Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 dengan Prosesor Snapdragon
Dalam gelaran Unpacked terbaru yang digelar secara spektakuler, Samsung akhirnya mengakhiri penantian panjang para penggemar wearable premium. Dua jam tangan pintar flagship mereka, Galaxy Watch 9 dan...
Dalam gelaran Unpacked terbaru yang digelar secara spektakuler, Samsung akhirnya mengakhiri penantian panjang para penggemar wearable premium. Dua jam tangan pintar flagship mereka, Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2, resmi diperkenalkan ke publik. Namun, sorotan terbesar bukan sekadar pada desain atau fitur kesehatan yang ditingkatkan — melainkan pada jantung pacu barunya. Untuk pertama kalinya, Samsung meninggalkan prosesor Exynos buatan sendiri dan beralih ke platform Snapdragon dari Qualcomm. Langkah ini menandai perubahan strategis yang signifikan dalam ekosistem wearable raksasa teknologi Korea Selatan tersebut, menjanjikan lompatan performa dan efisiensi daya yang telah lama dinantikan.
Keputusan Samsung untuk mengadopsi Snapdragon bukanlah keputusan impulsif. Selama bertahun-tahun, chipset Exynos di lini Galaxy Watch kerap menuai kritik terkait konsumsi daya dan performa yang tertinggal dibandingkan kompetitor yang menggunakan platform Qualcomm. Ibarat seorang atlet yang mengganti sepatu lari usang dengan sepatu karbon generasi terbaru, transisi ini diyakini akan membawa pengalaman pengguna ke level yang berbeda sama sekali — lebih responsif, lebih hemat baterai, dan lebih mulus dalam menjalankan aplikasi-aplikasi berat.
Lompatan Performa: Apa yang Berubah dengan Snapdragon?
Meskipun Samsung belum merinci nama pasti chipset Snapdragon yang digunakan — banyak spekulasi mengarah pada platform Snapdragon W5+ Gen 2 atau varian khusus yang dikembangkan bersama — klaim peningkatan yang disampaikan cukup ambisius. Perusahaan menjanjikan peningkatan performa CPU hingga 25 persen dan efisiensi daya yang lebih baik hingga 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya yang masih menggunakan Exynos W930 dan W1000. Dalam penggunaan sehari-hari, ini berarti navigasi antarmuka Wear OS yang lebih mulus, waktu buka aplikasi yang lebih singkat, dan yang paling krusial — daya tahan baterai yang lebih panjang. Galaxy Watch Ultra 2 bahkan diklaim mampu bertahan hingga 72 jam dalam mode hemat daya, sebuah capaian yang cukup mengesankan untuk jam tangan pintar dengan layar Super AMOLED yang cerah.
Transisi ke Snapdragon juga membawa implikasi menarik pada sisi kompatibilitas. Secara historis, perangkat berbasis Snapdragon cenderung mendapatkan dukungan dan optimisasi yang lebih luas dari pengembang aplikasi pihak ketiga di ekosistem Wear OS. Ini membuka potensi bagi pengguna Galaxy Watch untuk menikmati aplikasi dan watch face yang lebih beragam dengan performa yang lebih optimal — sebuah keuntungan ekosistem yang tidak bisa diremehkan.
Galaxy Watch Ultra 2: Tangguh dan Cerdas
Galaxy Watch Ultra 2 hadir sebagai penerus lini petualang Samsung. Desainnya mempertahankan DNA tangguh dengan casing titanium Grade 4 dan bezel pelindung yang khas, namun kini hadir dalam pilihan warna baru termasuk Titanium White yang elegan. Layarnya menggunakan panel Super AMOLED 1,5 inci dengan kecerahan puncak mencapai 3.000 nits — angka yang sangat tinggi dan memastikan visibilitas sempurna bahkan di bawah terik matahari saat mendaki atau berlari di pantai. Ketahanan air tetap menjadi andalan dengan sertifikasi 10 ATM dan standar militer MIL-STD-810H, menjadikannya teman ideal untuk olahraga ekstrem dan aktivitas luar ruangan.
