Kalau ngomongin soal mobil Jepang, susah banget buat nggak tertarik. Apalagi di segmen Kei car alias mobil mungil perkotaan yang sekarang lagi getol-getolnya beralih ke tenaga listrik.
Permintaan pasar Jepang buat versi listrik dari mobil-mobil kecil ini terus naik stabil, dan para pabrikan pun berlomba nyempurnain produk mereka. Nah, salah satu pembaruan yang paling bikin penasaran tahun ini datang dari Mitsubishi eK Cross EV 2026.
Mobil ini baru saja dapat facelift atau pembaruan minor. Artinya bukan ganti total, tapi penyempurnaannya langsung nyasar ke kebutuhan konsumen modern.
Hasilnya? Sebuah EV mungil yang tampilannya makin rapi, fiturnya jauh lebih lengkap, dan punya satu inovasi yang bikin dia beda dari yang lain: bisa jadi “genset berjalan”.
Di artikel Carmudi ini, kita bakal bedah tuntas Mitsubishi eK Cross EV 2026. Dari inovasi kelistrikannya, perubahan desain yang makin elegan, fitur kabin yang makin kekinian, sampai harganya yang bikin senyum-senyum.
Mengubah Mobil Menjadi “Genset Berjalan” dengan Fitur V2L
Pembaruan paling menarik di model tahun ini ada di bagian kelistrikannya. Biasanya, fitur baru di mobil kecil rasanya cuma gimmick doang.
Tapi yang satu ini beda. Ini benar-benar berguna di momen yang paling kamu butuhkan. Mitsubishi eK Cross EV 2026 sekarang dilengkapi stopkontak AC 100V yang nangkring di bawah dasbor.
Yang bikin stopkontak ini istimewa adalah daya keluarannya yang bisa tembus 1500W, langsung ngambil tenaga dari baterai penggerak mobil.
Dengan 1500W, kamu bisa nyalain kulkas portabel, ngecas beberapa laptop sekaligus, nyalain peralatan elektronik rumah tangga kecil, sampai kipas angin, semua dari dalam mobil.
Kenapa fitur Vehicle-to-Load (V2L) ini penting banget?
Dulu di Jepang, fitur semacam ini cuma ada di EV-EV besar dari Nissan sama Toyota. Sekarang teknologi ini akhirnya turun kelas ke Kei car dan itu bukan kebetulan.
Jepang kan rawan banget sama bencana alam kayak gempa dan topan, jadi fungsi cadangan daya dari kendaraan itu bukan sekadar fitur keren-kerenan, tapi kebutuhan nyata. Mitsubishi paham betul siapa pembelinya.
Selain berguna pas mati lampu darurat, fitur ini juga cucok banget buat Carmudian yang suka camping atau aktivitas outdoor. Bayangin aja, mobil mungil ini bisa jadi “genset berjalan” yang sunyi dan nol emisi.
Pembaruan ini sendiri resmi mulai dijual ke jaringan diler di Jepang sejak 25 Juni. Baca juga berita terkait Mitsubishi eK ini: Mobil Listrik Murah Mitsubishi Meluncur Pinjam Wajah Xpander.
Revolusi Desain Eksterior, Tinggalkan “Dynamic Shield” Demi Tampilan Elegan

