Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024, Dien Muhammad Scientivan Kurnia Pramono, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui prestasi di kompetisi bidang teknologi blockchain. Mahasiswa yang juga menjabat sebagai Technical Lead UGM Blockchain Club (UGMBCC) tersebut berhasil menyabet juara pada dua kategori sekaligus dalam ajang UHI9 Hookathon, yang merupakan kompetisi puncak dari program inkubasi Uniswap Hook Incubator (UHI) Batch 9 yang diselenggarakan oleh Atrium Academy.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Dien menjadi pemenang dalam dua kategori, yakni Impermanent Loss & Yield Systems Track serta Reactive Network Track. Masing-masing kategori memberikan hadiah sebesar 1.000 dolar AS, sehingga total penghargaan yang ia diterima mencapai 2.000 dolar AS. Prestasi ini diraih secara individu di tengah persaingan internasional dengan total hadiah kompetisi sebesar 25.000 dolar AS yang terbagi dalam tiga kategori, yakni Impermanent Loss & Yield Systems (13.000 dolar AS), General Track (7.000 dolar AS), dan Reactive Network (5.000 dolar AS). Pengumuman pemenang disampaikan secara resmi oleh Atrium Academy melalui akun X (Twitter) pada Jumat (19/6) lalu.
Dien Muhammad mengatakan UHI9 Hookathon merupakan kompetisi internasional yang menjadi bagian dari rangkaian program Uniswap Hook Incubator. Program ini mempertemukan para pengembang blockchain dari berbagai negara untuk merancang solusi berbasis hook pada Uniswap v4. “Sebelum mengikuti kompetisi, peserta harus melewati proses seleksi berupa pengajuan dokumen dan wawancara, kemudian mengikuti serangkaian lokakarya intensif hingga memasuki babak akhir berupa hackathon atau yang dalam program ini disebut sebagai Hookathon,” ujarnya, Jumat (3/7).
Sementara itu, Uniswap sendiri merupakan salah satu protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia yang memungkinkan pengguna melakukan pertukaran aset digital tanpa perantara. Pada versi terbarunya, Uniswap v4 menghadirkan fitur hook, yakni modul tambahan yang memungkinkan pengembang menyisipkan logika khusus ke dalam setiap liquidity pool sehingga mekanisme pengelolaan likuiditas dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan aplikasi terdesentralisasi.
Dalam kompetisi tersebut, kata Dien, ia mengembangkan proyek bertajuk Veritas, merupakan sebuah sistem berbasis Uniswap v4 yang mengubah sinyal keaslian konten menjadi skor risiko on-chain bernama Dilution Risk Score (DRS). Skor tersebut dimanfaatkan sebagai mekanisme penyaringan untuk mencegah konten hasil duplikasi maupun replikasi berbasis kecerdasan artifisial memperoleh pendanaan, sekaligus menjadi acuan dalam menyesuaikan biaya perlindungan (protection fee) bagi Liquidity Provider (LP) secara otomatis. “Melalui pendekatan tersebut, risiko impermanent loss yang selama ini menjadi tantangan bagi penyedia likuiditas dapat ditekan tanpa memerlukan otoritas terpusat,” katanya.
Agar sistem dapat bekerja secara otomatis, Veritas memanfaatkan teknologi Reactive Network, yakni jaringan blockchain yang memungkinkan smart contract merespons berbagai peristiwa on-chain maupun lintas rantai (cross-chain) secara otomatis tanpa intervensi pengguna. Melalui integrasi tersebut, pembaruan Dilution Risk Score dapat berlangsung secara real-time ketika terjadi perubahan kondisi pada pool, bahkan apabila perubahan tersebut berasal dari blockchain lain. “Mekanisme ini juga telah berhasil diuji pada jaringan testnet dan menunjukkan kemampuan sistem dalam memperbarui skor secara reaktif sesuai kondisi terbaru,” terangnya.
Capaian Dien menjadi pemenang pada dua kategori sekaligus secara individu menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan solusi inovatif di bidang infrastruktur decentralized finance (DeFi) yang mampu bersaing pada tingkat global. Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen UGM dalam mencetak talenta unggul yang berkontribusi terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya di bidang blockchain.
Reportase : Rasya Swarnasta/FT UGM
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Dien Muhammad
Artikel Mahasiswa UGM Raih 2 Penghargaan di Kompetisi Blockchain Internasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.
Sumber: Universitas Gadjah Mada
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment!
Leave a Comment