosial di tingkat kabupaten/kota, bukan melalui tautan online terbuka. "Kementerian Sosial tidak pernah membuka pendaftaran daring lewat link sembarangan. Semua layanan dilakukan melalui mekanisme rujukan dan verifikasi langsung oleh pekerja sosial," jelas Juru Bicara Kemensos, Dr. Ira Susanti, saat dikonfirmasi Senin (29/6/2026).
Pakta integritas program ATENSI juga mewajibkan asesmen tatap muka untuk memastikan calon penerima benar-benar membutuhkan alat bantu. Oleh karena itu, tawaran yang mengklaim pengiriman gratis ke rumah tanpa proses verifikasi patut dicurigai.
Imbauan Resmi: Jangan Isi Data di Link Mencurigakan
Ira Susanti menambahkan, data pribadi yang dimasukkan ke dalam link palsu sangat rawan disalahgunakan untuk penipuan lanjutan, seperti pembajakan akun WhatsApp, pinjaman online ilegal, hingga pencurian identitas. Kemensos tengah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menelusuri pembuat dan penyebar konten.
Berikut langkah yang harus dilakukan masyarakat jika sudah terlanjur mengisi data:
- Segera blokir rekening bank yang datanya sempat diunggah.
- Ganti kata sandi akun media sosial dan email yang menggunakan data serupa.
- Laporkan kejadian ke kantor polisi terdekat atau patrolisiber.id.
- Hapus riwayat percakapan dan jangan lagi membagikan tautan tersebut.
Di sisi lain, Kominfo telah meminta platform untuk men-take down unggahan palsu tersebut. Laporan resmi dari masyarakat dapat disampaikan melalui kanal aduan hoaks Kominfo atau melalui aplikasi Cek Fakta Liputan6.com.
Hingga berita ini ditulis, unggahan serupa masih ditemukan di grup-grup Facebook. Tim Cek Fakta mengingatkan bahwa modus penipuan dengan mengatasnamakan bantuan sosial akan selalu berganti kemasan. "Selalu cek kebenaran informasi sebelum berbagi. Jangan mudah tergiur hadiah atau bantuan gratis," tutup Ira.
[SOCIAL_TWEET]: Waspada! Beredar link pendaftaran alat bantu disabilitas gratis mengatasnamakan Kemensos. Cek Fakta Liputan6.com pastikan itu hoaks. Hanya pantau informasi resmi dari @KemensosRI. Jangan isi data pribadi di tautan mencurigakan. #CekFakta #HoaksDisabilitas #WaspadaPenipuan[SOCIAL_TG]: ⚠️ Pesan berantai “Alat bantu disabilitas gratis dari Kemensos” yang beredar di WA & FB terkonfirmasi hoaks. Link itu modus phishing untuk curi data pribadi. Jangan klik, jangan isi!
Comments (0)