Perubahan besar kedua dari Mitsubishi eK Cross EV 2026 ada di tampilan luarnya. Mitsubishi berani ambil langkah yang cukup berisiko: mengubah total karakter wajah mobil ini.
Di model-model sebelumnya, eK Cross dikenal dengan gril depan bergaya “Dynamic Shield” yang tebal, agresif, dan berasa banget aura SUV-nya.
Sebenernya desain Dynamic Shield itu keren di lini SUV besar Mitsubishi. Tapi kalau dipasang di Kei car yang sekecil ini, jadinya agak maksa dan kebesaran.
Makanya, eK Cross EV facelift ini buang gril tebal itu dan ganti dengan wajah depan yang jauh lebih bersih, mulus, dan proporsional dengan permukaan sewarna bodi yang lebih luas.
Buat negasin kesan futuristik khas EV, Mitsubishi tambahkan bilah lampu LED panjang yang melintang di wajah depannya. Meski grilnya berubah total, Mitsubishi tetap pertahankan desain lampu depan terpisah (split headlight).
Ini keputusan yang cerdas karena bikin mobil ini masih gampang dikenali sebagai bagian dari keluarga “eK”. Saluran udara bagian bawahnya juga dibuat lebih kecil dan jauh lebih rapi dari sebelumnya. Overall, wajah barunya terasa lebih dewasa dan matang.
Pindah ke bagian samping, ada perubahan yang mungkin bikin pendapat Carmudian terbelah. Mitsubishi memutuskan untuk copot cladding plastik hitam di lengkungan roda sekaligus ngilangin side skirt. Di model sebelumnya, plastik hitam itu kasih kesan proteksi dan vibes crossover yang gagah.
Ada yang suka tampilan cladding itu, ada yang ngerasa malah bikin mobil kelihatan murahan. Nah dengan ngilanginnya dan ngecatnya sewarna bodi.
Profil samping eK Cross EV sekarang jauh lebih halus, terintegrasi, dan mendekati gaya Kei car yang bersih dan rapi. Hasilnya? Kendaraan yang kelihatan sangat kekinian.
Kaya Akan Opsi Personalisasi Warna
Di Jepang, mobil mungil perkotaan itu bukan sekadar alat transportasi. Mobil ini cerminan karakter dan gaya si pemilik. Makanya pilihan warna jadi faktor penting, bukan cuma catatan kaki di brosur.
Mitsubishi merespons ini dengan nambah 5 pilihan paduan warna two-tone baru dan 2 pilihan single-tone baru, sehingga sekarang total ada 11 opsi warna bodi.
Beberapa warna baru yang hadir antara lain White Pearl dan Sterling Silver, plus Mist Blue Pearl dan Natural Ivory. Dengan pilihan sepuas ini, setiap Carmudian pasti bisa nemuin kombinasi yang cocok sama selera mereka.
Interior dan Peningkatan Fitur Kenyamanan Kabin

Masuk ke kabin, perubahannya memang bukan yang dramatis-dramatis amat, tapi semuanya dipikirkan dengan matang dan langsung terasa manfaatnya di keseharian.
Di varian tertinggi P-Grade, Mitsubishi nambahin port USB Type-C di dasbor. Total port pengisian yang tersedia sekarang ada dua colokan Type-C dan satu Type-A. Akhirnya nyusul standar perangkat modern yang kita pakai sehari-hari.
Tapi kabar yang paling bikin seneng justru ada di fitur kenyamanan dasarnya. Naik mobil kecil di musim dingin yang membeku tanpa pemanas itu… nyiksa banget.
Nah, Mitsubishi sekarang “mendemokratisasi” fitur dengan jadiin pemanas kursi depan (heated front seats) dan pemanas setir (heated steering wheel) sebagai standar di varian kelas menengah G-Grade.

Sebelumnya cuma bisa dinikmati pembeli P-Grade. Di negara yang menghadapi musim dingin bersalju, ini bukan fitur mewah, ini kebutuhan. Menjadikannya standar di varian menengah adalah keputusan yang tepat banget.
Dari sisi keamanan, sistem alarm kursi belakang (rear seat alert) sekarang jadi standar di semua varian. Fitur ini bakal ingetin pengemudi sebelum ninggalin mobil, jadi nggak ada lagi cerita anak kecil, hewan peliharaan, atau barang bawaan ketinggalan di kursi belakang.
Simpel, tapi sangat berarti.
Spesifikasi Mesin, Baterai, dan Idealnya Jarak Tempuh

Buat Carmudian yang nunggu perubahan di sektor performa — siap-siap sedikit kaget: mesin dan baterainya sama persis kayak model sebelumnya. Tapi jangan buru-buru kecewa dulu, karena ini bukan kekurangan.
Mitsubishi eK Cross EV 2026 masih pakai motor listrik tunggal dengan penggerak roda depan (2WD) yang menghasilkan 63 tenaga kuda dan torsi puncak 195 Nm.
Angkanya memang nggak wow-wow amat, tapi sangat cukup untuk tugas utamanya: ngelewatin macet, nyari parkir di celah sempit, dan mobilitas harian di kota.
Karakter torsi instan dari motor listrik justru lebih cocok buat kondisi stop-and-go dibanding angka horsepower yang gede tapi nggak kepake.
Kapasitas baterainya tetap 20 kWh, dengan jarak tempuh estimasi 180 km per pengisian penuh berdasarkan standar WLTC. Dibanding EV besar yang bisa 3-4 kali lipat lebih jauh, angka ini mungkin keliatan kecil.
Tapi jangan dibandingkan apel sama jeruk. Mobil ini memang dirancang untuk komuter harian jarak dekat, belanja, dan antar-jemput.
Dalam konteks itu, 180 km bahkan bisa cukup buat seminggu penuh bagi rata-rata penggunanya. Baterai yang kecil ini juga yang bikin harganya tetap terjangkau dan masuk akal.
Komparasi Spesifikasi dan Tabel Harga Ringkas

