Cek Fakta: Pertamina Tidak Adakan Program BBM Gratis Akhir Februari
Jakarta — Sebuah pesan berantai viral di aplikasi WhatsApp dan media sosial mengklaim PT Pertamina (Persero) mengadakan program bahan bakar minyak (BBM) gr
Jakarta — Sebuah pesan berantai viral di aplikasi WhatsApp dan media sosial mengklaim PT Pertamina (Persero) mengadakan program bahan bakar minyak (BBM) gratis di seluruh SPBU pada tanggal 29-30 Februari 2026. Klaim tersebut dipastikan hoaks oleh Pertamina dan tim cek fakta independen.
Beredar tangkapan layar berisi poster digital yang menampilkan logo Pertamina dengan tulisan besar "BBM GRATIS untuk Seluruh Masyarakat Indonesia". Poster tersebut mencantumkan tanggal pelaksanaan 29-30 Februari 2026, lengkap dengan nomor telepon palsu yang mengatasnamakan customer service Pertamina. Konten ini menyebar cepat melalui grup WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga TikTok dengan ribuan kali dibagikan dalam waktu kurang dari 48 jam.
Kronologi Penyebaran Hoaks
- 25 Januari 2026 — Pesan berantai pertama kali muncul di grup WhatsApp berisi klaim program BBM gratis dengan format poster digital.
- 26 Januari 2026 — Konten mulai tersebar masif di Facebook, Instagram, dan TikTok dengan berbagai variasi narasi yang telah dimodifikasi.
- 27 Januari 2026 — Akun resmi @pertamina mengeluarkan klarifikasi resmi melalui Instagram dan Twitter untuk menghentikan penyebaran.
- 28 Januari 2026 — Tim cek fakta dari Turnbackhoax.id dan Mafindo memverifikasi klaim tersebut sebagai hoaks kategori penipuan digital.
Klarifikasi Resmi Pertamina
Corporate Secretary Pertamina, Hermawan Yusep W., dalam keterangan persnya menyatakan Pertamina tidak pernah mengeluarkan program pembagian BBM gratis kepada masyarakat umum. "Tidak ada program tersebut dalam agenda resmi korporasi. Masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan berkedok promosi fiktif," tegas Hermawan kepada awak media di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
"Seluruh informasi resmi terkait program dan promo Pertamina hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi, yaitu website www.pertamina.com, akun media sosial terverifikasi dengan centang biru, aplikasi MyPertamina, dan call center 135. Masyarakat jangan mudah percaya dengan pesan berantai yang belum terverifikasi kebenarannya." — Hermawan Yusep W., Corporate Secretary Pertamina
Analisis: Mengapa Klaim Ini Hoaks
Tim verifikasi menemukan sejumlah kejanggalan dalam pesan berantai tersebut yang menjadi indikator kuat bahwa informasi tersebut palsu. Pertama, tanggal 30 Februari tidak pernah ada dalam kalender Gregorian. Februari hanya memiliki 28 hari pada tahun biasa dan 29 hari pada tahun kabisat. Tahun 2026 bukan merupakan tahun kabisat, sehingga bulan Februari hanya memiliki 28 hari saja.
Kedua, format komunikasi resmi Pertamina selalu menggunakan huruf awal kapital pada nama program, disertai logo resmi dengan standar warna korporat yang konsisten. Poster yang viral menggunakan font tidak resmi, tata letak tidak sesuai, dan gradasi warna yang menyimpang dari pedoman identitas perusahaan.
Data Temuan Tim Cek Fakta:- Domain website yang tercantum dalam poster bukan domain resmi Pertamina
- Nomor telepon dalam poster tidak terdaftar di sistem customer service Pertamina
- Tanggal 30 Februari adalah anomali kalender yang tidak mungkin terjadi
- Tidak ditemukan rilis pers internal terkait program tersebut di arsip resmi korporasi
- Tidak ada pengumuman di website resmi maupun aplikasi MyPertamina
Respons Publik dan Dampak
Sejumlah SPBU di wilayah Jabodetabek melaporkan lonjakan pertanyaan dari masyarakat yang ingin memastikan kebenaran program tersebut. "Banyak warga datang bertanya soal BBM gratis, bahkan ada yang membawa tangkapan layar sebagai bukti dan meminta penjelasan. Situasi ini cukup mengganggu operasional karena harus meluangkan waktu menjelaskan satu per satu," ujar Andri, operator SPBU di kawasan Jakarta Selatan.
Direktur Tindak Pidana Siber Mabes Polri, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustono, menyatakan kepolisian tengah menyelidiki pihak yang menyebarkan konten palsu tersebut. Kasus hoaks semacam ini masuk dalam kategori pelanggaran UU ITE Pasal 32 jo Pasal 48 tentang penyebaran informasi elektronik yang tidak benar, dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan denda hingga Rp1 miliar.
Imbauan untuk Masyarakat
Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum mempercayai atau menyebarkan pesan berantai. Berikut tips praktis membedakan hoaks dari informasi resmi Pertamina:
- Cek sumber informasi di website resmi www.pertamina.com atau berita di terdepan.id
- Verifikasi akun media sosial melalui tanda centang biru verifikasi
- Hubungi Pertamina Call Center 135 untuk konfirmasi program
- Jangan klik tautan mencurigakan dalam pesan berantai yang tidak jelas sumbernya
- Lapor ke aduankonten.id atau Turnbackhoax.id jika menemukan konten mencurigakan
Maraknya hoaks digital yang memanfaatkan nama besar perusahaan pelat merah menunjukkan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Pengguna media sosial diharapkan lebih kritis dan tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang menjanjikan keuntungan finansial tanpa syarat jelas.
Kesimpulan: Klaim Pertamina mengadakan program BBM gratis pada 29-30 Februari 2026 dipastikan hoaks. Masyarakat diminta tidak mempercayai, tidak menyebarkan, dan tidak mengklik tautan dalam pesan berantai tersebut. Selalu verifikasi melalui kanal resmi Pertamina untuk mendapatkan informasi yang valid. [SOCIAL_TWEET]: Waspada hoaks! Pertamina tegaskan TIDAK ADA program BBM gratis 29-30 Februari 2026. Tanggal 30 Februari saja tidak ada di kalender. Lindungi diri dari penipuan digital. #Pertamina #CekFakta #HoaksBBM #LiterasiDigital[SOCIAL_TG]: ⚠️ HOAKS TERDETEKSI ⚠️ Pertamina @pertamina klarifikasi TIDAK ADA program BBM gratis 29-30 Februari 2026. 📅 30 Februari? Tidak ada di kalender! Cek fakta sebelum share 👇
Comments (0)