Sandiaga Uno Bantah Hoaks Bansos Rp1,5 Juta Saat Kunjungi Mula Learning Center
Jakarta, Terdepan.id – Founder Sandination, Sandiaga Uno, menyempatkan diri mengunjungi Mula Learning Center di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pa
Jakarta, Terdepan.id – Founder Sandination, Sandiaga Uno, menyempatkan diri mengunjungi Mula Learning Center di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (6/9/2025). Di tengah kunjungannya, ia sekaligus menepis kabar bohong atau hoaks yang mencatut namanya terkait pengecekan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) senilai Rp1.500.000 yang ramai beredar di media sosial.
Kunjungan Inspiratif di Mula Learning Center
Sandiaga tiba di Mula Learning Center, yang berlokasi di Jalan Baru, Kebayoran Lama Utara, sekitar pukul 09.30 WIB. Didampingi tim Sandination, ia meninjau langsung fasilitas pelatihan keterampilan bagi wirausahawan muda yang menjadi program unggulan yayasan tersebut. Dalam kesempatan itu, Sandiaga menyapa puluhan peserta yang tengah mengikuti kelas digital marketing dan pengembangan UMKM.
“Saya sangat terkesan dengan semangat belajar teman-teman di sini. Mula Learning Center adalah bukti bahwa modal pengetahuan bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan,” ujar Sandiaga di hadapan peserta. Ia juga menekankan pentingnya literasi digital agar generasi muda tidak mudah tertipu oleh informasi palsu yang kini marak terjadi.
Fakta di Balik Hoaks Bansos Rp1,5 Juta
Bersamaan dengan kunjungannya, tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah unggahan mencurigakan di Facebook. Unggahan itu berisi klaim adanya tautan untuk mengecek pencairan bansos PKH dan BPNT sebesar Rp1.500.000 yang mencantumkan foto dan nama Sandiaga Uno. Klaim tersebut dengan cepat viral dan membuat resah masyarakat, terutama kalangan penerima manfaat yang selama ini bergantung pada bantuan pemerintah.
Liputan6.com melakukan verifikasi mendalam dan menemukan bahwa tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kementerian Sosial ataupun lembaga penyalur bansos resmi. Nominal Rp1.500.000 juga tidak sesuai dengan ketentuan bansos PKH dan BPNT yang selama ini disalurkan. Besaran bantuan PKH bervariasi antara Rp900.000 hingga Rp3.000.000 per tahun tergantung komponen keluarga, sementara BPNT senilai Rp200.000 per bulan. Klaim pencairan tunggal sebesar Rp1,5 juta tidak dikenal dalam skema resmi pemerintah.
Pernyataan Tegas Sandiaga Uno
Sandiaga yang mengetahui informasi hoaks tersebut langsung memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa bantuan sosial hanya disalurkan melalui mekanisme resmi pemerintah dan tidak memerlukan tautan-tautan tak jelas. “Saya tidak pernah menyebarkan link apa pun terkait bansos. Masyarakat harus lebih cerdas, jangan sembarangan klik dan berikan data pribadi,” tegas Sandiaga di sela kunjungannya.
“Ini adalah modus kejahatan digital. Saya minta aparat untuk mengusut tuntas siapa yang menyebarkan hoaks ini dan merugikan masyarakat kecil,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa pengecekan bansos resmi hanya dapat dilakukan melalui situs cekbansos.kemensos.go.id atau melalui pendamping sosial di desa/kelurahan. Pemerintah tidak pernah meminta data pribadi melalui tautan aplikasi pesan atau formulir daring tidak resmi.
Imbauan untuk Masyarakat
Kombinasi antara kunjungan sosial Sandiaga dan beredarnya hoaks bansos ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk meningkatkan literasi digital. Menteri Sosial juga sebelumnya telah berulang kali menyampaikan agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan digital yang mengatasnamakan program bansos. Data pribadi seperti NIK, nama ibu kandung, dan nomor kartu keluarga sering menjadi sasaran pelaku untuk disalahgunakan.
Sandiaga menutup kunjungannya dengan ajakan agar anak muda terus belajar dan memanfaatkan teknologi secara positif. “Jangan mau jadi korban hoaks. Kalau dapat informasi mencurigakan, cek dulu ke sumber resmi atau tanya ke pihak yang berwenang,” imbuhnya.
- Poin Penting:
- Sandiaga Uno mengunjungi Mula Learning Center Jakarta, 6 September 2025.
- Beredar hoaks tautan bansos PKH/BPNT Rp1,5 juta yang mencatut namanya.
- Tim Cek Fakta Liputan6.com pastikan tautan tersebut palsu.
- Nominal klaim tidak sesuai dengan skema bansos resmi.
- Sandiaga tegaskan tidak pernah menyebarkan tautan bansos.
- Masyarakat diimbau hanya gunakan situs resmi Kemensos untuk cek bansos.
Comments (0)