Friday, July 3, 2026
Nasional

Investor UEA hingga AS Antre Investasi di KEK, Sejumlah Kawasan Minta Perluasan

Investor UAE hingga AS Antre Investasi di KEK, Sejumlah Kawasan Minta Perluasan #bisnisupdate #update #bisnis #text

Daftar Isi
  1. KEK Data Center Jadi Incaran Investor
PT Hotel Indonesia Natour (HIN) bekerja sama dengan PT Pertamina Bina Medika - Indonesia Healthcare Corporation (IHC) tengah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sanur, Bali. Foto: Dok. Indonesia Healthcare Corporation

Peminat investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus bertambah. Tingginya permintaan membuat sejumlah pengelola KEK mengajukan perluasan lahan karena kapasitas kawasan yang ada telah terisi penuh. Pemerintah menilai kondisi ini menunjukkan daya tarik KEK bagi investor, termasuk dari luar negeri, masih sangat kuat.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan mayoritas usulan perluasan berasal dari KEK berbasis manufaktur. Menurutnya, tambahan lahan diperlukan agar Indonesia tetap memiliki ruang untuk mengakomodasi masuknya investasi baru.

“Dengan usul perluasan artinya apa? Kapasitasnya itu sudah utilize semuanya, sudah terpakai. Sehingga pada saat akan ada investasi masuk yang baru, investor asing yang masuk, nah ini mereka mengajukan perluasan lahan, dan rata-rata dua kali lipat,” kata Susiwijono kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (3/7).

Ia mencontohkan KEK Kendal yang saat ini telah dihuni sekitar 140 industri dari berbagai sektor, mulai dari elektronik, tekstil, peralatan rumah tangga, hingga rantai pasok industri baterai seperti anoda dan katoda. Kawasan seluas sekitar 1.000 hektare itu kini telah penuh sehingga pengelola mengajukan penambahan lahan sekitar 1.000 hektare lagi.

Kondisi serupa juga terjadi di KEK Gresik yang mengusulkan perluasan kawasan untuk menampung permintaan investasi baru.

“Dengan luasan mereka hanya seribuan gitu, mereka sudah penuh ngajuin lagi sekarang perluasan seribu. Artinya KEK cukup dari sisi capaian untuk menarik investasi sangat bagus. Karena faktanya investor asing masih antre masuk ke situ,” ungkapnya.

Selain itu, KEK Galang Batang di Kepulauan Riau yang berfokus pada hilirisasi bauksit dan alumina juga mengajukan perluasan hingga 2.700 hektare. Penambahan lahan tersebut disiapkan untuk mengakomodasi investasi baru di sektor smelter, industri hilir aluminium, hingga fasilitas pemurnian.

KEK Data Center Jadi Incaran Investor

Goundbreaking fasilitas produksi brass mill dan brass cup serta pabrik manufaktur emas logam mulia di KEK Gresik, Jawa Timur, Rabu (29/4/2026). Foto: Dok. MIND ID
Goundbreaking fasilitas produksi brass mill dan brass cup serta pabrik manufaktur emas logam mulia di KEK Gresik, Jawa Timur, Rabu (29/4/2026). Foto: Dok. MIND ID

Di sisi lain, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan KEK yang berfokus pada industri data center seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI).

Saat ini, Indonesia telah memiliki KEK Nongsa Digital Park di Batam yang menjadi pusat pengembangan industri digital. Menurut Susiwijono, kawasan tersebut telah menjadi lokasi operasi lebih dari 10 perusahaan data center berskala global.

“KEK data center, kan, sudah ada di Nongsa, Nongsa Digital Park yang di Batam. Itu, kan, juga lebih dari 10 data center besar dunia sudah ada di Nongsa di Batam. Namanya KEK Nongsa Digital Park,” sebut Susiwijono.

Ia menilai kebutuhan kapasitas pusat data nasional masih akan terus meningkat. Saat ini kapasitas data center di Indonesia baru sekitar 600 megawatt, sementara sejumlah rencana investasi yang tengah disiapkan memiliki kapasitas jauh lebih besar.

Salah satu proyek terbesar berasal dari grup DAMAC asal Uni Emirat Arab (UEA). Perusahaan tersebut tengah menyiapkan investasi data center bernilai miliaran dolar AS dengan kapasitas sekitar 1,2 hingga 1,3 gigawatt.

“Ada hitungannya kok, setiap 1 megawatt data center itu perlu sekian juta USD. Nah kalau 1,2 gigawatt atau 1,3 gigawatt, kan, berarti 1.300 kali sekian juta USD, pasti billion USD,” ungkap dia.

Sumber: Kumparan Musik

Related Posts

a
admin⏱ 3 menit baca

admin adalah kontributor di Terdepan. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.

Comments (0)

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Comment