Biar lebih gampang dicerna, ini dia rangkuman spesifikasi dan harga Mitsubishi eK Cross EV 2026:
| Kategori Spesifikasi | Detail / Keterangan |
|---|---|
| Kapasitas Baterai | 20 kWh |
| Jarak Tempuh (WLTC) | 180 Km per pengisian penuh |
| Tenaga Motor Listrik | 63 Horsepower (HP) |
| Torsi Maksimal | 195 Nm |
| Rentang Harga Resmi | ¥2.446.400 – ¥3.214.200 (Sekitar $15.200 – $20.000) |
| Harga Efektif (Setelah Subsidi) | Mulai dari ± ¥1.872.400 (Sekitar $11.700) |
| Output Fitur V2L | AC 100V dengan kapasitas 1500W |
| Fitur Standar Baru (G-Grade) | Pemanas jok depan, Pemanas setir, Alarm kursi belakang |
BACA JUGA: 10 Mobil Termahal di Dunia, Tembus Rp2 Triliun!
Analisis Harga Tipe, Opsi Paket, dan Manfaat Subsidi Menggiurkan

Salah satu daya tarik terbesar dari Mitsubishi eK Cross EV 2026 justru ada di harganya yang kompetitif.
Lini mobil listrik ini dibuka dari harga 2.446.400 Yen (sekitar $15.200) untuk tipe dasar G Business Package. Varian menengah G-Grade reguler dibanderol 2.662.000 Yen, sementara varian paling top P-Grade mentok di 3.214.200 Yen (sekitar $20.000).
Tapi tunggu dulu. Harga di atas kertas bukan cerita utuhnya. Pembeli EV di Jepang bisa nikmatin subsidi dari pemerintah sampai 574.000 Yen. Kalau harga awal dipotong insentif ini, harga efektifnya langsung terjun ke kisaran 1.872.400 Yen (sekitar $11.700) saja.
Belum selesai! Kalau kamu tinggal di area dengan insentif tinggi kayak Tokyo, subsidinya bisa berlipat ganda. Tokyo ngasih subsidi tambahan sampai 500.000 Yen.
Jadi kalau kamu juga pasang panel surya di rumah, ada potongan ekstra 300.000 Yen lagi. Dijumlahin sama subsidi nasional 574.000 Yen, total subsidi yang bisa kamu kantongi bisa meledak sampai lebih dari 1,37 juta Yen!
Dengan simulasi ini, eK Cross EV tipe terbawah bisa pulang ke garasi dengan harga tunai sekitar 1.300.000 hingga 1.400.000 Yen saja.
Ini menempatkan Mitsubishi eK Cross EV sebagai salah satu electric vehicle paling terjangkau yang bisa dibeli konsumen Jepang. Di kelas Kei car yang keputusan belinya lebih dipengaruhi total biaya kepemilikan jangka panjang (total cost of ownership) ketimbang gengsi, harga seramah ini jelas jadi kartu truf.
Mitsubishi juga menyediakan paket opsi tambahan. Mau nambahin Paket Keselamatan Lanjutan (Advanced Safety Package) yang isinya Digital Room Mirror dan fitur asisten mengemudi MI-PILOT? Bisa.
Ada juga opsi audio layar 9 inci (Display Audio) dan paket iluminasi LED kabin kalau kamu pengen kabin makin estetik.
Nilai Jual Kembali (Resale Value) yang Cukup Stabil
Satu hal lagi yang penting buat dipertimbangin sebelum beli EV: nilai jual kembalinya. Di beberapa negara, harga bekas EV bisa anjlok drastis. Tapi data dari lelang diler grosir (dealer auction) Jepang nunjukin gambaran yang lebih cerah.
Berdasarkan data lelang nyata, sebuah Mitsubishi eK Cross EV generasi sebelumnya (tipe G, tahun registrasi ke-4 era Reiwa atau sekitar 2022) dengan jarak tempuh 35.000 km, dibeli oleh agen lelang seharga 785.000 Yen.
Pas dilempar ke lantai bursa lelang, harga penawarannya nembus 700.000 Yen bersih, yang akhirnya ngasih pendapatan bersih 813.000 Yen dengan profit sekitar 28.000 Yen buat si agen.
Ini bukti bahwa mobil kecil ini masih bisa tahan depresiasi ekstrem kalau dirawat dan usianya belum genap lima tahun. Tapi masih lumayan dicari di pasar mobil bekas.
Menghadapi Persaingan Ketat di Kelas Kei Car Listrik

