Friday, July 3, 2026
Nasional

Hasil Penelitian TPSA Bagendung Rampung Agustus, Air Sampai Udara Dijadikan Sampel

BANTENRAYA.COM – Laporan hasil penelitian kandungan Merkuri di TPSA Bagendung, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon Rampung Agustus nanti. Hal itu lantaran, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) masih akan melakukan penelitian di sekumlah lo

Daftar Isi
  1. Pernyataan DLH Kota Cilegon soal TPSA Bagendung

BANTENRAYA.COM – Laporan hasil penelitian kandungan Merkuri di TPSA Bagendung, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon Rampung Agustus nanti.

Hal itu lantaran, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) masih akan melakukan penelitian di sekumlah lokasi di Sumatera.

Sebelumnya 11 orang tim peneliti mengambil sampel tanah, air dan udara di 6 titik TPSA Bagendung.

Enam titik tersebut yakni satu titik di lokasi sampah tidak aktif, dua titik di lokasi sampah yang masih aktif, satu di sekitar masyarakat dan terakhir dua titik di kolam pembuangan.

BACA JUGA: Tanjung Verde Tak Gentar Hadapi Argentina, Blue Sharks Siap Bikin Kejutan Piala Dunia 2026

Pernyataan DLH Kota Cilegon soal TPSA Bagendung

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin menjelaskan, hasil penelitian kandungan merkuri tersebut akan disampaikan kepada DLH Kota Cilegon 2 bulan kedepan.

“Nanti setelah hasil analisis semua titik selesai akan disampaikan kepada kami hasilnya,” ucapnya, Jumat 3 Juli 2026.

Sabri menjelaskan, hasil penelitian tersebut nantinya akan dipelajari dan tentu sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

“Akan jadi dasar kebijakan dan dipelajari. Kalau nanti diketahui ada material yang mengandung merkuri atau tidak, itu menjadi data penting bagi kami untuk menyusun langkah pengelolaan lingkungan ke depan,” paparnya.

BACA JUGA: Peledakan dengan Dinamit Picu Rumah Rusak, Tambang Batu Didatangi DPRD Kabupaten Pandeglang

Tidak hanya penelitian soal merkuri saja, ujar Sabri, soal pemilahan sampah juga menjadi dasar penelitian dari tim. Hal itu juga nanti akan menjadi rekomendasi untuk DLH Kota Cilegon dalam mengambil langkah kebijakan.

“Yang ingin diketahui juga apakah masyarakat sudah memilah sampah yang mengandung merkuri, misalnya dari lampu bekas, baterai, atau barang elektronik lainnya,” pungkasnya. ***

Sumber: Banten Raya

Related Posts

a
admin⏱ 2 menit baca

admin adalah kontributor di Terdepan. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.

Comments (0)

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Comment