Asus ProArt KD300 dan MD301: Dial Fisik untuk Kreator Konten

Bayangkan seorang editor video menghabiskan delapan jam sehari memotong klip, menyesuaikan warna, dan menggeser timeline. Setiap detik yang terbuang untuk mencari shortcut atau menggulir slider berart...

Bayangkan seorang editor video menghabiskan delapan jam sehari memotong klip, menyesuaikan warna, dan menggeser timeline. Setiap detik yang terbuang untuk mencari shortcut atau menggulir slider berarti proyek lebih lama selesai dan tubuh lebih cepat lelah. Di sinilah periferal kreator menjadi penting: mereka bukan sekadar alat, melainkan penghubung antara ide dan eksekusi. Asus memperkenalkan lini ProArt untuk menjawab kebutuhan itu, dan dua perangkat terbarunya—keyboard KD300 dan mouse MD301—menjanjikan kontrol yang lebih intuitif melalui dial fisik yang terintegrasi langsung di perangkat.

Ibarat seperti seorang tukang kayu yang menyandang penggaris dan pisau ukir di pinggang, kreator digital membutuhkan tombol dan knob yang selalu berada di ujung jari. Dial fisik pada KD300 dan MD301 memungkinkan pengguna mengubah parameter—misalnya ukuran kuas, zoom timeline, atau nilai exposure—tanpa harus melepaskan tangan dari perangkat. Pendekatan ini mengurangi gesekan dalam alur kerja sehingga proses editing terasa lebih alami dan efisien.

Spesifikasi dan fitur utama KD300

Asus ProArt Keyboard KD300 hadir dengan layout penuh 100 persen yang tetap ringkas berkat desain scissor-switch. Tombol-tombolnya memberikan umpan balik taktil yang cukup tanpa suara berisik, cocok untuk studio atau ruang kerja terbuka. Yang membedakannya adalah ASUS Dial, sebuah knob putar fisik di sudut kiri atas yang dapat diprogram untuk berbagai aplikasi kreatif. Dial ini bekerja sama dengan Adobe Photoshop, Premiere Pro, Lightroom Classic, dan After Effects, sehingga pengguna bisa mengatur zoom, brush size, layer, atau scrub timeline hanya dengan putaran jari.

Dari sisi konektivitas, KD300 mendukung tiga mode: kabel USB-C, dongle 2,4 GHz, dan Bluetooth. Pengguna dapat menyambungkan hingga tiga perangkat sekaligus dan beralih antar laptop, tablet, atau desktop dengan cepat. Baterainya diklaim bertahan hingga satu tahun dengan penggunaan normal berkat teknologi hemat daya, sehingga mengurangi frekuensi pengisian ulang. Keyboard ini juga dilengkapi tombol khusus untuk Mac dan Windows, lengkap dengan keycap yang bisa diganti sesuai platform.

Asus mulai memasarkan ProArt KD300 sejak awal 2023, seiring dengan ekspansi lini ProArt di ajang CES 2023. Di pasar global, perangkat ini dibanderol sekitar USD 149, atau setara dengan Rp2,3 jutaan mengikuti kurs yang berlaku. Harga tersebut menempatkannya di segmen premium, namun masih di bawah banyak keyboard kreator profesional yang sering menyentuh angka dua ratus dolar lebih.

MD301: presisi dalam genggaman

Mouse pendamping, Asus ProArt Mouse MD301, mengusung filosofi serupa: kontrol cepat melalui dial fisik. Sensor optiknya memiliki resolusi hingga 4.200 DPI (dots per inch), yang berarti kursor bisa bergerak mulus dan presisi pada layar beresolusi tinggi. Tombol kiri dan kanannya menggunakan switch mekanis yang diklaim tahan jutaan kali klik, sementara total tujuh tombol dapat diprogram sesuai kebutuhan aplikasi.

MD301 juga mengadopsi konektivitas tri-mode dan baterai yang dapat diisi ulang melalui USB-C. Beratnya sekitar 86 gram, cukup ringan untuk digerakkan cepat namun tetap memberikan rasa solid di tangan. Dial di bagian atas mouse memungkinkan pengguna mengubah parameter seperti ukuran kuas atau zoom canvas tanpa menyentuh keyboard. Asus membuka pre-order MD301 pada kuartal pertama 2023 dengan harga sekitar USD 89, atau sekitar Rp1,4 jutaan.

Perbandingan dengan pesaing

Kalau dibandingkan dengan keyboard kreator populer seperti Logitech MX Keys dan Apple Magic Keyboard, KD300 menonjol karena adanya dial fisik yang terintegrasi. MX Keys unggul dalam multi-device switching dan ketahan baterai, namun tidak memiliki knob putar. Apple Magic Keyboard memiliki desain minimalis, tetapi harganya lebih tinggi dan kurang fleksibel untuk pengguna Windows. Sementara itu, MD301 bersaing langsung dengan Logitech MX Master 3S yang dibanderol sekitar USD 99. MX Master 3S memiliki scroll wheel MagSpeed dan tombol gesture, tetapi tidak menyediakan dial putar independen seperti yang ada pada MD301.

Untuk siapa perangkat ini?

Kombinasi KD300 dan MD301 paling cocok untuk fotografer, videografer, desainer grafis, dan animator yang menghabiskan banyak waktu di Adobe Creative Cloud atau aplikasi serupa. Dial fisik mengurangi ketergantungan pada shortcut keyboard yang harus dihafal, sehingga pemula bisa lebih cepat beradaptasi dan profesional bisa bekerja lebih efisien. Meski harganya tidak bisa disebut murah, investasi ini bisa terbayar dari waktu yang dihemat dan kenyamanan kerja yang meningkat.

Dengan hadirnya KD300 dan MD301, Asus memperkuat ekosistem ProArt sebagai platform yang tidak hanya menyasar monitor atau laptop, tetapi juga periferal pendukung. Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi kreator masa kini tidak lagi hanya soal kekuatan prosesor atau resolusi layar, tetapi juga soal bagaimana manusia berinteraksi dengan perangkat. Bagi yang mencari alat kerja yang mengutamakan efisiensi dan ergonomi, kedua perangkat ini layak masuk daftar pertimbangan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User