Segmen Kei car listrik sekarang makin ramai dan kompetitif. Rival terdekat yang bahkan berbagi platform dengan eK Cross EV adalah Nissan Sakura.
Kalau diadu langsung, Nissan Sakura versi flagship sedikit lebih murah. Dibanderol 2.998.600 Yen dibanding Mitsubishi yang 3.214.200 Yen. Tipe G Sakura juga lebih murah di 2.599.300 Yen.
Tapi menariknya, untuk segmen armada bisnis, G Business Package Mitsubishi eK Cross EV di harga 2.446.400 Yen justru lebih murah dari tipe dasar Sakura. Jadi tergantung kamu mau varian apa!
Ke depan, persaingannya bakal makin sengit dengan Honda N-Van e dan serbuan dari Tiongkok lewat BYD yang siap meluncurkan lini “Seagull” atau “Dolphin Mini”. Produsen besar dengan rekam jejak bikin EV murah ini bisa jadi tekanan besar buat pangsa pasar.
Respons Mitsubishi? Terukur dan logis: sempurnain produk yang sudah mapan, buang fitur kosmetik yang nggak perlu, tambah nilai fungsional berupa utilitas darurat (V2L), dan jaga harga tetap di zona nyaman konsumen.
Mereka nggak mau geger-geger dramatis — cukup bikin produk yang sudah bagus jadi lebih bagus dan lebih tepat guna.
Kesimpulan
Buat Carmudian yang nyari solusi mobilitas harian yang cerdas, hemat, dan aman, Mitsubishi eK Cross EV 2026 hadir sebagai paket kendaraan perkotaan yang solid dan komplit.
Kombinasi tata kota Jepang yang padat, budaya Kei car yang kuat, kesadaran akan kesiapsiagaan bencana (V2L), serta insentif subsidi pemerintah yang menggiurkan. Semuanya itu bikin mobil ini jadi pilihan cerdas di jalanan.
Wajah baru tanpa “Dynamic Shield”, port USB Type-C yang akhirnya hadir, pemanas kursi yang kini jadi standar di varian menengah, dan colokan 1500W ala genset.
Semua itu lebih dari cukup buat ngebuktiin kenapa eK Cross EV layak diparkir di garasi rumah. Mobil ini mungkin bukan untuk perjalanan jauh lintas kota, tapi di jalanan padat yang bikin kepala pusing, dia adalah oasis beroda kecil yang sempurna.
5 Poin FAQ Terkait Mitsubishi eK Cross EV 2026
1. Berapa harga resmi Mitsubishi eK Cross EV 2026 di Jepang?
Mobil ini ditawarkan mulai dari 2.446.400 Yen (untuk tipe G Business Package) sampai varian tertinggi P-Grade di 3.214.200 Yen. Setelah dipotong subsidi pemerintah Jepang sebesar 574.000 Yen, harga terendahnya bisa turun drastis ke sekitar 1.872.400 Yen (sekitar $11.700).
2. Apa yang dimaksud dengan eK Cross EV sebagai “Genset Berjalan”?
Sebutan ini merujuk pada fitur baru yang disematkan Mitsubishi: stopkontak AC 100V di bawah dasbor kabin dengan kapasitas output hingga 1500W. Fitur Vehicle-to-Load (V2L) ini memungkinkan baterai mobil dipakai untuk nyalain perangkat elektronik seperti kulkas portabel, laptop, hingga alat rumah tangga saat camping atau pas listrik rumah mati akibat bencana.
3. Berapa jarak tempuh yang bisa dicapai dalam sekali pengisian baterai?
Dengan baterai berkapasitas 20 kWh, mobil listrik mini ini dirancang untuk mencapai jarak tempuh estimasi sekitar 180 km berdasarkan standar uji WLTC. Angka ini sangat cukup untuk kebutuhan komuter harian dalam sepekan.
4. Apa saja ubahan desain eksterior pada versi terbaru ini?
Di bagian depan, gril bergaya SUV “Dynamic Shield” yang tebal sudah dihilangkan dan diganti dengan desain yang lebih mulus dan elegan, lengkap dengan lampu LED panjang yang memanjang di wajah depan. Di bagian samping, cladding plastik hitam di atas roda kini dihilangkan dan dicat sewarna bodi supaya tampak lebih berkelas dan rapi. Total ada 11 pilihan paduan warna yang bisa dipilih.
5. Fitur keselamatan dan kenyamanan apa yang dijadikan standar di varian menengah (G-Grade)?
Mitsubishi dengerin masukan penggunanya dengan jadiin pemanas jok kursi depan (heated front seats) dan pemanas setir sebagai standar di G-Grade. Jadi nggak perlu lagi beli varian tertinggi cuma buat dapat fitur ini. Ditambah, fitur alarm kursi belakang (rear seat alert) untuk mencegah tertinggalnya anak kecil atau hewan peliharaan kini jadi standar di semua varian.
Sumber: Carmudi Indonesia
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment!
Leave a Comment