Gambar 1. Dr. apt. Santi Purna Sari, M.Si. (Wakil Dekan I FFUI; ketiga dari kanan) mengikuti pelatihan ATB DKI Jakarta.
Depok, 22 Juni 2026 – Upaya meningkatkan kapasitas apoteker dalam menghadapi situasi darurat bencana terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan. Salah satunya adalah Pelatihan Apoteker Tanggap Bencana (ATB) DKI Jakarta Batch 1 Tahun 2026 yang berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di Kempi 2, Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini turut diikuti oleh Dr. apt. Santi Purna Sari, M.Si., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI), yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) DKI Jakarta.
Mengusung tema “Penanganan Logistik Kefarmasian saat Bencana, pelatihan ini diselenggarakan sebagai wadah peningkatan kapasitas apoteker dalam mendukung pelayanan kesehatan pada situasi kedaruratan dan kebencanaan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PD IAI DKI Jakarta, ATB PD IAI DKI Jakarta, BPBD DKI Jakarta, PK3D DKI Jakarta, Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dan PMI DKI Jakarta.

Gambar 2. Seluruh peserta kegiatan pelatihan ATB.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan logistik kefarmasian saat bencana, mulai dari perencanaan kebutuhan obat, penyimpanan dan distribusi logistik kesehatan, hingga simulasi penanganan kondisi darurat di lapangan. Pelatihan juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat langsung dalam praktik dan simulasi yang dirancang menyerupai situasi kebencanaan nyata.
Dr. Santi menilai bahwa pelatihan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis dan kesiapsiagaan apoteker dalam menghadapi berbagai bencana baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun non-alam
“Dalam situasi bencana, ketersediaan dan pengelolaan logistik kefarmasian menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan. Melalui pelatihan ini, apoteker dapat memahami bagaimana sistem penanganan darurat bekerja serta peran yang dapat mereka ambil untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap obat dan layanan kesehatan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman belajar melalui praktik dan simulasi lapangan memberikan nilai tambah yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di kelas maupun tempat kerja.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga karena peserta dapat belajar langsung mengenai koordinasi lintas sektor, pengelolaan logistik dalam kondisi terbatas, serta pengambilan keputusan yang cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat. Kompetensi seperti ini akan sangat bermanfaat ketika apoteker terlibat dalam kegiatan kemanusiaan maupun respons kebencanaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Santi berharap semakin banyak apoteker muda yang tertarik untuk mengembangkan kompetensinya di bidang kebencanaan dan kerelawanan kesehatan. Menurutnya, tantangan kesehatan masyarakat saat ini membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kesiapan untuk hadir membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
“Saya berharap apoteker-apoteker muda tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal. Pelatihan seperti ini membuka wawasan bahwa profesi apoteker memiliki peran yang sangat luas, termasuk dalam situasi bencana dan kemanusiaan. Semoga semakin banyak apoteker muda yang memiliki semangat untuk menjadi relawan, meningkatkan kapasitas diri, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ungkapnya.
Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi, pelatihan ini juga menjadi wadah untuk membangun jejaring antarapoteker dan relawan kesehatan dari berbagai institusi. Melalui kolaborasi yang kuat antara organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan semakin banyak apoteker yang siap berperan aktif dalam mendukung sistem penanggulangan bencana di Indonesia.
Partisipasi Dr. Santi dalam kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dalam mendorong pengembangan kompetensi apoteker yang adaptif, tangguh, dan sigap memberikan kontribusi bagi masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi keadaan darurat dan bencana.
Sumber: Farmasi UI
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment!
Leave a Comment