Video Anies Baswedan Umumkan Tebak Kata Berhadiah Rp100 Juta Hoaks

Media sosial kembali diramaikan dengan konten menyesatkan. Sebuah video yang menampilkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tengah mengumumkan pr

Video Anies Baswedan Umumkan Tebak Kata Berhadiah Rp100 Juta Hoaks

Media sosial kembali diramaikan dengan konten menyesatkan. Sebuah video yang menampilkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tengah mengumumkan program tebak kata berhadiah Rp100 juta beredar luas di Facebook, Instagram, dan TikTok. Dalam rekaman itu, Anies terlihat berdiri di depan podium, berbicara lantang mengajak masyarakat menebak sebuah kata rahasia. Namun, ketenangan publik terusik sebab video itu ternyata sepenuhnya palsu.

Tim Cek Fakta Liputan6.com melakukan investigasi setelah banyak laporan masuk dari warga yang curiga. Setelah serangkaian analisis, dipastikan klaim tersebut adalah hoaks belaka. Tidak ada program tebak kata berhadiah resmi dari Anies Baswedan maupun lembaga afiliasinya. Video itu merupakan hasil manipulasi canggih yang menggabungkan rekayasa wajah dan suara.

Kronologi Kemunculan Video Palsu

Video pertama kali terdeteksi pada awal pekan ini di sejumlah akun Facebook yang mencurigakan. Akun-akun tersebut menggunakan nama mirip tokoh publik namun dengan sedikit perubahan ejaan, seperti “Anies Bawedan” atau “Anies Rasyid Baswedan.” Dalam unggahannya, mereka menyertakan keterangan bombastis: “Buruan ikutan! Pak Anies bagi-bagi rezeki 100 juta hanya dengan tebak kata. Klik link di bio!” Unggahan ini langsung mendapat ribuan komentar dan share karena memanfaatkan popularitas sosok Anies.

Tautan yang disertakan mengarah ke situs eksternal dengan domain mencurigakan, bukan ke kanal resmi Anies Baswedan. Di situs itu, pengunjung diminta mengisi data pribadi, termasuk nomor telepon dan rekening bank, dengan dalih untuk transfer hadiah. Pola ini identik dengan modus phishing yang sudah berkali-kali diperingatkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.

Analisis Forensik: Rekayasa Suara dan Visual

Untuk membuktikan keaslian, Tim Cek Fakta menggunakan perangkat analisis metadata dan perbandingan visual. Hasilnya: video tersebut memiliki jejak digital yang tidak wajar. Wajah Anies tampak sedikit bergetar saat mengucapkan kata-kata tertentu, sebuah ciri khas teknik deepfake. Selain itu, gerakan bibir tidak sinkron dengan audio, dan latar belakang yang digunakan merupakan cuplikan dari konferensi pers Anies pada tahun 2023 yang sudah diunggah di YouTube resminya.

“Ini bukan sekadar video editan sederhana. Pelaku menggunakan teknologi deep learning untuk memanipulasi wajah dan suara korban secara real-time. Namun masih ada kecacatan—pencahayaan dan refleksi di mata tidak alami. Masyarakat harus waspada karena teknologi seperti ini semakin murah dan mudah diakses,” ujar Dedy Permadi, pakar forensik digital dari Universitas Indonesia, dalam wawancara eksklusif.

Audio dalam video juga dianalisis menggunakan spektogram. Ditemukan ketidaksesuaian frekuensi suara yang menandakan bahwa suara Anies disintesis dengan model text-to-speech berbasis AI. Potongan suaranya diambil dari pidato-pidato sebelumnya, lalu disusun ulang untuk membentuk kalimat baru yang tidak pernah diucapkan Anies.

Tanggapan Pihak Anies Baswedan

Juru bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, dengan tegas membantah adanya program giveaway tersebut. Dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, ia menyatakan bahwa Anies tidak pernah mengadakan, mengumumkan, atau mengaitkan diri dengan aktivitas tebak kata atau bagi-bagi hadiah apa pun di media sosial. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dan jangan mengklik tautan apa pun yang mengatasnamakan Pak Anies dengan modus giveaway. Itu penipuan,” tegasnya.

Pihak Anies juga sudah melaporkan video palsu itu ke pihak berwenang dan platform media sosial terkait agar segera diturunkan. Namun hingga kini, beberapa unggahan masih beredar dan terus memakan korban.

Modus Penipuan Berkedok Giveaway

Pola penipuan semacam ini bukan hal baru. Pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan popularitas figur publik untuk menggaet mangsa. Setelah korban mengklik tautan, mereka akan diarahkan ke laman yang meminta data pribadi atau bahkan mentransfer sejumlah uang sebagai “biaya administrasi” untuk mendapatkan hadiah. Korban yang tertipu rata-rata mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, seperti yang diungkap data dari Patroli Siber Polri.

Dalam kasus ini, tautan tersebut mengarah ke domain yang mencurigakan dan tidak memiliki sertifikat keamanan HTTPS yang valid. Meski demikian, tampilan situs dibuat semirip mungkin dengan portal resmi untuk mengelabui pengguna awam. Kementerian Komunikasi dan Digital mengingatkan agar masyarakat selalu memeriksa keaslian informasi dan tidak sembarangan memberikan data pribadi di internet.

Kesimpulan Cek Fakta

Berdasarkan seluruh bukti dan analisis, klaim video Anies Baswedan mengumumkan tebak kata berhadiah Rp100 juta adalah hoaks dengan kategori konten manipulatif (manipulated content). Video tersebut dibuat menggunakan teknologi deepfake untuk menipu publik dan mengambil keuntungan pribadi. Tidak ada hubungannya dengan Anies Baswedan secara pribadi atau tim suksesnya. Masyarakat diharapkan selalu menyaring informasi sebelum menyebarkan dan segera melapor ke kanal aduan resmi jika menemukan konten serupa.

[SOCIAL_TWEET]: Hati-hati! Video viral Anies Baswedan bagi-bagi Rp100 juta itu palsu. Itu adalah deepfake untuk penipuan. Jangan klik linknya! #HoaksAnies #CekFakta #WaspadaDeepfake[SOCIAL_TG]: 🚨 WASPADA PENIPUAN! Video Anies bagi-bagi 100 juta itu HOAKS! Jangan klik link-nya. Teknologi deepfake dipakai buat nipu kita. Sebarkan peringatan ini biar nggak ada korban lain 🙏

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User