Telkom Jalin Kerja Sama dengan EDB Singapura untuk Infrastruktur Digital Berkelanjutan

Perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara menuntut ketersediaan infrastruktur yang tangguh dan merata. Menjawab kebutuhan itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menjalin kemitraan strategis ...

Telkom Jalin Kerja Sama dengan EDB Singapura untuk Infrastruktur Digital Berkelanjutan

Perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara menuntut ketersediaan infrastruktur yang tangguh dan merata. Menjawab kebutuhan itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menjalin kemitraan strategis dengan Singapore Economic Development Board (EDB) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada pengembangan infrastruktur digital ramah lingkungan. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan.

Penandatanganan MoU tersebut menjadi sinyal kuat komitmen kedua entitas dalam membangun fondasi digital masa depan. Telkom, sebagai perusahaan telekomunikasi milik negara dengan aset infrastruktur terbesar di Indonesia, menyandingkan kekuatannya dengan EDB, lembaga pemerintah Singapura yang kerap menjadi motor investasi dan inovasi teknologi. Sinergi ini diproyeksikan membuka peluang investasi baru, memperkuat konektivitas, dan mengakselerasi implementasi teknologi bersih di sektor digital.

Mengapa Infrastruktur Digital Ramah Lingkungan Mendesak

Pertumbuhan konsumsi data dan layanan berbasis komputasi awan memicu peningkatan permintaan terhadap pusat data, jaringan kabel bawah laut, dan perangkat telekomunikasi. Di sisi lain, sektor ini menyumbang emisi karbon yang tidak kecil. Menurut riset, operasional pusat data global menyumbang sekitar 1% dari total konsumsi listrik dunia. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur digital tidak lagi dapat dipisahkan dari prinsip teknologi hijau.

Telkom sendiri telah merintis inisiatif green data center melalui penggunaan energi terbarukan dan sistem pendingin efisien. Sementara EDB aktif menggalang investasi pada bidang sustainability, termasuk mendorong perusahaan-perusahaan di bawah naungannya mengadopsi standar lingkungan ketat. Kolaborasi ini menjadi wadah untuk menyelaraskan visi tersebut dalam skala yang lebih besar.

Pilar Utama Kerja Sama Telkom-EDB

Meskipun rincian teknis belum diungkap sepenuhnya, MoU ini mencakup beberapa area strategis. Pertama, pembangunan dan perluasan infrastruktur digital seperti pusat data berkonsep hijau, jaringan serat optik, dan konektivitas 5G di Indonesia. Kedua, pertukaran pengetahuan dan teknologi terkait solusi rendah karbon dalam operasional telekomunikasi. Ketiga, fasilitasi aliran investasi dari perusahaan teknologi Singapura ke proyek-proyek digital di Tanah Air.

Sumber dekat proyek menyebutkan bahwa salah satu agenda awal adalah studi kelayakan pembangunan pusat data Tier IV di kawasan industri hijau di Batam. Kawasan ini dinilai strategis karena kedekatannya dengan Singapura dan potensi penggunaan listrik dari pembangkit tenaga surya. Selain itu, kerja sama juga membuka peluang pengembangan edge computing untuk mendukung ekosistem Internet of Things (IoT) di kota-kota cerdas.

Dampak terhadap Ekonomi Digital Indonesia

Bagi Indonesia, kehadiran infrastruktur digital yang lebih kuat dan ramah lingkungan memberikan multiplier effect signifikan. Laporan e-Conomy SEA 2024 memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD 82 miliar pada 2025, dengan laju pertumbuhan tahunan dua digit. Kemitraan ini dapat menjadi akselerator untuk mencapai, bahkan melampaui, target tersebut.

Dengan konektivitas yang lebih andal, para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dapat mengadopsi layanan berbasis komputasi awan dengan lebih mudah. Start-up teknologi pun memiliki akses ke sumber daya komputasi skala enterprise tanpa harus berinvestasi besar di awal. Secara tidak langsung, hal ini akan mendorong inovasi di bidang fintech, edutech, healthtech, dan agritech yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Di sisi pembangunan daerah, infrastruktur digital yang merata menjadi kunci mengurangi kesenjangan digital. Proyek fiberisasi dan 5G di luar Pulau Jawa akan mendapat dorongan dari investasi bersama. Kondisi ini sejalan dengan peta jalan transformasi digital nasional yang dicanangkan pemerintah.

Komitmen pada Keberlanjutan

Salah satu pembeda dari kerja sama ini adalah penekanan pada aspek keberlanjutan. Baik Telkom maupun EDB tidak sekadar mengejar kecepatan dan kapasitas, tetapi juga memastikan jejak karbon operasional tetap terkendali. Pendekatan ini diperlukan karena pusat data tanpa strategi hijau berpotensi menjadi kontributor signifikan emisi gas rumah kaca di masa depan.

Telkom berencana memperluas penggunaan sumber energi bersih seperti panel surya dan sel bahan bakar pada fasilitasnya. Sementara EDB akan memobilisasi perusahaan Singapura yang memiliki keahlian dalam sistem pendingin imersif, manajemen energi berbasis AI, dan desain gedung rendah karbon. Kombinasi ini diharapkan menghasilkan infrastruktur yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab secara lingkungan.

Harapan dan Langkah ke Depan

Managing Director EDB, dalam pernyataan tertulisnya, mengatakan, «Kemitraan dengan Telkom merupakan langkah konkret dalam memperluas jejak teknologi Singapura di pasar yang dinamis seperti Indonesia, sekaligus berkontribusi pada agenda pertumbuhan berkelanjutan di ASEAN.» Sementara itu, Direktur Utama Telkom menekankan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju digital telco terdepan, yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Kedua pihak sepakat untuk segera membentuk tim kerja bersama guna merumuskan peta jalan implementasi dalam enam bulan ke depan. Target awal adalah dimulainya satu proyek percontohan di akhir tahun 2025. Jika berjalan sesuai rencana, kerja sama ini bisa menjadi model kemitraan publik-swasta lintas negara yang direplikasi di sektor lainnya.

Dengan fondasi yang kokoh, ekosistem digital Indonesia siap melompat ke tingkatan berikutnya, menjadikan inovasi dan keberlanjutan sebagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User