Google Paparkan Temuan Gemini SEA Report di Asia Tenggara

Jakarta - Google baru saja menggelar acara virtual press briefing bertajuk Gemini SEA Report yang menghadirkan dua petingginya untuk kawasan Asia Tenggara

Google Paparkan Temuan Gemini SEA Report di Asia Tenggara

Jakarta - Google baru saja menggelar acara virtual press briefing bertajuk Gemini SEA Report yang menghadirkan dua petingginya untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Samuele Saini, Director Google Ads Solutions Southeast Asia, dan Sapna Chadha, Vice President Southeast Asia and South Asia Frontier Google, memaparkan laporan terkini tentang adopsi kecerdasan buatan (AI) di kawasan yang berkembang pesat ini. Acara yang dihadiri oleh sejumlah media regional ini menjadi ajang perdana Google dalam membagikan data spesifik tentang bagaimana teknologi Gemini mendorong transformasi digital di Asia Tenggara.

Laporan Gemini SEA: Lompatan Adopsi AI di Kawasan

Gemini SEA Report merupakan riset komprehensif yang mengukur tingkat pemanfaatan solusi berbasis AI, khususnya Google Gemini, di enam negara utama Asia Tenggara. Laporan ini mencatat bahwa lebih dari 70% bisnis menengah dan besar di kawasan ini sudah mulai mengintegrasikan AI dalam operasional mereka, naik signifikan dari hanya 45% dua tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya literasi digital pasca-pandemi serta ekspansi infrastruktur cloud yang masif.

Samuele Saini mengungkapkan antusiasmenya terhadap temuan tersebut. "Gemini SEA Report menunjukkan bahwa Asia Tenggara bukan lagi pengguna pasif teknologi global, tetapi kawasan yang sangat dinamis dalam mengadopsi dan menciptakan solusi AI lokal," ujarnya. Ia menyoroti sektor ritel, logistik, dan periklanan digital sebagai tiga bidang yang paling banyak memanfaatkan Gemini untuk meningkatkan efisiensi dan personalisasi layanan.

Tantangan dan Peluang bagi Pelaku Bisnis Lokal

Meski data menunjukkan tren positif, laporan ini juga menggarisbawahi sejumlah hambatan. Kesenjangan infrastruktur digital di daerah pedesaan serta kekhawatiran akan keamanan data menjadi isu utama yang menghambat adopsi AI secara merata. Namun, Sapna Chadha menegaskan komitmen Google untuk menjembatani tantangan tersebut melalui program pelatihan dan investasi pusat data lokal.

"Kami percaya bahwa kunci sukses AI di Asia Tenggara adalah kolaborasi erat dengan pemerintah, pelaku UMKM, dan komunitas developer. Gemini bukan sekadar alat, melainkan katalis inovasi yang inklusif," tegas Sapna Chadha.

Menanggapi pertanyaan media tentang regulasi AI, kedua eksekutif menyatakan Google siap mematuhi kerangka hukum yang berkembang di setiap negara. Mereka menekankan pentingnya responsible AI sebagai fondasi pengembangan teknologi di kawasan dengan keragaman budaya dan bahasa seperti Asia Tenggara.

Transformasi Sektor Periklanan dan Potensi Ekonomi Digital

Bagi industri periklanan, laporan ini membawa kabar baik. Pemanfaatan Gemini dalam kampanye Google Ads telah menghasilkan peningkatan rata-rata 35% pada konversi untuk bisnis yang mengadopsi fitur berbasis AI. Samuele Saini menjelaskan bahwa fitur seperti automated bidding dan responsive search ads yang diperkuat Gemini kini mampu memahami konteks lokal dengan lebih akurat. "Di Indonesia dan Thailand, kami melihat lonjakan penggunaan AI untuk menargetkan konsumen dalam bahasa daerah, sesuatu yang lima tahun lalu sulit dibayangkan," imbuhnya.

Laporan ini juga memproyeksikan bahwa ekonomi digital Asia Tenggara akan mencapai nilai 350 miliar dolar AS pada 2026, dengan AI sebagai pendorong utama. Hal ini sejalan dengan misi Google untuk membantu jutaan UMKM di kawasan agar naik kelas melalui solusi digital yang mudah diakses.

Langkah Nyata Google di Asia Tenggara

Guna mewujudkan visi tersebut, Google telah meluncurkan beberapa inisiatif strategis. Di antaranya:

  • Ekspansi program Gemini Academy yang menyasar 100.000 peserta pelatihan AI di Asia Tenggara pada 2026.
  • Kemitraan dengan 10 universitas lokal untuk riset AI terapan dan pengembangan kurikulum.
  • Investasi tambahan pada pusat data lokal untuk mengurangi latensi dan memenuhi regulasi kedaulatan data.

"Kami tidak hanya membawa teknologi canggih, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan setiap orang menjadi bagian dari revolusi AI ini," pungkas Sapna Chadha menutup acara.

Dengan rilis Gemini SEA Report, Google menegaskan posisinya sebagai mitra strategis bagi pemerintah dan pelaku bisnis di Asia Tenggara. Publik dan pelaku industri kini menanti langkah konkret selanjutnya untuk memastikan manfaat AI tidak hanya menjadi milik segelintir pihak, melainkan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat di kawasan yang penuh potensi ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User