Friday, July 3, 2026
Nasional

Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang Hadirkan Gastronomi Nusantara

SETIAP hidangan menyimpan cerita. Tentang tanah tempat rempah tumbuh, tentang tangan-tangan yang merawat…

SETIAP hidangan menyimpan cerita. Tentang tanah tempat rempah tumbuh, tentang tangan-tangan yang merawat tradisi, dan tentang perjalanan panjang sebuah cita rasa hingga akhirnya hadir di hadapan penikmatnya.

Berangkat dari keyakinan itulah, Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang mempersembahkan rangkaian menu terbaru di Little by More Gastro Cafe, yang mulai dapat dinikmati pada 1 Juli 2026. Mengusung tema Gastronomi Nusantara, restoran ini mengajak para tamu menempuh sebuah perjalanan rasa—sebuah pengalaman yang tidak berhenti pada kenikmatan lidah, melainkan juga menyentuh ingatan, budaya, dan identitas yang telah lama hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Bagi Little by More Gastro Cafe, gastronomi bukan sekadar cara menyajikan makanan. Ia adalah upaya merawat warisan melalui bahasa yang paling mudah diterima setiap orang: rasa. Tradisi kuliner Semarang dan berbagai penjuru Nusantara dihadirkan kembali dalam wajah yang lebih segar, tanpa menghilangkan akar yang membuatnya tetap dikenali.

Di tengah arus kuliner modern yang terus bergerak, restoran ini memilih untuk tidak meninggalkan asal-usulnya. Sebaliknya, tradisi dijadikan titik berangkat bagi lahirnya berbagai kreasi baru yang memadukan teknik memasak kontemporer, estetika penyajian, dan penghormatan terhadap kekayaan rempah Indonesia. Melalui konsep tersebut, Little by More Gastro Cafe memperkenalkan sejumlah kategori menu yang masing-masing memiliki kisahnya sendiri.

Semarang Bites menjadi ruang perjumpaan berbagai cita rasa Nusantara dalam sajian ringan yang akrab namun menghadirkan kejutan. Salah satunya adalah Singkong Keju Sambal Roa, pertemuan sederhana antara singkong yang lekat dengan keseharian masyarakat Jawa dan sambal roa yang membawa aroma khas pesisir timur Indonesia. Pada kategori Nusantara Treasure, Chef Marsaid merangkai kekayaan rempah menjadi dua sajian utama: Iga Penyet Sambal Kecombrang dan Bebek Goreng Rempah Sambal Ijo. Keduanya lahir dari keyakinan bahwa rempah-rempah Indonesia bukan sekadar bumbu, melainkan bagian dari sejarah yang membentuk karakter kuliner bangsa.

Sebagai penghormatan kepada kota tempat hotel ini bertumbuh, hadir kategori Semarang Signature melalui Bandeng Presto Sambal Mangga. Hidangan yang telah lama menjadi ikon Semarang itu ditampilkan kembali dengan pendekatan yang lebih modern, tanpa kehilangan jiwa yang membuatnya dicintai lintas generasi.

Pilihan internasional tetap memperoleh ruang melalui Western Selection, termasuk Chicken Roulade with Cream Sauce, sementara Pasta Selection menawarkan Spaghetti, Fettuccine, dan Penne dengan pilihan saus yang dapat disesuaikan menurut selera setiap tamu. Namun perjalanan gastronomi ini tidak berhenti pada hidangan utama.

Melalui Wedang Fusion Series, Little by More Gastro Cafe mencoba membaca kembali makna "wedang"—minuman hangat yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam interpretasi baru ini, tradisi bertemu kreativitas. Ronde Royal, Ndongo Coconut Latte, White Bean Cinnamon Latte, Mung Bean Pandan Cream, lahir dari semangat yang sama: merawat kenangan melalui rasa, sekaligus menghadirkannya dalam bahasa yang akrab bagi generasi masa kini. Di area rooftop, panorama Kota Semarang menjadi pasangan alami bagi Beef Rendang Sliders— perpaduan antara burger bergaya Barat dan rendang yang telah lama menjadi salah satu mahakarya kuliner Indonesia. Sebuah pertemuan budaya yang terasa akrab, namun tetap menghadirkan kejutan. Setiap menu disusun dengan perhatian yang sama besar terhadap kualitas bahan baku, keseimbangan rasa, keindahan penyajian, dan makna yang ingin disampaikan. Sebab, bagi Little by More Gastro Cafe, pengalaman bersantap adalah tentang kenangan yang mengesankan, bukan sekadar mengenyangkan.

Timur Nugrahatama, General Manager Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang, menuturkan bahwa inovasi kuliner merupakan bagian penting dari perjalanan hotel dalam membangun pengalaman tamu yang utuh.

"Kami ingin Little by More Gastro Cafe tumbuh sebagai ruang perjumpaan. Tempat keluarga berbagi waktu, rekan bisnis menemukan suasana yang nyaman untuk berdiskusi, komunitas saling terhubung, dan para pelancong mengenal Semarang melalui cita rasanya. Gastronomi, pada akhirnya, bukan hanya tentang makanan. Ia adalah cara sebuah tempat memperkenalkan dirinya kepada dunia,” katanya.

Director of Sales & Marketing Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang, Intan Anggraeni, mengatakan bahwa konsep ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang memiliki kedalaman makna.

"Kami percaya bahwa makanan mampu menjadi medium untuk memperkenalkan budaya. Melalui Gastronomi Nusantara, kami ingin mengajak setiap tamu menikmati cerita yang tersimpan di balik setiap hidangan—cerita tentang Indonesia yang kaya, hangat, dan selalu memiliki ruang untuk berinovasi,” ungkapnya.

Untuk merayakan peluncuran konsep gastronomi ini, Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang menghadirkan promo potongan harga 17% untuk seluruh menu pilihan yang berlaku mulai 1 Juli hingga 17 Agustus 2026. Melalui langkah ini, Louis Kienne Pandanaran Hotel Semarang kembali menegaskan keyakinannya bahwa industri perhotelan tidak hanya berbicara tentang tempat untuk singgah, tetapi juga tentang bagaimana setiap tamu pulang dengan membawa pengalaman, cerita, dan kenangan yang terus hidup jauh setelah meja makan ditinggalkan.

Sumber: Wawasan.co

Related Posts

a
admin⏱ 4 menit baca

admin adalah kontributor di Terdepan. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.

Comments (0)

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Comment