Pada sisi pelacakan kesehatan, Galaxy Watch Ultra 2 dibekali sensor BioActive 2.0 yang ditingkatkan akurasinya. Sensor ini mampu mengukur detak jantung, kadar oksigen darah (SpO2), komposisi tubuh, hingga suhu kulit secara kontinu. Fitur Sleep Apnea Detection yang sebelumnya hanya tersedia di beberapa pasar kini diperluas ke lebih banyak negara, memberikan peringatan dini terhadap gangguan pernapasan saat tidur. Integrasi algoritma AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan) turut ditingkatkan, memungkinkan analisis metrik kesehatan yang lebih personal dan rekomendasi latihan yang lebih adaptif. Samsung menyebut pendekatan ini sebagai AI-powered Wellness Coaching — sebuah asisten kesehatan virtual yang terus belajar dari kebiasaan dan kondisi tubuh penggunanya.
Galaxy Watch 9: Penyempurnaan yang Substansial
Sementara Ultra 2 menyasar petualang dan atlet serius, Galaxy Watch 9 hadir sebagai opsi premium untuk pengguna sehari-hari. Tersedia dalam dua ukuran — 40mm dan 44mm — dengan bezel ramping dan bobot yang lebih ringan dibandingkan pendahulunya. Layar Super AMOLED yang digunakan kini memiliki bezel yang lebih tipis sekitar 15 persen, memberikan rasio layar-ke-bodi yang lebih tinggi dan estetika yang lebih modern. Pilihan warna mencakup Graphite, Silver, dan Pink Gold untuk menarik segmen pengguna yang lebih luas.
Di balik penampilannya yang elegan, Galaxy Watch 9 menyimpan peningkatan yang cukup substansial. Kapasitas penyimpanan internal kini digandakan menjadi 32GB, memberi ruang lebih lega untuk menyimpan musik offline, podcast, dan aplikasi. Fitur Dual-frequency GPS yang sebelumnya eksklusif di lini Ultra kini hadir di Watch 9, meningkatkan akurasi pelacakan lokasi secara signifikan — bahkan di area perkotaan padat dengan banyak gedung tinggi. Pelacakan lebih dari 100 jenis olahraga tetap menjadi andalan, dengan tambahan mode khusus untuk trail running dan HIIT (High-Intensity Interval Training/latihan interval intensitas tinggi) yang kini dapat dikenali secara otomatis oleh sistem.
Samsung juga memperkuat integrasi ekosistem dengan smartphone Galaxy. Fitur Camera Controller yang ditingkatkan kini memungkinkan pengguna melihat pratinjau kamera langsung dari pergelangan tangan, mengganti lensa, dan bahkan mengatur exposure — menjadikannya alat bantu fotografi yang cukup serius, bukan sekadar pemicu rana jarak jauh. Notifikasi, panggilan telepon, dan respons pesan juga diklaim lebih responsif berkat prosesor Snapdragon baru dan optimalisasi Wear OS terbaru.
Kedua perangkat ini akan mulai tersedia di pasar global mulai Juli 2026. Galaxy Watch 9 dibanderol mulai dari Rp 4.999.000 untuk varian Bluetooth/Wi-Fi, sementara Galaxy Watch Ultra 2 hadir dengan harga mulai Rp 9.999.000. Harga ini menempatkan keduanya dalam posisi kompetitif di segmen smartwatch premium, bersaing langsung dengan Apple Watch Series 11 dan Ultra 3, serta perangkat dari Garmin dan Google. Dengan kombinasi prosesor Snapdragon, sensor kesehatan yang lebih canggih, dan integrasi AI yang lebih dalam, Samsung tampaknya siap mempertaruhkan posisinya sebagai pemimpin di pasar wearable global.
Comments (0)