Gambar 1. Penyelenggaraan OSCE Internal FFUI.
Depok, 26 Juni 2026 – Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) kembali menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Internal bagi mahasiswa Angkatan 102 sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon apoteker menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker (UKMPPAI) tingkat nasional. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 24–25 Juni 2026, dilaksanakan secara luring di Gedung C OSCE Center, Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia, dengan melibatkan 135 mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, laboran, pemeran standar, serta tim pelaksana.
OSCE Internal merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran Program Studi Profesi Apoteker. Selain menjadi bagian dari komponen penilaian Mata Kuliah Ujian Komprehensif Apoteker, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman ujian yang menyerupai pelaksanaan OSCE Nasional sehingga mahasiswa dapat mengenali alur, standar penilaian, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi ujian kompetensi sesungguhnya.
Ketua Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UI, Dr. apt. Catur Jatmika, M.Si., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa pelaksanaan OSCE Internal tidak hanya berfokus pada kesiapan mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana evaluasi bagi program studi dalam memastikan seluruh komponen penyelenggaraan ujian berjalan sesuai standar.
“OSCE Internal menjadi media bagi mahasiswa untuk berlatih dalam suasana ujian yang dirancang semirip mungkin dengan OSCE Nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan klinis dan komunikasi, tetapi juga membangun kepercayaan diri sebelum mengikuti uji kompetensi yang sebenarnya,” ujar Dr. Catur.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pelaksanaan simulasi ini juga memberikan kesempatan bagi dosen, penguji, serta tenaga pendukung untuk menyamakan persepsi terhadap mekanisme penilaian dan penyelenggaraan ujian.
“Bagi program studi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses evaluasi. Kami dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki, baik dari sisi kesiapan mahasiswa maupun penyelenggaraan OSCE, sehingga kualitas pelaksanaan ujian dapat terus ditingkatkan,” tambahnya.
Pelaksanaan OSCE Internal diawali dengan serangkaian briefing bagi penguji, peserta, pemeran standar, dan tim pelaksana pada 23 Juni 2026. Tahapan ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh pihak mengenai prosedur ujian, alur pelaksanaan, serta standar penilaian yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti beberapa sesi ujian yang menguji berbagai kompetensi praktik kefarmasian melalui sejumlah stasiun (station) yang dirancang sesuai skenario pelayanan farmasi. Dalam setiap station, mahasiswa dinilai berdasarkan kemampuan berpikir klinis, keterampilan teknis, komunikasi dengan pasien, profesionalisme, hingga pengambilan keputusan sesuai standar praktik kefarmasian. Seluruh proses penilaian dilakukan oleh dosen dan praktisi yang telah dipersiapkan sebagai penguji, didukung oleh pemeran standar dan tenaga kependidikan sehingga pelaksanaan ujian berlangsung objektif dan terstruktur.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi berbagai unsur di lingkungan Fakultas Farmasi UI. Selain melibatkan penguji dari kalangan dosen dan praktisi, penyelenggaraan OSCE Internal didukung oleh laboran, tenaga administrasi, tim sarana dan prasarana, pemeran standar, pengawas, hingga tim teknologi informasi yang bekerja sama untuk memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan lancar.
Melalui penyelenggaraan OSCE Internal, Fakultas Farmasi UI berharap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif sebelum menghadapi Uji Kompetensi Nasional. Di sisi lain, hasil evaluasi dari kegiatan ini juga menjadi umpan balik bagi Program Studi Profesi Apoteker dalam menyempurnakan proses pembelajaran, pembekalan, serta penyelenggaraan OSCE pada periode berikutnya.
Sejalan dengan komitmen Fakultas Farmasi UI dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan profesional, OSCE Internal diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya mengukur kompetensi, tetapi juga membentuk calon apoteker yang siap memberikan pelayanan kefarmasian yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.




Sumber: Farmasi UI
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment!
Leave a Comment