Aliansi Ideologis Milei-Netanyahu dan Jejak Panjang Hubungan Bilateral

Di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, sebuah poros hubungan personal yang tak biasa mulai mencuri perhatian: kedekatan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden ...

Aliansi Ideologis Milei-Netanyahu dan Jejak Panjang Hubungan Bilateral

Di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, sebuah poros hubungan personal yang tak biasa mulai mencuri perhatian: kedekatan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Argentina Javier Milei. Lebih dari sekadar formalitas diplomatik, pertemuan dua pemimpin ini mencerminkan pertautan ideologis yang mendalam, berakar pada kesamaan pandangan tentang peran negara, ekonomi, dan orientasi politik luar negeri. Dalam beberapa bulan terakhir, frekuensi komunikasi dan saling dukung antara keduanya melampaui pola hubungan bilateral konvensional, menandai babak baru dalam sejarah panjang hubungan Israel-Argentina.

Fondasi Historis: Migrasi, Diplomasi, dan Luka Masa Lalu

Hubungan Israel dan Argentina tidak lahir dalam ruang kosong. Komunitas Yahudi di Argentina merupakan salah satu yang terbesar di Amerika Latin, dengan sejarah migrasi yang merentang sejak akhir abad ke-19. Para imigran Yahudi yang melarikan diri dari pogrom di Eropa Timur dan kemudian dari kengerian Holocaust membentuk diaspora yang signifikan di Buenos Aires dan kota-kota besar lainnya. Ikatan kultural ini menjadi fondasi awal kedekatan kedua negara, meskipun jalur diplomatik formal baru menguat setelah pendirian negara Israel pada tahun 1948.

Argentina di bawah Juan Perón menjadi salah satu negara Amerika Latin pertama yang mengakui kedaulatan Israel. Namun, perjalanan hubungan ini tidak selalu mulus. Dekade 1990-an menjadi periode kelam ketika dua serangan teror besar mengguncang institusi Yahudi di Argentina: pemboman Kedutaan Besar Israel pada 1992 dan gedung AMIA (Asociación Mutual Israelita Argentina) pada 1994. Ratusan nyawa melayang, dan penyelidikan yang berlarut-larut menciptakan ketegangan diplomatik berkepanjangan. Kedua peristiwa itu tetap menjadi luka bersama yang membentuk sensitivitas hubungan bilateral hingga hari ini.

Konvergensi Ideologis: Libertarianisme dan Konservatisme Nasional

Di balik reruntuhan sejarah itu, kemunculan Javier Milei sebagai presiden Argentina pada akhir 2023 membawa angin perubahan radikal. Milei, seorang ekonom beraliran libertarian dan anarko-kapitalis, secara terbuka mengagumi nilai-nilai yang ia anggap selaras dengan Israel: etos kerja, inovasi teknologi, dan ketahanan nasional. Dalam berbagai pidatonya, Milei kerap mengutip Taurat dan menyebut dirinya tengah mempelajari Yudaisme secara serius, sebuah langkah personal yang jarang dilakukan oleh kepala negara Amerika Latin sebelumnya.

Sementara itu, Benjamin Netanyahu, figur veteran politik Israel yang kembali memimpin koalisi sayap kanan, melihat dalam diri Milei sekutu ideologis yang langka. Keduanya berbagi skeptisisme terhadap institusi multilateral besar, penekanan pada kedaulatan nasional, serta pendekatan ekonomi yang memprioritaskan deregulasi dan kekuatan pasar bebas. Netanyahu dan Milei juga sama-sama mengkritik apa yang mereka sebut sebagai "kiri progresif global" yang mendominasi forum-forum internasional. Pertemuan tatap muka pertama mereka di Davos pada awal 2024 berlangsung lebih panjang dari jadwal protokoler, menandakan adanya kehangatan yang melampaui basa-basi diplomatik.

Dampak Kebijakan dan Reaksi Kawasan

Kedekatan personal ini mulai menerjemahkan diri ke dalam langkah-langkah kebijakan konkret. Pemerintahan Milei mengumumkan rencana pemindahan Kedutaan Besar Argentina dari Tel Aviv ke Yerusalem, sebuah keputusan yang menempatkan Argentina sejajar dengan kebijakan Amerika Serikat era Trump. Langkah ini disambut antusias oleh Netanyahu, namun menuai kecaman tajam dari negara-negara Arab dan Liga Muslim Dunia. Secara paralel, kedua negara mempercepat kerja sama di bidang teknologi pertanian (agritech), keamanan siber, dan industri pertahanan — sektor-sektor yang menjadi tulang punggung ekspor teknologi tinggi Israel.

Perluasan kerja sama ini tidak lepas dari kontroversi. Di internal Argentina, sejumlah tokoh oposisi dan aktivis hak asasi manusia mempertanyakan prioritas aliansi semacam ini di tengah krisis inflasi yang masih membelit negeri tango tersebut. Sementara di kawasan Timur Tengah, normalisasi hubungan yang dipelopori oleh Perjanjian Abraham (Abraham Accords) memperoleh momentum tambahan dengan sikap pro-Israel Argentina, meski juga berpotensi memperkeruh solidaritas Liga Arab yang selama ini solid mendukung Palestina.

Proyeksi Ke Depan: Aliansi Strategis atau Euforia Sesaat?

Sejumlah analis hubungan internasional menilai bahwa faktor personal Netanyahu-Milei memang menjadi katalis, tetapi fondasi material tetap menjadi penentu keberlanjutan. Israel membutuhkan mitra dagang baru di belahan bumi selatan untuk mendiversifikasi portofolio ekonominya, sementara Argentina memerlukan investasi dan transfer teknologi guna memodernisasi sektor pertanian dan pertahanannya yang tertinggal. Mutualisme ini bisa jadi menopang hubungan jangka panjang, terlepas dari siklus politik domestik masing-masing negara.

Namun demikian, risiko tetap membayangi. Jika pemerintahan Milei gagal menstabilkan ekonomi atau menghadapi krisis politik yang mengikis popularitasnya, agenda-agenda ambisius bilateral bisa terhambat. Di sisi lain, ketergantungan Milei pada dukungan personal Netanyahu menciptakan kerentanan tersendiri, mengingat lanskap politik Israel yang volatil dan potensi perubahan koalisi pemerintahan di Yerusalem. Yang pasti, sejarah panjang hubungan Israel-Argentina kini memasuki fase yang paling tidak konvensional dalam beberapa dekade terakhir — sebuah persinggungan ideologis yang dipersonalisasi hingga level pertemanan antar kepala negara.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User