Friday, July 3, 2026
Nasional

Apakah Mobil PHEV Perlu Dicas? Cari Tahu Faktanya Di Sini

Apakah mobil PHEV perlu dicas? Pertanyaan ini semakin sering muncul seiring bertambahnya pilihan model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia. Kehadiran mobil jenis ini menawarkan kombinasi menarik antara kendaraan listrik dan mobil bermesin bensin, sehingga dianggap sebagai solusi tran

Daftar Isi
  1. Apa Sih Mobil PHEV Itu?
  2. Apakah Mobil PHEV Perlu Dicas?
  3. Cara Kerja Pengisian Daya Mobil PHEV
  4. Keuntungan Mengisi Daya Mobil PHEV Secara Rutin
  5. Konsumsi BBM Lebih Hemat
  6. Performa Lebih Responsif
  7. Emisi Lebih Rendah
  8. Apa yang Terjadi Jika Mobil PHEV Tidak Pernah Diisi Daya?
  9. Apakah Harus Memasang Home Charger di Rumah?
  10. Siapa yang Cocok Menggunakan Mobil PHEV?
  11. Kesimpulan
  12. FAQ 
  13. Apakah mobil PHEV harus selalu dicas?
  14. Apakah PHEV bisa jalan saat baterai habis?
  15. Apakah PHEV lebih irit dibanding hybrid biasa?
  16. Apakah perlu memasang home charger?
  17. Apa keuntungan utama mobil PHEV?

Apakah mobil PHEV perlu dicas? Pertanyaan ini semakin sering muncul seiring bertambahnya pilihan model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia.

Kehadiran mobil jenis ini menawarkan kombinasi menarik antara kendaraan listrik dan mobil bermesin bensin, sehingga dianggap sebagai solusi transisi menuju era elektrifikasi.

Namun, masih banyak calon konsumen yang bingung mengenai cara penggunaan mobil PHEV.

Sebagian menganggap kendaraan ini harus selalu diisi daya seperti mobil listrik murni, sementara yang lain beranggapan mobil tersebut tetap bisa digunakan tanpa dicas.

Agar tidak salah memahami teknologi ini, mari kita bahas secara lengkap bagaimana sistem kerja PHEV, kebutuhan pengisian daya, hingga keuntungan dan kekurangannya untuk penggunaan harian.

Apa Sih Mobil PHEV Itu?

Sebelum menjawab apakah mobil PHEV perlu dicas, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu teknologi PHEV.

PHEV merupakan kendaraan yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik serta baterai berkapasitas lebih besar dibandingkan mobil hybrid konvensional.

Berbeda dari hybrid biasa yang mengandalkan regenerasi energi saat berkendara, baterai pada PHEV dapat diisi ulang melalui sumber listrik eksternal.

Apakah mobil phev perlu charger

(Foto: Wuling)

Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, mobil PHEV mampu berjalan menggunakan tenaga listrik murni dalam jarak tertentu tanpa bantuan mesin bensin.

Umumnya jarak tempuh mode listrik pada PHEV modern berkisar antara 50 hingga 150 kilometer tergantung model dan kapasitas baterainya.

Apakah Mobil PHEV Perlu Dicas?

Jawaban singkatnya adalah tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk tetap dicas selayaknya mobil listrik pada umumnya.

Secara teknis, mobil PHEV tetap dapat digunakan meskipun pemiliknya tidak pernah mengisi daya baterai menggunakan charger eksternal.

Saat energi baterai habis, kendaraan akan beroperasi layaknya mobil hybrid biasa dengan bantuan mesin bensin.

Apakah mobil phev perlu charger

Artinya, pengguna tidak akan mengalami masalah seperti mobil listrik murni yang harus berhenti ketika baterai kosong.

Mesin bensin tetap menjadi sumber tenaga utama sehingga kendaraan masih dapat digunakan untuk perjalanan jauh maupun aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, kemampuan utama PHEV justru terletak pada mode listriknya. Jika baterai tidak pernah diisi ulang, maka pemilik tidak dapat merasakan manfaat maksimal berupa efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dan pengalaman berkendara yang lebih senyap.

Cara Kerja Pengisian Daya Mobil PHEV

Mobil PHEV memiliki beberapa metode untuk mengisi ulang energi baterai. Metode pertama adalah melalui charger eksternal yang disambungkan ke stop kontak rumah atau perangkat home charger.

Cara ini menjadi metode utama karena mampu mengisi baterai secara optimal sebelum kendaraan digunakan.

Metode kedua adalah regenerative braking. Sistem ini memungkinkan energi yang biasanya terbuang saat pengereman diubah menjadi listrik dan disimpan kembali ke baterai.

GAC E9 PHEV (Foto: Santo/Carmudi)

Namun, jumlah energi yang dihasilkan relatif kecil dibandingkan pengisian menggunakan charger.

Selain itu, beberapa model PHEV juga memanfaatkan mesin bensin untuk membantu mengisi baterai ketika kendaraan sedang berjalan.

Akan tetapi proses tersebut biasanya tidak seefisien pengisian dari sumber listrik eksternal.

Keuntungan Mengisi Daya Mobil PHEV Secara Rutin

Konsumsi BBM Lebih Hemat

Salah satu alasan utama membeli PHEV adalah efisiensi bahan bakar. Ketika baterai terisi penuh, kendaraan dapat berjalan menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan harian, seperti berangkat kerja, mengantar anak sekolah, atau berbelanja.

