Gunung Karangetang Muntahkan Lava Pijar, Lahan Sekitar Kawah Terbakar
Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, kembali meningkat. Pada pengamatan terkini, gunung api tersebut melontarkan material pijar dari kawah utamanya, yang kemudian...
Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, kembali meningkat. Pada pengamatan terkini, gunung api tersebut melontarkan material pijar dari kawah utamanya, yang kemudian memicu kebakaran di area puncak. Luncuran material panas ini menyambar vegetasi kering berupa alang-alang yang tumbuh di sekitar kawah, sehingga menimbulkan kobaran api yang terpantau dari pos pengamatan. Peristiwa ini dikonfirmasi oleh petugas pemantau, Yudia, yang bertugas di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang.
Kronologi dan Visual Erupsi
Yudia menjelaskan bahwa lontaran material pijar terjadi secara tiba-tiba, disertai suara gemuruh ringan. Dari pos pengamatan yang terletak di Desa Salili, material tersebut terlihat sebagai bongkahan lava bersinar yang terlempar ke luar kawah. Saat material panas itu jatuh, seketika menyambar alang-alang kering yang menutupi lereng atas gunung. “Kondisi vegetasi yang kering karena musim kemarau membuat api cepat menjalar,” ujar Yudia, menggambarkan situasi saat itu. Tinggi lontaran diperkirakan mencapai 300 meter dari bibir kawah, dengan jarak luncuran horizontal sekitar 200–400 meter ke arah tenggara. Tidak ada tanda-tanda peningkatan kejadian kegempaan signifikan sebelum erupsi kecil ini terjadi, namun aktivitas embusan tetap terekam oleh seismograf.
Dampak Kebakaran dan Kondisi Lingkungan
Kebakaran yang dipicu oleh material pijar tersebut menghanguskan area seluas kurang lebih 1,5 hektare di sekitar kawah utama. Api membakar alang-alang, semak belukar, dan beberapa pohon perdu yang tumbuh di zona puncak. Asap tipis berwarna kelabu teramati mengepul dari area yang terbakar, bercampur dengan embusan asap vulkanik dari kawah. Tim pemantau memastikan bahwa kebakaran hanya terjadi di zona terbatas dan tidak merambat ke permukiman warga yang berada di kaki gunung. Meskipun demikian, aroma belerang dan abu halus sempat dirasakan oleh penduduk di desa terdekat, seperti Desa Bola dan Desa Tarorane. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan properti akibat peristiwa ini.
Status Gunung dan Imbauan Resmi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Gunung Karangetang berstatus Siaga (Level III) sejak beberapa bulan terakhir menyusul peningkatan aktivitas vulkanik. Dengan adanya lontaran material pijar dan kebakaran ini, status tersebut belum berubah, namun pengamatan diintensifkan. PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati area dalam radius 2,5 kilometer dari kawah utama, serta waspada terhadap potensi guguran lava dan awan panas. Yudia menambahkan bahwa kegiatan pendakian untuk sementara sangat tidak dianjurkan mengingat risiko yang tinggi. Pemerintah Kabupaten Sitaro juga telah menyiagakan tim tanggap darurat apabila terjadi peningkatan status menjadi Awas (Level IV).
Konteks Aktivitas Vulkanik Karangetang
Gunung Karangetang merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Terletak di Pulau Siau, gunung ini memiliki dua kawah aktif, yaitu Kawah Utara dan Kawah Selatan. Sejak tahun 1675, Karangetang telah mencatatkan puluhan kali erupsi, dengan karakteristik erupsi efusif berupa lelehan lava dan eksplosif berskala sedang. Frekuensi letusannya yang tinggi menjadikan gunung ini sebagai objek pemantauan prioritas PVMBG. Peristiwa lontaran material pijar seperti yang terjadi kali ini merupakan bagian dari siklus erupsi yang lazim, di mana akumulasi tekanan di kantong magma mendorong lava pijar keluar. Kebakaran vegetasi akibat erupsi juga bukan hal baru; pada erupsi 2019 dan 2021, kejadian serupa sempat terekam. Para ahli vulkanologi mengingatkan bahwa meskipun skala erupsi saat ini tergolong kecil, potensi peningkatan aktivitas tetap harus diwaspadai.
Baca juga:
Comments (0)