Pentingnya Gamification untuk Peningkatan Produktivitas Kerja
Assalamu’alaikum wr wb, sahabat pembaca blog arryrahmawan.com. Pada artikel kali ini saya ingin bercerita sedikit di artikel saya tentang pengalaman menjadi narasumber podcast di Pusat Pengembangan Produktivitas (P3D) DKI Jakarta. Artikel kali ini memang cukup unik, karena jarang – jarang nih saya diundang menjadi narasumber podcast, apalagi dari Pemda DKI Jakarta.
Topik yang dibawakan pada podcast tersebut adalah tentang bagaimana peran dari gamification untuk peningkatan produktivitas kerja. Tentu teman – teman mungkin bertanya, apa itu gamification, dan apa juga relevansinya dengan latar bidang saya di teknik industri? Sebagai sedikit gambaran latar belakang, secara pribadi saya memiliki passion yang sangat besar dalam dunia pendidikan. Salah satu semangat saya untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih baik adalah bagaimana caranya membuat proses pengajaran materi yang sangat kompleks di pendidikan tinggi dapat dilakukan dengan efektif dan menyenangkan. Karena tentu terasa bagi yang menjalani perkuliahan dan mendapatkan materi yang berat (apalagi dengan dosen yang killer dan cara mengajarnya tidak enak), memahami materi tersebut menjadi kesulitan tersendiri.
Sehingga sejak tahun 2016, saya iseng untuk membuat riset tipis-tipis tentang bagaimana mengadopsi unsur – unsur permainan ke dalam proses pembelajaran di Laboratorium Systems Engineering, Modeling, and Simulation (SEMS), Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Riset tentang permainan ini sendiri beragam, mulai dari yang mengadopsi prinsip – prinsip game ke pembelajaran (gamification) hingga membuat permainannya yang disebut juga dengan serious games. Beberapa hasil penelitian ini sudah dipublikasikan dan beberapa permainannya juga ada.
Salah satu permainan simulasi yang pernah saya buat salah satunya adalah Invest-Man. Invest-Man adalah sebuah permainan yang mensimulasikan dampak dari pengambilan keputusan finansial orang pribadi. Yup, game ini adalah tentang bagaimana menjaga dan menumbuhkan aset (wealth management). Dengan bermain game invest-man ini, para peserta menjadi tahu tentang dampak dari keputusan – keputusan mereka dalam hal finansial, sehingga nantinya diharapkan keputusan yang dilakukan di dunia nyata dapat lebih baik.
Permainan – permainan simulasi berikutnya kemudian hadir semakin banyak. Ada Operations Management Game (OMG), Project Management Game (PMG), Strategic Sourcing Management Game (SSMG), Multi-Actor Game of Port Management (MAGPORT), PORTANOVA, Electriver, dan banyak yang belum saya sebutkan. Mungkin nanti kapan – kapan kalau ada waktu, saya akan coba menceritakan permainan tersebut satu – satu di blog ini sekaligus memperkenalkan setiap permainannya.
Begitulah sedikit gambaran dari latar kenapa kemudian saya diminta menjadi narasumber podcast P3D DKI Jakarta terkait dengan gamification. Saya memberanikan diri karena topiknya cukup relate dengan salah satu topik riset saya di Teknik Industri UI. P3D meminta topik bagaimana gamification dapat meningkatkan produktivitas kerja, sementara saya mencoba memajukan riset bagaimana menggunakan permainan dapat meningkatkan produktivitas belajar. Nah, ini kan sama – sama tentang produktivitas dan permainan, sehingga tinggal dicari titik temunya, hehe.
Bagi teman – teman yang belum familiar dengan apa yang dinamakan gamification, sebenarnya yang dimaksud dengan gamification adalah mengadopsi elemen – elemen sebuah permainan dalam konteks kehidupan sehari – hari yang pada dasarnya bukan sebuah game. Untuk apa hal ini dilakukan? Untuk membuat aktivitas tersebut menjadi menarik sehingga memotivasi orang mau mencobanya terus-menerus. Sebagai contoh paling mudah adalah salah satu prinsip di permainan adalah adanya scoring dan reward. Anggaplah kita ingin mengadopsi dua prinsip itu dalam online marketplace agar user bertransaksi dan bertransaksi kembali. Maka hal sederhana yang bisa dilakukan adalah transaksi user diberikan score, dan apabila sudah mencapai batas tertentu (misalnya membeli sebanyak 5x dengan pembelian minimal ‘x’ rupiah), maka akan mendapatkan diskon besar (reward). Jika Anda menemukan fenomena ini di dalam sistem online marketplace, maka sistem tersebut mengadopsi apa yang dinamakan gamification.
Bagaimana dalam konteks produktivitas? Jika membahas produktivitas, maka cakupannya bisa menjadi lebih luas karena hal yang menjadi dasar motivasi seseorang untuk bisa produktif itu berbeda – beda. Pada podcast ini, saya kemudian memaparkan salah satu hasil riset dari Christopoulos & Mystakidis (2023) yang bagus sekali karena mereka memetakan motivasi pendorong pemain yang berbeda – beda dengan elemen – elemen permainan yang pas. Hal ini menunjukkan bahwa untuk merancang permainan atau mengadopsi elemen permainan seperti gamification tidak dapat dilakukan sembarangan, namun juga harus mengetahui apa tujuan utama penerapan gamification tersebut dan juga siapa penggunanya.

Tentu untuk lebih lengkapnya, silakan teman – teman bisa menyaksikan sendiri Podcast nya P3D DKI Jakarta bersama saya dan juga Prof. Akhmad Hidayatno, kepala laboratorium SEMS di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia.
Salam,
Arry Rahmawan
The post Podcast Pentingnya Gamification untuk Peningkatan Produktivitas Bersama P3D DKI Jakarta first appeared on Arry Rahmawan Destyanto.
Sumber: Arry Rahmawan
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment!
Leave a Comment