Trump: Kuba Tak Akan Bertahan Tanpa Minyak Venezuela
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Kuba tidak akan mampu bertahan hidup tanpa pasokan minyak dari Venezuela. Pernyataan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Kuba tidak akan mampu bertahan hidup tanpa pasokan minyak dari Venezuela. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (10/10/2025), menegaskan posisi Washington yang terus menekan aliansi energi antara kedua negara sekutu tersebut. Trump menekankan bahwa tanpa bantuan minyak dari Caracas, pemerintahan Kuba akan segera runtuh akibat krisis energi yang kian parah.
Ketergantungan Energi Kuba yang Kronis
Kuba sudah lama terjebak dalam ketergantungan nyaris mutlak pada impor minyak dari Venezuela. Di bawah skema Petrocaribe yang mulai surut, Kuba menerima lebih dari 90 persen kebutuhan bahan bakarnya dari Venezuela — setara dengan sekitar 50.000 barel per hari. Tanpa pasokan ini, infrastruktur kelistrikan pulau itu langsung terhantam pemadaman bergilir yang melumpuhkan ekonomi. “Mereka tidak punya alternatif; Venezuela adalah tali pusar energi Kuba,” ujar seorang analis energi Amerika Latin.
“Tanpa minyak Venezuela, Kuba akan mati. Tidak mungkin mereka bertahan,” tegas Trump dalam konferensi pers, mengarahkan tatapan tajamnya pada wartawan.
Ancaman Sanksi yang Menjepit
Pernyataan Trump muncul di tengah gelombang baru sanksi sekunder AS yang menargetkan pembeli minyak mentah Venezuela. Tindakan ini mempersempit ruang gerak perusahaan asing yang masih mengirimkan produk olahan ke Kuba. Data dari Refinitiv menunjukkan pengiriman minyak Venezuela ke Kuba anjlok 30 persen sepanjang kuartal terakhir, memicu krisis bahan bakar yang memperburuk antrean panjang di pom bensin dan pemadaman listrik hingga 18 jam sehari. Pemerintah Kuba sendiri mengakui bahwa “blokade energi” semacam ini adalah upaya untuk memprovokasi ketidakstabilan politik.
Peta Rawan dan Konsekuensi Kemanusiaan
Krisis yang semakin dalam tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tapi juga mengancam layanan kesehatan dan produksi pangan. Rumah sakit kekurangan generator, sementara petani kesulitan mengangkut hasil panen. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa lebih dari 2 juta warga Kuba berisiko mengalami kekurangan pangan akut jika pasokan energi tak segera pulih. Namun, Trump menolak memberi kelonggaran, justru menekankan bahwa kebijakan tekanan maksimum ini diperlukan untuk “memulihkan demokrasi” di kawasan.
Suara dari Lapangan
Maria, seorang ibu rumah tangga di Havana, menceritakan padamnya harapannya: “Kami belajar bertahan dengan apa adanya, tapi kalau minyak benar-benar habis, hidup akan seperti kembali ke zaman batu.” Sementara itu, pengamat hubungan internasional menilai retorika Trump adalah bagian dari strategi menggoyahkan aliansi geopolitik yang dibangun di bawah era Chavez. Dengan tanpa cadangan devisa yang cukup untuk membeli minyak dari pasar terbuka, Kuba memang berada di titik kritis. Pertanyaannya kini: seberapa lama Havana bisa menahan gempuran sebelum menyerah?
[TAGS]: Donald Trump, Kuba, minyak Venezuela, sanksi AS, krisis energi [SOCIAL_TWEET]: Trump sebut Kuba takkan bertahan tanpa minyak Venezuela. Krisis listrik makin parah, warga Havana hadapi pemadaman 18 jam. Akankah tekanan ini memicu perubahan politik? #Kuba #Venezuela #Trump [SOCIAL_FB]: Kuba di ambang kolaps energi? Donald Trump kembali menegaskan bahwa tanpa minyak Venezuela, Kuba takkan bertahan. Berapa lama lagi Havana bisa menahan tekanan? Simak fakta dan analisisnya di sini. [SOCIAL_TG]: ⚡ Krisis energi Kuba semakin dalam. Trump: “Tanpa minyak Venezuela, Kuba mati.” Pasokan anjlok 30%, warga antre BBM berjam-jam. #Kuba #Energi [SOCIAL_THREADS]: Trump lagi-lagi bikin panas: dia bilang Kuba bakal runtuh tanpa minyak Venezuela. Dan kenyataannya, di Havana lampu mati 18 jam sehari. Sedang, realita yang bikin mules ini…
Comments (0)