Friday, July 3, 2026
Nasional

AHY Tutup Rakernas APEKSI, Ajak Daerah Perkuat Sinergi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Tahun 2026 di Ballroom Grand Aston Medan, Kamis (2/7/2026).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Tahun 2026 di Ballroom Grand Aston Medan, Kamis (2/7/2026).

Dalam penutupan forum yang dihadiri para wali kota dari seluruh Indonesia itu, AHY menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membangun kota-kota yang tangguh, modern, produktif, sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

AHY mengaku bangga dapat kembali mengunjungi Kota Medan yang menjadi tuan rumah Rakernas APEKSI XVIII. Ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, serta Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.

“Saya merasa terhormat dan berbahagia hari ini bisa kembali ke Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, untuk menghadiri acara penutupan Rakernas APEKSI ke-18 Tahun 2026,” ujar AHY.

Menurutnya, Rakernas APEKSI menjadi momentum strategis untuk memperkuat semangat kolektif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

AHY mengatakan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memiliki visi yang sejalan dengan APEKSI, yakni membangun kota-kota yang kuat sebagai fondasi pembangunan nasional.

Ia mengingatkan bahwa kota-kota di Indonesia kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari laju urbanisasi yang tinggi, meningkatnya kebutuhan permukiman, persoalan kemacetan, hingga kesenjangan ekonomi dan sosial.

“Tantangan yang dihadapi kota-kota saat ini semakin besar. Mulai dari derasnya arus urbanisasi yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan kawasan permukiman, persoalan transportasi yang memicu kemacetan, hingga kesenjangan ekonomi dan sosial. Semua itu harus kita jawab dengan solusi yang nyata,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, AHY menilai pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah harus terus diperkuat agar mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sesuai dengan potensi masing-masing daerah.

Ia menambahkan, konektivitas yang terintegrasi tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya kota-kota yang lebih aman, nyaman, modern, dan produktif.

Selain pembangunan fisik, AHY menekankan pentingnya pemanfaatan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan teknologi dalam pembangunan perkotaan. Menurutnya, pendekatan berbasis sains akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Pendekatan saintifik, riset, inovasi, serta teknologi yang aplikatif sangat diperlukan dalam pembangunan kota agar setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal,” ujarnya.

AHY juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pembangunan hingga pengawasan.

Menurutnya, keberhasilan membangun kota tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Menutup sambutannya, AHY berharap APEKSI terus menjadi wadah bagi seluruh pemerintah kota untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat kerja sama, dan menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan serta pembangunan perkotaan di Indonesia. (san/ila)

Sumber: Sumut Pos

Related Posts

a
admin⏱ 3 menit baca

admin adalah kontributor di Terdepan. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.

Comments (0)

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Comment