Veda Ega Pratama Gagal Finis usai Terlibat Persaingan Ketat Moto3 Assen

Assen, Belanda — Harapan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk meraih poin penting di seri Moto3 Belanda harus pupus setelah ia mengalami kecela

Veda Ega Pratama Gagal Finis usai Terlibat Persaingan Ketat Moto3 Assen

Assen, Belanda — Harapan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk meraih poin penting di seri Moto3 Belanda harus pupus setelah ia mengalami kecelakaan (crash) saat sedang bertarung di barisan depan. Insiden yang terjadi di pertengahan balapan di TT Circuit Assen pada Minggu (29/6/2025) itu memaksanya mengakhiri balapan lebih awal, meskipun sebelumnya tampil impresif dan sempat menempati posisi lima besar.

Veda, yang turun dengan motor bernomor 9 di bawah bendera Honda Team Asia, memulai balapan dari grid keenam setelah sesi kualifikasi yang menjanjikan. Begitu lampu hijau menyala, ia langsung melesat dan terlibat dalam rombongan terdepan yang berisi para pembalap papan atas. Pertarungan sengit memperebutkan posisi podium terjadi sejak lap-lap awal, dengan Veda beberapa kali melakukan manuver agresif untuk mempertahankan posisinya di kelompok depan.

Persaingan Ketat di Grup Terdepan

Sepanjang tujuh lap pertama, Veda mampu menjaga ritme dan terus menempel ketat para pembalap seperti Ivan Ortola, David Alonso, dan Collin Veijer. Kecepatannya di sektor cepat Assen membuatnya beberapa kali nyaris mengambil alih posisi ketiga. Dukungan dari tim Honda Team Asia terlihat jelas melalui strategi ban dan setelan motor yang memungkinkan Veda tampil kompetitif di sirkuit sepanjang 4,5 km tersebut.

“Veda menunjukkan performa luar biasa sepanjang akhir pekan. Kecepatannya dalam sesi latihan dan kualifikasi sangat menjanjikan. Sayangnya, balapan kali ini berakhir lebih cepat dari yang kami harapkan, tapi kami tetap bangga dengan perkembangannya,” ujar Hiroshi Aoyama, Manajer Tim Honda Team Asia, melalui rilis resmi yang diterima awak media.

Namun, pada lap kedelapan, saat sedang berduel ketat dengan pembalap Spanyol Ivan Ortola demi posisi keempat, insiden terjadi. Veda yang mengambil racing line dalam di tikungan cepat ke-12 (Ruskenhoek) tiba-tiba kehilangan grip ban depan. Motornya oleng dan akhirnya menggelinding ke gravel, sementara Veda terpental dan mendarat dengan keras di area run-off. Insiden itu tidak melibatkan pembalap lain, meskipun Ortola sempat terpengaruh dan nyaris kehilangan kendali.

Detik-Detik Kecelakaan dan Kondisi Veda

Melihat motornya sudah tidak bisa dilanjutkan, Veda langsung menepi ke pinggir lintasan dengan raut muka kecewa. Tim medis segera mendatanginya dan melakukan pemeriksaan awal. Beruntung, pembalap berusia 19 tahun itu hanya mengalami memar ringan di bahu kanan dan tidak memerlukan perawatan lebih lanjut. Ia pun langsung dibawa kembali ke paddock dengan berjalan kaki, meskipun langkahnya sedikit tertatih.

“Saya sangat kecewa dengan hasil ini. Motor terasa baik, saya sudah mencoba menyalip tapi tiba-tiba grip depan hilang. Ini bagian dari balapan, saya akan belajar dari kesalahan ini dan fokus ke seri berikutnya,” kata Veda Ega Pratama sesaat setelah insiden.

Dugaan sementara dari tim teknis Honda Team Asia mengarah pada penurunan performa ban depan akibat suhu trek yang meningkat drastis. Data telemetri menunjukkan suhu ban melebihi ambang optimal sebelum tikungan tersebut, membuat front-end feel menghilang secara mendadak.

Hasil Akhir dan Podium Moto3 Assen

Setelah Veda tersingkir, pertarungan di depan tetap berlangsung dramatis hingga bendera finis. Ivan Ortola (MT Helmets – MSI) akhirnya keluar sebagai pemenang setelah mempertahankan posisi terdepan dari kejaran David Alonso (CFMOTO Gaviota Aspar) yang finis kedua. Podium ketiga direbut oleh pembalap Belanda, Collin Veijer, yang sukses memanfaatkan dukungan publik tuan rumah. Sementara itu, rekan setim Veda di Honda Team Asia, Mario Aji, berhasil finis di posisi ke-14 dan membawa pulang dua poin.

Dampak pada Klasemen dan Perjalanan Musim Veda

Kegagalan meraih poin di Assen membuat posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2025 masih tertahan di peringkat ke-17 dengan total 24 poin. Ini menjadi balapan kedua tanpa poin bagi Veda musim ini setelah sebelumnya juga mengalami DNF di seri Prancis. Namun, melihat grafik performa yang terus meningkat —terutama dalam kecepatan dan kemampuan bertarung di grup depan— tim optimistis Veda bisa bangkit kembali di seri-seri berikutnya, termasuk Moto3 Jerman yang akan digelar dua pekan mendatang.

Pengamat balap menilai bahwa kecelakaan ini merupakan bagian dari proses pendewasaan seorang pembalap muda di jenjang Grand Prix. Kemampuan Veda untuk mempertahankan posisi di grup depan selama delapan lap melawan nama-nama besar Moto3 menunjukkan potensi besar yang dimilikinya. Dengan sisa musim yang masih panjang, peluang untuk menembus jajaran 10 besar klasemen masih terbuka lebar.

[SOCIAL_TWEET]: Veda Ega crash dari baris depan Moto3 Assen. Sudah tampil kuat 8 lap, sayang grip ban depan hilang. Pembalap @HondaTeamAsia itu hanya cedera ringan. Tetap semangat, Veda! 🇮🇩 #Moto3 #Assen [SOCIAL_TG]: Moto3 Assen: Veda Ega crash saat duel di posisi 4. Masuk gravel, motor tak bisa dilanjutkan. Kondisi pembalap aman, hanya memar ringan. Sampai jumpa di Sachsenring!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User