Sinergi BULOG dan Komisi IV DPR Dukung Kesejahteraan Petani

Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso, menegaskan bahwa capaian sektor pangan nasional bukanlah hasil kerja sendiri, melainkan buah dari kolaborasi erat

Sinergi BULOG dan Komisi IV DPR Dukung Kesejahteraan Petani

Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso, menegaskan bahwa capaian sektor pangan nasional bukanlah hasil kerja sendiri, melainkan buah dari kolaborasi erat antara pemerintah, DPR RI, BUMN, dan para petani. Dalam rapat koordinasi dengan Komisi IV DPR yang membidangi pertanian, Budi Waseso menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan legislatif yang memungkinkan BULOG menjalankan perannya sebagai penyangga pangan secara optimal. “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Stabilitas pangan dan kesejahteraan petani membutuhkan sinergi yang solid,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan semangat gotong-royong yang menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

Tahun ini, BULOG menargetkan serapan gabah petani mencapai 3,5 juta ton, naik 15 persen dari realisasi sebelumnya. Target ambisius ini diyakini mampu menaikkan pendapatan petani rata-rata Rp2,5 juta per hektar dan menjaga cadangan beras pemerintah (CBP) di level aman, antara 1,5–2 juta ton. Dengan semakin kuatnya koordinasi dengan DPR, BULOG berharap setiap gabah petani terserap tanpa ada yang merugi.

Perkuat Peran Sebagai Penyangga Pangan

Sebagai badan yang diamanatkan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok, BULOG terus memperluas perannya. Di tengah tantangan perubahan iklim dan gejolak harga global, fleksibilitas operasional dan dukungan anggaran menjadi vital. Data BULOG menunjukkan bahwa harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani kini stabil di kisaran Rp5.000–Rp5.500 per kilogram, jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Rp4.200. Hal ini tak lepas dari intervensi pasar yang tepat waktu serta serapan maksimal saat panen raya.

“Kami mengapresiasi dukungan Komisi IV DPR yang selalu mendorong penganggaran tepat sasaran untuk penyerapan gabah dan stabilisasi harga. Ini demi kesejahteraan petani,” kata Budi Waseso.

Dukungan Anggaran dan Pengawasan DPR

Komisi IV DPR RI memegang peran strategis dalam mengawal kebijakan pangan, mulai dari anggaran hingga implementasi di lapangan. Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar, Herman Khaeron, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memastikan alokasi dana Kementerian Pertanian dan BULOG digunakan secara efektif dan tepat sasaran. “Kami mendorong transparansi dan akuntabilitas agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar menyentuh petani kecil,” tegasnya.

Sinergi konkret diwujudkan melalui mekanisme rapat dengar pendapat rutin, kunjungan kerja spesifik, dan harmonisasi regulasi. Tahun ini, Komisi IV mengawal tambahan anggaran Rp2,5 triliun untuk program pembelian gabah petani dengan harga yang menguntungkan. Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Pengawasan melekat juga dilakukan pada program penyaluran pupuk bersubsidi dan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) agar tepat jumlah dan tepat mutu.

Inovasi BULOG untuk Petani Milenial

Adaptasi terhadap era digital menjadi keniscayaan. BULOG meluncurkan platform digital “Rumah Pangan Kita” (RPK) dan menggandeng startup agritech untuk memutus rantai distribusi panjang yang sering merugikan petani. Melalui kemitraan ini, petani dapat menjual hasil panen langsung ke mitra BULOG dengan harga transparan, sementara konsumen memperoleh pangan berkualitas dengan harga terkendali. Komisi IV DPR mendukung penuh transformasi ini dan mendorong perluasan jangkauan hingga ke daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal).

Dampak Nyata Bagi Petani

Kisah Saeful, petani asal Karawang, menjadi potret keberhasilan sinergi ini. “Dulu harga gabah sering anjlok saat panen raya, sekarang ada jaminan harga dari BULOG. Saya bisa menyekolahkan anak dan memperbaiki rumah,” tuturnya penuh syukur. Data Kementerian Pertanian memperlihatkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada semester pertama 2026 bertahan di atas 110, menandakan kesejahteraan petani yang terus membaik. Berikut perbandingan target dan realisasi serapan BULOG dalam beberapa tahun terakhir:

TahunTarget Serapan (ton)Realisasi (ton)HPP (Rp/kg)
20243.000.0002.850.0004.200
20253.200.0003.100.0004.200
2026 (proyeksi)3.500.000-4.200

Menuju Kedaulatan Pangan 2030

Komitmen bersama BULOG dan Komisi IV DPR tidak berhenti pada stabilisasi harga. Agenda besar berupa swasembada beras berkelanjutan dan diversifikasi pangan lokal menjadi fokus jangka panjang. “Kami akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada petani, karena petani adalah tulang punggung bangsa,” tutup Herman Khaeron mewakili rekan-rekannya di Komisi IV. Dengan sinergi yang semakin erat, sektor pertanian Indonesia diharapkan tangguh menghadapi ancaman krisis pangan global, sekaligus menyejahterakan para pahlawan pangan di negeri ini.

[SOCIAL_TWEET]: Sinergi BULOG & Komisi IV DPR berbuah manis! Harga gabah petani stabil di atas HPP, serapan tembus 3,5 juta ton. Petani makin sejahtera, RI makin kokoh menuju kedaulatan pangan. #BULOG #PetaniSejahtera #KetahananPangan[SOCIAL_TG]: 🌾 Sinergi BULOG & Komisi IV DPR angkat kesejahteraan petani! Serapan gabah naik 15%, harga stabil, NTP >110. Target swasembada beras berkelanjutan makin nyata. #PetaniSejahtera

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User