Friday, July 3, 2026
Nasional

UNHI Lakukan Pengabdian Berbasis Budaya dan Spiritualitas

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang tidak hanya menghadirkan keterlibatan akademisi di tengah umat Hindu, tetapi juga menjadi media pelestarian seni sakral Bali sebagai persembahan tulus ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam pelaksanaannya, sivitas ak

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang tidak hanya menghadirkan keterlibatan akademisi di tengah umat Hindu, tetapi juga menjadi media pelestarian seni sakral Bali sebagai persembahan tulus ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam pelaksanaannya, sivitas akademika UNHI mempersembahkan sejumlah kesenian wali yang memiliki nilai religius tinggi, yakni Wayang Lemah, Tari Rejang Kukus Arum, Tari Baris Gede, serta Tari Topeng Wali. Seluruh pertunjukan dipersembahkan sebagai bagian dari yadnya yang sarat makna spiritual. Rektor UNHI Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang berpijak pada penguatan nilai spiritual, pelestarian budaya, dan pelayanan kepada umat. "Melalui kegiatan Ngaturang Ayah ini, sivitas akademika UNHI tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai Hindu dalam kehidupan nyata. Seni-seni wali yang dipersembahkan merupakan bentuk bhakti sekaligus upaya menjaga warisan budaya adiluhung agar tetap lestari dan hidup di tengah masyarakat," ujar Rektor yang akrab dipanggil Cok Bayu, ini. Menurutnya, keterlibatan dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan dalam kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang utuh karena memadukan aspek keilmuan, pengabdian, dan spiritualitas. "Kami berharap kehadiran UNHI dapat memberikan kontribusi spiritual yang mendalam, memancarkan vibrasi kesucian bagi umat yang melaksanakan persembahyangan, sekaligus mempererat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat Hindu di berbagai daerah," katanya. Cok Bayu menambahkan, kegiatan di Lumajang tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen UNHI dalam mendukung pelestarian adat, agama, dan budaya Hindu. Sebelumnya, pada awal Juni 2026, tim kesenian UNHI juga melaksanakan ngayah di Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung, dalam rangkaian Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini. Saat itu, sivitas akademika dari Program Studi Karawitan dan Program Studi Seni Tari Keagamaan Hindu mempersembahkan Tari Topeng dan Tari Baris Genter sebagai tari wali pengiring yadnya, serta turut mengikuti berbagai prosesi upacara sakral. "Kegiatan seperti ini akan terus kami dorong sebagai bagian dari karakter UNHI sebagai perguruan tinggi Hindu. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar mengabdi kepada masyarakat, menjaga tradisi, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebudayaan Hindu di Nusantara," tegasnya.

Sumber: Nusa Bali Musik

Related Posts

a
admin⏱ 2 menit baca

admin adalah kontributor di Terdepan. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.

Comments (0)

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Comment