Dalam kondisi tertentu, penggunaan bensin bahkan bisa ditekan secara signifikan. Bagi pengguna yang memiliki mobilitas harian di bawah 50 kilometer, mode listrik dapat digunakan hampir sepanjang perjalanan.

Efeknya, konsumsi BBM menjadi jauh lebih hemat dibandingkan mobil bermesin konvensional.

Performa Lebih Responsif

Motor listrik mampu menghasilkan torsi instan sejak putaran awal. Karakteristik tersebut membuat akselerasi terasa lebih spontan ketika pedal gas diinjak.

Bahkan pada beberapa model PHEV, kombinasi tenaga mesin bensin dan motor listrik menghasilkan performa yang lebih baik dibandingkan mobil bensin biasa.

Selain itu, perpindahan tenaga antara mesin dan motor listrik berlangsung secara halus sehingga meningkatkan kenyamanan berkendara.

Emisi Lebih Rendah

Penggunaan mode listrik membantu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Semakin sering baterai diisi menggunakan charger, semakin sedikit emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa PHEV dianggap sebagai solusi ramah lingkungan sebelum masyarakat beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

Apa yang Terjadi Jika Mobil PHEV Tidak Pernah Diisi Daya?

Jika baterai tidak pernah diisi, mobil masih dapat digunakan.

Baca juga: Sedang Naik Daun, Ini Perbedaan Hybrid dan PHEV

Namun kendaraan hanya akan berfungsi layaknya hybrid biasa. Keunggulan utama berupa jarak tempuh listrik dan efisiensi bahan bakar maksimal tidak akan dirasakan.

Dalam jangka panjang, pemilik berpotensi mengeluarkan biaya bahan bakar lebih besar dibandingkan pengguna yang rutin melakukan pengisian daya.

Dengan kata lain, investasi pada teknologi PHEV menjadi kurang optimal.

Apakah Harus Memasang Home Charger di Rumah?

Kabar baiknya, sebagian besar PHEV tidak selalu membutuhkan home charger khusus alias masih bisa memanfaatkan SPKLU.

Banyak model yang dapat diisi menggunakan stop kontak rumah standar dengan bantuan kabel bawaan dari pabrikan.

Namun, waktu pengisian biasanya lebih lama dibandingkan penggunaan wall charger atau home charger.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, pemasangan home charger dapat menjadi pilihan menarik karena mampu mempercepat proses pengisian daya.

Selain lebih praktis, baterai kendaraan juga selalu siap digunakan dalam kondisi penuh setiap pagi.

Meski begitu, keputusan memasang home charger tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing pemilik kendaraan.

Siapa yang Cocok Menggunakan Mobil PHEV?

Mobil PHEV sangat cocok bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara listrik tanpa khawatir terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya.

Kehadiran mesin bensin membuat kendaraan tetap fleksibel untuk digunakan dalam perjalanan jauh.

Pengguna tidak perlu khawatir mencari stasiun pengisian kendaraan listrik umum ketika baterai habis.

Apakah mobil phev perlu charger

Selain itu, PHEV juga ideal bagi mereka yang memiliki rutinitas harian dengan jarak tempuh relatif pendek.

Dalam kondisi baterai penuh, sebagian besar aktivitas harian dapat dilakukan menggunakan tenaga listrik tanpa mengonsumsi bensin.

Kesimpulan

Apakah mobil PHEV perlu dicas? Jawabannya tidak wajib, tetapi sangat disarankan untuk tetap dicas agar baterai tetap terjaga kondisinya.

Mobil PHEV tetap dapat berjalan tanpa pengisian daya karena masih memiliki mesin bensin sebagai sumber tenaga.

Baca juga: Impresi Berkendara Wuling Eksion PHEV: Pembuktian Performa dan Kenyamanan di Jalur Pesisir

Namun, jika baterai tidak pernah diisi menggunakan charger, pengguna tidak akan mendapatkan manfaat maksimal berupa efisiensi bahan bakar, performa listrik, dan emisi yang lebih rendah.

Bagi pemilik yang ingin memanfaatkan seluruh keunggulan teknologi PHEV, pengisian daya secara rutin menjadi langkah terbaik.

Dengan begitu, kendaraan dapat beroperasi secara lebih hemat, nyaman, dan ramah lingkungan.

FAQ 

  • Apakah mobil PHEV harus selalu dicas?

Tidak. Mobil PHEV tetap bisa digunakan meskipun baterai tidak diisi, karena masih memiliki mesin bensin.

  • Apakah PHEV bisa jalan saat baterai habis?

Bisa. Mesin bensin akan mengambil alih sebagai sumber tenaga utama kendaraan.

  • Apakah PHEV lebih irit dibanding hybrid biasa?

Ya, terutama jika baterai sering diisi menggunakan charger sehingga kendaraan lebih banyak menggunakan tenaga listrik.

  • Apakah perlu memasang home charger?

Tidak wajib. Sebagian besar PHEV dapat diisi menggunakan stop kontak rumah biasa, meski waktu pengisiannya lebih lama.

  • Apa keuntungan utama mobil PHEV?

Keuntungan utamanya adalah kombinasi efisiensi bahan bakar, kemampuan berkendara menggunakan listrik, serta fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jauh.

Penulis: Rizen Panji
Editor: Santo Sirait

Sumber: Carmudi Indonesia

Related Posts

a
admin⏱ 6 menit baca

admin adalah kontributor di Terdepan. Artikel ini diterbitkan pada 03 July 2026.

Comments (0)

No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Comment