Gubernur Lemhannas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Pancasila

Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin University) kembali menggelar Seminar Nasional yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-62. Bertempat di Graha Suhardani Ikopin University, Senin (13/...

Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin University) kembali menggelar Seminar Nasional yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-62. Bertempat di Graha Suhardani Ikopin University, Senin (13/7), acara ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan untuk membedah peran strategis koperasi dalam memperkuat struktur ekonomi nasional yang berlandaskan Pancasila.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI hadir sebagai pembicara utama dan menyampaikan sorotan tajam tentang pentingnya mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian. Beliau menekankan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan instrumen vital untuk mewujudkan demokrasi ekonomi yang diamanatkan konstitusi.

Penguatan Ekonomi Pancasila Melalui Koperasi

Dalam pemaparannya, Gubernur Lemhannas menjelaskan bahwa sistem ekonomi Pancasila mengedepankan asas kekeluargaan, gotong royong, dan keadilan sosial. Koperasi, menurutnya, adalah bentuk paling konkret dari penerapan prinsip tersebut karena mengutamakan kesejahteraan anggota di atas akumulasi modal. “Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang mampu mereduksi ketimpangan dan mendorong partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital, koperasi justru memiliki peluang besar untuk beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri. Platform digital koperasi, misalnya, dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi layanan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif.

Tantangan dan Strategi Revitalisasi Koperasi

Seminar juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi gerakan koperasi di Indonesia, seperti rendahnya literasi keuangan anggota, tata kelola yang belum profesional, dan persaingan dengan korporasi besar. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa dari sekitar 127 ribu unit koperasi di Tanah Air, baru sebagian kecil yang benar-benar sehat dan berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto.

Gubernur Lemhannas mendorong agar dilakukan revitalisasi menyeluruh, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan tata kelola modern, hingga integrasi ke dalam rantai pasok nasional. “Koperasi harus berbenah. Jangan hanya jadi penonton. Pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus bersinergi menciptakan ekosistem yang kondusif,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan praktik baik dari negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang berhasil mengembangkan koperasi pertanian dan koperasi konsumen menjadi entitas bisnis yang tangguh dan berdaya saing global. Model tersebut, menurutnya, dapat diadaptasi dengan menyesuaikan konteks lokal Indonesia.

Ikopin University sebagai Kampus Penggerak Koperasi

Rektor Ikopin University, dalam sambutannya, menyatakan bahwa kampusnya terus berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya melek bisnis, tetapi juga memahami filosofi koperasi yang sejati. Dies Natalis ke-62 ini menjadi momentum untuk mempertegas posisi Ikopin sebagai pusat riset dan pengembangan koperasi di tingkat nasional.

Seminar Nasional ini diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, praktisi koperasi, serta pejabat pemerintah daerah. Diskusi berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab yang menggali aspek praktis implementasi nilai-nilai Pancasila dalam operasional koperasi sehari-hari.

Menatap Masa Depan Ekonomi Kerakyatan

Kegiatan seperti ini dinilai krusial untuk membangun kesadaran kolektif bahwa koperasi bukan sekadar alternatif, melainkan keniscayaan dalam sistem ekonomi Pancasila. Dengan semangat kebangkitan pascapandemi, koperasi diharapkan menjadi katalis pemulihan ekonomi yang berkeadilan, memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta mempersempit jurang kaya-miskin.

Gubernur Lemhannas menutup paparannya dengan pesan optimistis. “Selama kita masih memegang teguh prinsip gotong royong, koperasi akan terus menjadi jawaban atas berbagai persoalan ekonomi bangsa. Mari kita wujudkan Indonesia yang mandiri dan sejahtera melalui gerakan koperasi yang maju dan profesional,” pungkasnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User