Analisis Teknikal: Saham Perbankan Mulai Lepas dari Fase Konsolidasi

JAKARTA, Terdepan.id – Saham sektor perbankan menunjukkan sinyal penguatan teknikal yang semakin solid setelah melewati fase konsolidasi selama dua pekan terakhir. Berdasarkan data perdagangan Bursa E

Analisis Teknikal: Saham Perbankan Mulai Lepas dari Fase Konsolidasi

JAKARTA, Terdepan.id – Saham sektor perbankan menunjukkan sinyal penguatan teknikal yang semakin solid setelah melewati fase konsolidasi selama dua pekan terakhir. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 18 Juni 2026, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) ditutup menguat 1,8% ke level 1.450, menandai reli tiga hari berturut-turut dan berada di atas rata-rata pergerakan 50 hari (MA-50) untuk pertama kalinya sejak awal bulan.

Performa Indeks dan Indikator Utama

Penguatan indeks didorong oleh kenaikan harga mayoritas saham perbankan, terutama kelompok big caps. Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) 14-hari untuk IDXFINANCE bergerak dari area oversold di 38 menuju 58, menunjukkan momentum pembalikan arah (trend reversal) yang valid. Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga mencatatkan persilangan bullish (golden cross) pada histogram, memperkuat sinyal beli.

Kepala Riset Samuel Sekuritas, Andrianto Cahyadi, dalam catatan hariannya menyebutkan bahwa sektor perbankan kini memasuki fase akumulasi setelah tekanan jual mereda. “Support kuat IDXFINANCE di 1.380 berhasil bertahan dan kini berubah menjadi level support psikologis. Sementara resistance berikutnya berada di 1.485, sejalan dengan level tertinggi Mei lalu,” jelasnya.

Volume Perdagangan dan Aksi Investor Asing

Volume transaksi saham-saham perbankan pada 18 Juni 2026 tercatat sebesar 12,5 miliar lembar saham, meningkat 25% di atas rata-rata volume 20-hari terakhir (10 miliar lembar). Lonjakan volume ini mengonfirmasi bahwa penguatan harga didukung oleh partisipasi pasar yang lebih luas. Data BEI juga menunjukkan investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp850 miliar di sektor perbankan, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi sasaran utama.

Sorotan Saham Big Caps

BBCA ditutup di harga Rp9.975, naik 2,3% dan berhasil menembus resistance psikologis Rp9.900. RSI BBCA berada di level 62, masih dalam zona netral menuju bullish tanpa tanda-tanda jenuh beli (overbought). Sementara itu, BBRI menunjukkan formasi golden cross pada MA-50 dan MA-200, yang secara historis menjadi sinyal awal tren naik jangka panjang. Saham BBRI menguat 1,5% ke Rp5.800 dengan volume 2,8 miliar lembar, tertinggi dalam dua pekan.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan bahwa penguatan teknikal ini didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan pada kuartal III 2026 serta perbaikan rasio kredit bermasalah (NPL) industri. Namun, ia mengingatkan agar pelaku pasar tetap mencermati level resistance di 1.485 pada IDXFINANCE sebagai titik krusial yang dapat memicu aksi ambil untung (profit taking).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User